
masih dengan adegan saling tarik menarik
Xiao mey yang di tarik pun merasakan pusing, karena harus ke kiri, dan ke kanan,,,
tak tahan lagi,,, Xiao mey pun menghentikan pergulatan antara dua laki-laki yang sudah terbakar api cemburu
"stoooppp.... " teriak Xiao mey
mendengar teriakan Xiao mey, kaisar Jin dan kaisar Lin pun menghentikan aksi mereka
"sudah cukup,,, kalian membuat kepala ku pusing" Ujar Xiao mey sambil memegang Kepala nya
"maaf... " ucap kaisar Jin dan Lin bersamaan,
"Me'er, kau tidak boleh pergi... aku tidak mengizinkan mu pergi,,, " ucap kaisar Jin
"siapa kau melarang wanitaku,,,sekarang dia sudah tidak punya hubungan apa apa lagi dengan mu,,, dan kau tidak berhak atas dirinya" ujar kaisar Lin
"selama aku belum menandatangani surat perceraian, dia masih sah menjadi istri ku, permaisuri ku,,, " ujar kaisar Jin yang tak mau kalah
Xiao mey pun hanya menatap dua orang di depan nya yang sedang beradu mulut
"Xiao mey kau harus ikut dengan ku, kau sudah berjanji tadi,,, " kaisar Lin
"tidak,,,aku masih suamimu,, dan kau juga masih istri ku,, jangan pergi, ini perintah suamimu,,, " ujar kaisar Jin
kaisar Jin dan kaisar Lin pun menatap tajam ke arah Xiao mey
di tatap dengan tatapan seperti itu, membuat Xiao mey sedikit takut
"aku----- " Xiao mey
"uhuk uhuk... "
terdengar batuk seseorang
dari dalam kamar, ya... itu adalah suara ibu suri yang baru saja siuman
mendengar batuk ibu suri, semua mata pun tertuju ke arah pintu,,, mereka pun dengan cepat masuk ke dalam kamar
di dalam kamar
"ibu.... " Xiao mey
"Xiao mey.... " ucap Ibu suri dengan suara yang lemah
"apa yang sakit ibu? " tanya Xiao mey
"hati... hatiku sangat sakit... " ucap Ibu suri sambil memegang dada nya..
"aku akan memanggilkan tabib, " ujar kaisar Jin
"tidak perlu,,, " cegah ibu suri
"ibu, ibu istirahat saja,, kondisi ibu sangat lemah, jangan terlalu banyak berfikir" ucap kaisar Lin
"Xiao mey anakku, maaf kan ibu, karena tidak bisa mendidik anak ibu dengan baik,,, " ujar ibu suri
"tidak ibu, aku.... " Xiao mey
"Xiao mey anakku,,, jika itu adalah permintaan mu, maka aku akan mengabulkan nya,,, " ucap ibu suri sambil menggenggam tangan Xiao mey
"tidak,,, " teriak kaisar Jin
"Jin.. " ibu suri
__ADS_1
"ibu,,, kau tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga ku,,, " ucap kaisar Jin
"aku yang paling berkuasa di istana ini,, jadi semua keputusan ada di tangan ku,,, dan aku sudah memutuskan tentang perceraian mu,,, " ucap Ibu suri
"tapi ibu... " kaisar Jin
"nak, kau berani berbuat, maka kau harus berani bertanggungjawab, aku mengerti bagaimana perasaan Xiao mey ketika dia harus menghadapi penderitaan yang kau buat,,, jika kau menyesal maka itu adalah pembelajaran untuk mu " ujar ibu suri
"ibu, tapi aku kan sudah minta maaf, aku juga sudah mulai mencintai nya" ujar kaisar Jin
"kata maaf saja, tidak bisa menghilang kan luka di hati,,, bahkan jika luka itu hilang, tetap masih ada bekasnya,,, " ujar ibu suri
"ibu aku mohon... " ujar kaisar Jin sambil berjongkok memohon dan memelas
"maaf nak, ibu hanya menyetujui , semua keputusan ada di tangan Xiao mey
kaisar Jin pun menatap Xiao mey
Xiao mey yang di tatap pun hanya bisa menghela nafas panjang,,, sambil menatap ke arah lain
" Me'er....
