Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Minta Ijin Keluar...


__ADS_3

“Baiklah lanjut la lanjut aku pergi dulu, jangan ada yang merindukanku nantinya.”


Laura mengibaskan rambutnya dan sedikit kesal karena diabaikan.


Awalnya dia berniat mengajak mereka tetapi sayangnya, daya tariknya hari ini tidak melebihi daya Tarik buku yang ada di perpustakaan internasional ini.


Laura keluar dari perpustakaan dan menemui Pak Darma yang sedang berada di suatu ruangan, Laura mengetahui ruangan ini karena dia telah bertanya kepada security yang ada.


tok tok tok..


Laura mengetuk pintu yang ada.


“Masuk”.


Terdengar suara mempersilahkan dari dalam, dan Laura pun mendorong pintu itu.


Betapa kaget nya dia, karena ternyata tidak hanya Pak Darma yang ada di ruangan tersebut, tetapi ada juga Pak James dan beberapa orang kepala Sekolah yang sedang berkumpul.


“Ehh rame yahh, maaf maaf pak saya mengganggu, eheehhee, silahkan dilanjut pak”.


Laura malu dan ingin segera pergi dari tempat itu, dalam sekali tarikan napas dia mengakhiri perkataannya dan ingin menutup pintu kembali.


“Ada apa Laura?”


Pak James menangkap maksud hati Laura dan dia bertanya dengan lembut. Sedangkan Pak Darma dan kepala sekolah lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Laura.


Wajah Laura memerah dan ingin sekali dia menggali lobang untuk menyembunyikan wajahnya, betapa memalukan sekali.  (Akhirnya tahu malu juga toh Laura) Penulis ingin sekali mengatakannya ^-^

__ADS_1


“Itu pak saya ingin berbicara dengan Pak Darma, bolehkah saya mendapatkan ijin bapak?”


Laura memberanikan diri, walau wajahnya sudah sangat memerah tetapi dia menguatkan hatinya untuk mengatakan niatnya.


“Kamu mendapatkan ijin.”


Pak James tersenyum melihat Laura, dia tahu bahwa Laura tengah malu.


“Makasih makasih banyak Pak”


Laura membungkukkan badannya dan berterimakasih yang dibalas anggukan dan senyuman dari Pak James.


Pak Darma bangkit berdiri dan menemui Laura di luar ruangan, mereka berjalan sedikit dan menjauh dari ruangan itu.


“Ada apa Lara?”


“ahh sebentar sebentar pak, hampir saja jantung copot tadi”


hu hah hu hah


Laura menarik napas dalam dalam dan menetralkan detak jantungnya kembali.


Pak Darma terkekeh kecil dan merasa lucu.


“Itu pak, saya ingin minta ijin olah raga di sekitaran sekolah boleh?”


Akhirnya Laura bisa mengungkapkan niat hatinya?

__ADS_1


“Kenapa harus di sekitaran sekolah, didalam sekolah ini kan ada lapangan yang luas buat berlari Lara?”


Pak Darma mengeryitkan dahinya dan mengkhawatirkan niat Lara.


“Itu benar sekali pak, hanya saja saya ingin mencuci mata, lagian saya telah bertanya kepada security tadi, katanya sekitaran sekolah aman buat lari pak, karena sekolah ini berada di kawasan perumahan elit pak, eheheeh”


Laura melanjutkan negosiasinya dan mengerti akan kekhawatiran pak Darma, makanya dia menenangkan hatinya.


Tentu saja Pak darma tidak akan percaya begitu saja. Dia memanggil petugas kebersihan yang ada di sekitaran dan memastikan pernyataan Laura.


“Baik, tetapi tidak boleh terlalu lama, pukul 18.00 harus sudah disini.”


Setelah mendapatkan konfirmasi, pak Darma mengijinkan Laura keluar dan tentu saja menegaskan satu dua hal demi kebaikan Laura.


“Siap behh.”


Dengan sikap hormat Laura menjawab Pak Darma.


“Baiklah baiklah , bapak percaya Laura pasti akan bisa jaga diri.”


Pak Darma mengelus kepala Laura dan memanjakannya.


Laura menunduk dan berlari dengan semangat meninggalkan pak Darma yang masih terdiam melihat punggungnya.


“Kenapa terburu buru begitu anak ini”.


Pak darma menggeleng gelengkan kepalanya, pasrah melihat tingkah Laura yang telah dianggapnya anak ini.

__ADS_1


.,......


__ADS_2