
“ahahahahha”
Pak James tertawa mendengar jawaban Laura.
Pak james memang memiliki gaya kepemimpinan yang santai tetapi tidak diragukan lagi setiap keputusan yang diambil berhasil membawa nama Sma Santo terkenal.
Karena berada dalam kepemimpinan Pak James lah maka SMA Santo walaupun memiliki uang Sekolah yang mahal tetapi itu berhasil membuat para orang tua yang mampu maupun tidak , berlomba lomba untuk memasukkan anaknya untuk sekolah di SMA ini.
Jawaban Laura dan tawa Pak James berhasil merilekskan badan para siswa yang sempat tegang, dan suasana menjadi hangat sesuai harapan Pak James.
“Bagus, maka kamu harus gemuk pulang dari sini yahh?”
Pak Santo bukannya marah tetapi semakin ikut menggoda Laura.
“Widihhh gemuk dong sayanya pak, nanti kan tidak langsing lagi, eheheh”
Laura menjawab lagi tanpa rasa malu ataupun sungkan, karena memang Laura memiliki sikap enak untuk di ajak bercanda , makanya dia terkenal di seluruh desa tempat dia dibesarkan.
“Ahahahha, “
__ADS_1
anak anak yang lainnya tertawa mendengar jawaban Laura yang PD abiss.
“Tenang, kamu tidak akan gemuk, karena setiap pagi mulai besok diwajiibkan mengikuti olah raga pagi.”
Dengan nada lembut Pak James kembali menimpali.
“Asik itu pak, maka dari itu jangan pernah marah kalau saya menguras kantong bapak, ehehehe”
Laura terkekeh dan bertekad untuk tidak ragu lagi menghabiskan makanan dan memakai semua fasilitas yang ada tanpa ragu.
“ahahahah, tidak akan nona manis, silahkan kuras kantong saya, siapa namamu nona manis?”
“Laura Justin pak, panggil saja saya Laura si Permata Desa xixixixi”.
Bukan Laura namanya kalau dia tidak percaya diri, Laura tidak akan pernah malu membawa gelar yang telah diperoleh dari desanya.
Jawaban Laura membuat seorang pemuda yang sedang berdiri tepat di belakang Pak James terkejut, pemuda itu menatap lekat wajah Laura dan seakan mengingat ingat sesuatu.
“Laura si Permata Desa, ahahah, gelar yang indah, baiklah si Permata Desa, bapak berharap nilaimu tidak mengecewakan di Perlombaan ini.”
__ADS_1
Pak James menekankan Permata Desa karena dia penasaran apa yang membuat Laura dengan tidak tahu malunya mempekenalkan gelarnya.
“asiappp Pak.”
Laura menegapkan badannya dan mengangkat tangannya ke dahi sebelah kanannya dan memberikan hormat kepada pak James dan tentunya di balas dengan senyum anggukan dari Pak James.
Pak James mengawali narasinya dengan pertanyaan yang mudah, dan berhasil mengubah suasana yang serius menjadi santai, memang itu tujuan Pak James.
Satu jam penuh mereka berada di aula pertemuan, dan tentunya itu tidak membosankan karena pak James menyempilkan lelucon di selah selah narasinya, dan dengan Santai juga Pak James memperkenalkan setiap peserta beserta Kepala sekolah yang hadir dan Pak James juga menjelaskan tentang semua fasilitas yang bisa dipakai secara Cuma Cuma.
Sehabis rapat semua peserta bubar, begitupun dengan Laura dan teman teman nya, karena hari ini adalah hari ekstrakulikuler maka Laura dan teman teman satu sekolah sepakat menuju Perpustakaan yang ada, mereka ingin menyedot semua isi buku buku yang ada di Perpustakaan itu.
“Laura Justin.”
Tiba tiba seorang pemuda memanggil Laura.
Laura menoleh dan melihat pemuda yang memanggilnya, dan dia tiba tiba ingat bahwa pemuda ini adalah ketua OSIS Sma Santo, hanya saja Laura lupa siapa namanya.
Kenapa laura tahu pemuda ini adalah Ketua Osis tentu saja karena Pak James memperkenalkannya ketika briefing tadi.
__ADS_1