Permaisuri Ku

Permaisuri Ku
penculikan 02


__ADS_3

mesya pun terbangun, ia mengerjap matanya, memandangi kamar yang nampak asing baginya


"duh, gue dimana? " tanya mesya pada diri nya sendiri


Tiba-tiba datang seseorang dari arah pintu


"kamu sudah bangun sayang? " tanya Jimmy


"Jimmy, lo,,,, ?


" iya sayang, kenapa apa kau kaget?" tanya Jimmy dengan senyum Seringai di bibir nya


"jim,apa yang udah lo lakuin ke gue? " tanya mesya yang terlihat panik


"tenang sayang, aku nggak ngpa ngpain kok,,, kamu aman sayang... " ucap Jimmy sambil berjalan mendekat ke arah mesya


"jangan deket deket,,, shuu pergi lo... " teriak mesya


"kenapa kau berteriak sayang, sebaiknya kau menyimpan tenaga mu untuk nanti malam! " ucap Jimmy


"apa maksud lo, nanti malam? " tanya mesya


"hhhha,,, nanti malam kita akan menikah sayang, hmm apa kau senang? " ucap nya sambil duduk di tepi ranjang dan membelai rambut mesya


"nggak jim, gue nggak mau nikah sama lo,


lo itu sakit,,, " ucap mesya


"kenapa kamu mengatakan itu,,, ya aku memang sakit, sakit sekali kita mendengar bahwa kamu akan menikah dengan pria lain" ucap Jimmy


"Jimmy gue mohon lepasin gue,,,lo itu nggak waras, lo beneran sakit" bentak mesya


mendengar hal itu Jimmy pun naik pitam,


dengan refleks ia pun menampar wajah mesya hingga mengeluarkan Darah di sudut bibir nya


plak...


"aauuu... " ringis mesya sambil memegang pipinya


tersadar akan hal itu, Jimmy pun berubah menjadi panik, karena melihat Darah di bibir mesya


"sa.. sayang maaf kan aku, aku... " ucap Jimmy terbata bata


"pergi lo,, gue benci sama lo Jimmy,, gue benci" Teriak mesya


"sayang a.. aku tidak bermaksud untuk...


mesya pun kembali meringis kesakitan


" auuu... "


"lim,, cepat bawakan kotak obat" teriak Jimmy


tak lama lim pun datang dengan membawakan kota obat yang di minta Jimmy


"maafkan aku sayang,, mari sini tunjukan wajah mu biar ku obati" ucap Jimmy yang lembut sambil memegang dagu mesya


mesya pun dengan cepat langsung menepis tangannya,,


"jauhin tangan kotor lo, dari wajah gue" ucap mesya dengan penuh penekanan


"mesya,,, mengerti lah aku sangat mencintai mu,,, aku sungguh tidak rela jika kau menjadi milik pria lain" ucap Jimmy dengan lembut nya padahal ia sedang menahan emosi


Jimmy pun membuka kotak obat, lalu mengambil kapas sambil menuangkan betanin di atas nya,,, ia pun meraih wajah mesya dan membasuh nya dengan lembut


dengan cepat mesya kembali menepis tangan Jimmy, sehingga membuat kapas itu terlepas dari tangan Jimmy


Jimmy pun tak dapat menahan emosi nya lagi,,


"apa yang kau lakukan? " bentak Jimmy sambil berdiri dari tempat tidur


"aku sudah mencoba untuk bersabar tapi kau telah membuat kesabaran ku habis,,, " ucap Jimmy yang berapi-api


dengan cepat Jimmy pun menarik lengan mesya, dan membawanya ke kamar mandi


"auu... sakit lepasin ,, Jimmy lepasin,, lo psikopat ya? " ucap mesya sambil meringis kesakitan


"diam!!! " bentak Jimmy


sesampainya di kamar mandi Jimmy pun langsung memposisikan tubuh mesya di bawah shower,, ia pun memutar kran shower,, dan air pun mengalir membasahi tubuh mesya

__ADS_1


"akkkhhh... Jimmy" teriak mesya


"itu hukuman untuk kau gadis kecil, karena telah berani membangkang perintah ku,,, " ucap Jimmy sambil mencengkram kedua pipi mesya dengan kuat