"maaf, keputusan ku sudah bulat, tidak bisa di ubah... " ujar Xiao mey
mendengar hal itu kaisar Jin pun merasa kecewa
"maaf kan aku... " ujar kaisar Jin dengan lemas
ia sudah pasrah dengan takdir,,, sungguh kebodohan yang hakiki
"baiklah, besok aku akan menandatangani surat perceraian kita,,,, " ujar kaisar Jin sambil berdiri
"aku pergi,,, kalian jangan lupa makan,,, " ucap kaisar Jin sambil membelakangi mereka,
"ibu,,, " Xiao mey
"iya sayang? " tanya ibu suri
"apa dia serius? " tanya Xiao mey
ibu suri pun menggelengkan kepalanya
"ibu yakin dia tidak akan melepaskan mu dengan mudah,,, tapi ibu akan berusaha semampu ibu,,, itu adalah janji ku sebagai seorang ibu, " ujar ibu suri
"baiklah,,, " Xiao mey
"lalu kemana kau akan pergi setelah ini? " tanya ibu suri
"aku akan ikut dengan kaisar Lin.. " Xiao mey
ibu suri pun mengerutkan dahinya,, seakan tidak mengerti
"iya ibu,,, aku akan membawanya pergi bersamaku,, aku akan melindungi nya dan menyayangi nya... " ucap kaisar Lin
"apa? " tanya ibu suri
"apa yang sedang terjadi.? " tanya ibu suri lagi
"ibu, aku mencintai Xiao mey,,, aku membantu dia untuk terlepas dari kekejaman Jin,,, agar aku bisa bersamanya,,, " ucap kaisar Lin
"nak,apakah kau sudah memikirkan hal ini Matang matang? " tanya ibu suri kepada Xiao mey
Xiao mey pun menganggukan kepalanya
"apakah aku terlihat seperti seorang ibu yang egois?,, yang merelakan kebahagiaan salah satu anakku demi kebahagiaan anakku yang lainnya?" tanya ibu suri
__ADS_1
"ibu,,kau tidak egois, kau hanya ingin melihat anakmu bahagia,,, kau juga tahu salah satu anakmu telah berbuat salah kepada seorang wanita, yang tak lain adalah menantu yang sudah kau anggap sebagai putrimu sendiri,,,
sebagai seorang ibu, kau ingin melihat putrimu bahagia, meskipun bahagia nya bukan dengan pilihan mu,,, bukan kah kau yang telah memaksa mereka untuk menikah?, lalu kau bisa lihat sekarang, bukannya bahagia, tapi malah penderitaan yang di dapat "ujar kaisar Jin
mendengar hal itu Ibu suri pun terdiam,,, ia telah menyadari kesalahannya,,, seharusnya ia tidak memaksa mereka menikah
" baiklah,,, aku merestui hubungan kalian, tapi ingat,aku tidak memihak pada siapa pun , aku hanya memberikan restu,, biar bagaimana pun aku adalah seorang ibu, aku harus adil dalam mengambil keputusan untuk anak anak ku, "ujar Ibu suri
kaisar Lin Dan Xiao mey pun menganggukan kepala mereka , terlihat senyum yang mengembang di Bibir mereka..
di lain sisi
di kediaman kaisar Jin
terlihat barang barang yang berserakan di lantai,, banyak lampu yang lampu penerangan dan vas bunga yang pecah
terlihat seorang lelaki yang sedang terkulai lemas di depan meja dengan sebotol minuman di tangan nya
ya,,, kaisar Jin sedang mabuk,ia sangat marah karena Ibu suri telah menyetujui pengajuan perceraian nya
Zhao asisten pribadi sang kaisar, masuk ke dalam kamar,,, di lihat nya kamar, seperti kapal pecah
ia berjalan mendekati kaisar Jin
"yang mulia,,, " Zhao
"Zhao, kau sudah kembali,,, kenapa kau lama sekali,, aku sudah menunggu mu sedari tadi,,, " racau kaisar Jin
"yang mulia, ada apa? " tanya Zhao
"Zhao kau tahu, ibu telah menyetujui perceraian ku,,, bagaimana ini?" tanya kaisar Jin
"yang mulia, kau harus bersabar, jika kau di takdir kan dengan permaisuri,,maka kalian akan kembali bersatu " ujar Zhao
"jika aku tidak di takdir kan bersama dengan nya, bagaimana? " tanya kaisar Jin
"maka kau harus mengikhlaskan nya,,, coba lah untuk melupakan nya.. " jawab Zhao
"apa kau ingin mati? " bentak kaisar Jin
Zhao pun terkejut dengan suara kaisar Jin
"ma..maaf yang mulia,, " ucap Zhao
"jika takdir tidak menyatukan kita,,, maka aku akan membuat kita menyatu dengan caraku sendiri,,, aku dan dia akan tetap bersama,,, hanya dia,,, " ucap kaisar Jin yang meracau
"yang mulia.... " Zhao
"diam,,, Zhao jika kau mengira aku benar-benar menceraikan nya, maka kau salah... aku hanya memberikan nya waktu untuk nanti kita bisa kembali " ucap kaisar Jin yang semakin meracau dan sempoyongan
"maksud yang mulia? " tanya Zhao
"aku akan....
-
-
-
-
-
hayo pada penasaran kan, ayo ikuti terus kisahnya,, bagi kalian yang ingin menanggapi cerita nya, author dengan senang hati akan mendegar kan nya,, kita disini sama sama belajar ,,,
__ADS_1