Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Janji Aditia


__ADS_3

Dalam diam Lara tetap memandang wajah kedua orang tua yang sangat dikasihinya. Satu jam bahkan hampir dua jam Lara setia dengan posisi yang sama, dan selama itu juga Aditia setia menemani Laura, walau hanya diam disisi Laura setidaknya dia ada buat Laura.


Laura mengadahkan wajahnya ke atas, dia bisa melihat rahang tegas yang terdiam tanpa mengganggunya, merasa gadis dipelukannya sudah tenang Aditia pun menurunkan pandangannya dan melihat Laura, dia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Laura, dia menatap Laura dan seakan mengatakan janji dari dalam lubuk hatinya, kalau dia tidak akan membiarkan permata kecilnya meneteskan air mata nya lagi, tidak akan, ntah disebabkan oleh apapun Aditia berjanji itu tidak akan terjadi lagi.


Laura yang tidak mengetahui janji diam Aditia memejamkan mata mencari ketenangan dalam pelukan Aditia dan tertidur, dia merasa kelelahan setelah menangis sejadi jadinya.


Tanpa ingin membangunkan Laura, Aditia menggendong Laura, kedua tangannya yang kokoh mengangkat bahu dan paha Laura dan berjalan meninggalkan rumah lama penuh kenangan itu.


........


Keesokan paginya sinar matahari menembus tirai mengganggu sepasang mata yang masih setia terpejam.


Laura terusik dan perlahan lahan membuka matanya.


Dia terbangun lalu terduduk karna melihat kamar yang terlihat asing baginya, kamar dengan nuansa putih abu membuat kesan gentle dan meninggalkan kesan damai tersendiri yang tidak bisa diungkapkan Laura dengan kata kata, ruangan itu sangat rapi , bersih dan teratur, sekilas dapat diketahui bahwa pemilik kamar sangat mencintai kebersihan.


Laura bangkit dan membuka tirai balkon, dia membuka pintu yang mengarah ke balkon dan melihat pemandangan yang sangat indah.


Dari balkon ini dia bisa melihat pemandangan yang sangat indah, rumah yang dikelilingi bunga dan tanaman berbagai macam, itu sangat indah, bahkan udara pagi ini sangat segar membuat hati Laura lega dan damai, dia bisa melihat beberapa aktifitas pelayan yang sedang menyirami dan menyapu tanaman , itu sangat menyenangkan.


Aditia telah selesai melakukan aktifitas lari paginya. Dia berencana mandi dan menyegarkan diri.


Aditia mengetuk pintu kamarnya beberapa kali, mendengar suara ketukan, Laura bergegas meninggalkan pemandangan indah itu dan berjalan membuka pintu.


Laura membuka pintu dan melihat sosok tampan yang masih berkeringat, walau berkeringat tapi itu menambah nilai ketampansn diwajah Aditia yang tidak dapat diungkap dengan kata kata.


"kakak".


Laura menyapa Aditia.


" ya".


melihat wajah Laura yang berseri merah , Aditia tahu bahwa Laura tidak dalam kesedihannya lagi, dan dia merasa lega melihat keadaan Laura, tapi wajahnya tetap datar tanpa menampilkan jejak apapun.


Melihat Aditia yang tidak mengucapkan apapun selain kata , ya, Laura menarik napas, wajah ini benar benar sangat irit dalam bicara.


" Kak, ada keperluan apa? "

__ADS_1


Laura memiringkan kepalanya dan bertanya pada Aditia bingung.


"Kaperluan ? "


Aditia malah bertanya balik, dia masih terpaku melihat wajah bersinar Laura, dan dia tidak dapat menguasai hatinya.


" Ia, ada apa kakak mengetuk pintu? "


Laura yang tidak mengertipun bertanya lagi


" ehem, itu , aku hanya memastikan apakah Lara sudah bangun dan bersiap siap, kalau sudah ibu menunggu di meja makan, dan kakak akan mandi dan setelahnya mengantar Laura ke sekolah. "


percayalah itu adalah ucapan terpanjang yang bisa Aditia keluarkan.


" Sekolah, astaga, aku masih diluar, aku lupa memberitahu kepala sekolah, astaga kenapa aku melupakannya !.


Laura panik, dan mengingat kalau seharusnya dia tidak boleh keluar terlalu lama , karna ia ijin keluar hanya sebentar.


" Tenang saja, kakak telah memberitahu pihak sekolah, sekarang Laura turunlah, ada yang menunggu di bawah. "


Laura keluar dan Aditia masuk ke kamar ingin mandi dan bersiap siap.


Ya Laura ternyata tidur dikamar Aditia sedangkan Aditia sendiri tidur di tuang kerjanya., bukan karena tidak ada kamar tamu tapi karna mendadak jadi tidak sempat meminta bibi untuk membersihkan kamar tamu.


Dan memang Aditia masih memiliki pekerjaan kemarin malam jadi lebih memilih untuk tidur di tmpat tidur ruang kerjanya.


Sesampainya dibawah Laura melihat sahabatnya Sintia sedang duduk bingung.


" Sintia, kamu disini, apa yang kamu lakukan disini? "


Laura menghampiri dan memeluk Sintia.


" Laura kamu baik baik sajakan,? kamu membuat kami mengkhawatirkanmu karna kamu tak kunjung pulang, untungnya pihak sekolah menemui pak Darma dan memberitahu kalau kamu ijin menginap dirumah keluargamu, kalau tidak kami semua bertekad keluar mencarimu".


Sintia melihat Laura dari atas kepala sampai keujung kaki, bahkan memutar tubuh Laura memastikan bahwa sahabatnya baik baik saja.


Melihat kekhawatiran Sintia, Laura tersenyum.

__ADS_1


" Aku baik baik saja, maaf kan aku tidak membri kabar, aku kelelahan jadi aku ketiduran. "


Laura menggaruk pipinya yang tak gatal dan merasa bersalah telah membuat kepala sekolah dan teman temannya khawatir.


.........


Monica melihat intraksi kedua sahabat itu dan sangat bahagia, dia lega karna Laura punya sahabat yang sangat mengasihi Laura.


" Nak nanti dilanjut mengobrolnya, Laura mandi dan ganti baju dulu habis itu makan, tante sudah siapkan sarapan. "


"Makasih banyak tante, ini Sintia, sahabat Laura yang paling bawel. "


"Apa sih Laura"


Sintia mencubit Laura dan tidak terima dibilang bawel.


" ahahah, bibi sudah berkenalan tadi, sudah,


sekarang Laura mandi, buat nak Sintia mau mengikuti Laura atau kedapur menemani tante, tante sudah menyiapkan cemilan pagi. "


Monica tertawa puas melihat mereka.


"Sintia ikut tante saja , lagian Laura uda gede jd ga perlu ditemani lagi. "


Sintia berkata sambil menjulurkan lidahnya nakal.


"ihhh bilang aja kamu tidak mau menolak makanan enak,"


Laura menjelaskan dengan kesal.


" ahahahha memang sahabatku yg paling mengerti aku, kalau bgt bye bye Laura, mandi yang bersih yahh, itu pakaian mu sudah kubawakan , tidak usah bilang trimakasih, wleek. '


Sintia berlari kedapur meninggalkan Laura yang sedang kesal.


"ya sudah Laura bisa mandi di kamar tamu ya nak, kamarnya sudah dibersihkan, semua peralatan mandi sudah tersedia didalam. "


Monica mengarahkan kamar tamu yang sudah dirapikan agar Laura dapat membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2