"sakit... " lirih mesya


"sakit?, maka akun akan menunjukkan apa itu kata sakit yang sebenarnya, " ucap Jimmy


dengan cepat Jimmy pun menarik lengan baju mesya hingga sobek, dan terlihat lengan mulus milik mesya,,


melihat hal itu Jimmy pun menjadi gelisah,, lalu ia pun pergi meninggalkan mesya di dalam kamar mandi


"mandilah, dan bersiap-siap, aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita memiliki Ikatan yang sah... " ucap Jimmy, lalu berjalan berjalan pergi


setelah kepergian Jimmy, mesya hanya bisa menangis di bawah guyuran shower, ia terus menyebut nama ayah dan Bunda nya, tak lupa pula nama Bima, yang kini terucap di bibir nya


-


di lain sisi,


tak lama headphone Bima berbunyi, di lihat nya ada nama romi asisten pribadi di layar ponselnya


📱" hallo rom, apa kau sudah menemukan keberadaan mesya? " tanya Bima yang panik


📱"tenang dulu Bim,,, aku sudah menemukan jejak mesya, di lihat dari CCTV kampus, aku telah mencatat nomor plat mobilnya, dan sudah melacak keberadaan nya.. " ucap bima


📱"lalu dimana dia sekarang rom? " tanya Bima


📱" dari lokasi yang kudapat, mobil itu sekarang berada di sebelah utara kota " ucap romi


📱"baik rom,segera kirimkan aku alamat nya" ucap Bima yang sedikit lega


-


waktu menunjukkan pukul 17:00 terhitung sudah satu jam mesya di kamar mandi,, setelah menuntaskan mandi nya


mesya pun membuka pintu kamar mandi, mencari sosok pria yang telah menyakiti nya, setelah merasa aman, ia pun berjalan keluar dengan menggunakan baju mandi yang berbentuk seperti kimono


di lihat nya di atas tempat tidur, terdapat sebuah gaun mewah, dan sepatu, tak lupa pula terdapat beberapa aksesoris perhiasan


ia berjalan mendekat ke arah ranjang, menatap Barang-barang itu,, ingin rasanya ia menolak untuk memakai nya, tapi tak ada pilihan lain, dari pada ia harus berjalan keluar dengan menggunakan baju mandi, akhirnya ia pun dengan segera memakai pakaian nya, karena merasa tubuh nya yang sudah menggigil kedinginan


-


sesampainya di lokasi, ia memilih untuk tidak melanjutkan mobilnya untuk masuk ke dalam kediaman itu,, ia pun memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang tak jauh dari rumah Jimmy


dengan segera ia pun menelpon romi


📱"hallo rom, aku udah sampai,, gimana anak buah kamu? " tanya Bima


📱"aku dan para anak buah ku sudah siap, kami tinggal menunggu perintah darimu" ucap romi


📱"baiklah, kalian tetap bersiap di tempat,,, " ucap Bima


📱"baik.. " sahut romi"


Bima pun turun dari mobil dan berjalan ke arah rumah Jimmy,


sesampainya di depan rumah nampak 4 bodyguard yang sedang berjaga, yang tak lain adalah bodyguard yang menculik mesya tadi


Bima pun dengan cepat menelpon romi


📱"hallo rom, suruh anak buah mu urus para pengawal itu" ucap Bima


📱"baik.. " ucap romi


tak lama datang 10 orang berbadan besar dan kekar, dengan menggunakan pakaian yang serba hitam, seperti para bodyguard itu,,,


tanpa menunggu lama para pengawal Bima pun langsung menghajar para bodyguard itu, para bodyguard-bodyguard itu


pun akhirnya kalah jumlah, karena pengawal Bima yang lebih banyak


melihat hal itu, Bima pun langsung berlari masuk ke dalam rumah


sesampainya di dalam, ia tak menemukan keberadaan mesya, tapi tiba-tiba Kepala pelayan (lim) menghampiri nya


"maaf, tuan siapa? " tanya lim dengan nada yang lembut


"dimana mesya? " tanya Bima


mendengar hal itu lim pun nampak kaget,,, ia pikir laki-laki di depannya ini adalah tamu majikan nya

__ADS_1


"maaf anda siapa, disini tidak ada yang namanya mesya! " ucap lim yang berbohong


"kau jangan coba-coba berbohong, atau ku habisi kau sekarang juga! " ancam Bima yang sudah naik pitam


tiba-tiba terlihat mesya yang keluar dari kamar menuju ke arah tangga


seketika Bima pun nampak kaget dengan penampilan mesya,, yang terlihat seperti akan ke acara pesta


mesya yang melihat Bima pun, dengan cepat langsung berlari menuruni tangga


"mas Bima" panggil mesya


ketika mesya melangkah maju, tiba-tiba tangannya di cegat dari arah belakang


ya siapa lagi kalau bukan Jimmy,,


"mau kemana kau? " tanya Jimmy dengan nada suara yang dingin


"lepas, lepasin gue,,Dasar psikopat" ujar mesya sambil meronta ronta meminta agar di lepaskan


"Hhha tidak semudah itu sayang, sebentar lagi kau akan menjadi milik ku,,, " ucap Jimmy yang semakin mengencangkan genggaman nya


melihat hal itu Bima pun nampak sangat marah,


"hey,, lepaskan calon istri ku" teriak Bima dari arah bawah (lantai 1)


"melepaskan nya?, oh tentu saja tidak, sebentar lagi dia akan menjadi istri ku.. milikku" Ucap Jimmy yang di akhiri dengan tawa jahat


"dasar breng*sk kau,,," ucap Bima


"mas Bima tolongin mesya.... " lirih mesya


tak kuat melihat mesya yang tersakiti, Bima pun dengan cepat mengambil pistol di dalam jas nya dan langsung menarik Kepala lim masuk ke dalam dekapan nya


"serahkan mesya, atau pelayan mu akan mati di tangan ku" ancam Bima


Melihat hal itu Jimmy pun semakin kencang untuk tertawa,,,


"hhhha,,, dasar bodoh, kalau pun kau membunuh nya itu tidak akan merubah apa-apa... " ucap Jimmy


"tu.. tuan... " ucap lim


"mas tolongin aku" ucap mesya yang sudah sangat lemah


tak lama datang romi dan para pengawal nya,,


melihat hal itu Jimmy pun memicing kan matanya, para pengawal itu terlihat asing,,, seketika matanya pun langsung melotot menyadari bahwa itu bukanlah orang suruhan lim,,,


Jimmy pun langsung mengambil pistol yang berada di samping kirinya, dan dengan cepat ia membekap mesya ke dalam pelukan nya,,


ia pun membekap nya dengan tangan di leher mesya dan tangan satu lagi memegang pistol yang di arah kan ke Kepala mesya


melihat hal itu Bima pun tampak berjalan maju


"jika kau berani selangkah lagi, maka akan ku pastikan kau tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi" ucap Jimmy Kepada Bima


melihat hal itu Bima pun mengundurkan langkah nya ke belakang,,,


tanpa mereka sadari, ada seorang pengawal Bima yang sedari tadi telah mengeker posisi Jimmy, dan ketika mendapatkan celah dari Jimmy


peluru itu pun di tembakkan


dorrrr....


bunyi suara tembakan yang menggelegar hingga menggema dalam rumah


peluru itu tepat mengenai kaki sebelah kanan milik Jimmy


"akhhh... " teriak Jimmy yang kesakitan


ia pun melepaskan mesya dari dekapan nya dan beralih memegang kaki kanannya


tak lama Jimmy pun jatuh tersungkur ke lantai..


melihat hal itu mesya dengan cepat berlari menuruni tangga,,,


mesya menghampiri Bima dan mereka saling berpelukan,, mencurahkan rasa rindu dan kekhawatiran


"mas... aku takut" ucap mesya dengan air mata yang membanjiri nya


"tenang lah, sekarang kau aman" sahut Bima sambil mengelus Kepala mesya, memberikan nya kehangatan dan ketenangan

__ADS_1


__ADS_2