Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Membuat Kagum dan Cemburu


__ADS_3

Flash Backk Off...........


Kembali ke Ruang makan keluarga Delores tepat ketika mereka sedang sarapan pagi.


Setelah mengatakan keinginannya, dan setelah mendapatkan cerita dari Monica tentang masa lalunya, Laura merasa lega, ia sekarang sadar bahwa ia tidak sendiri, ia punya keluarga yang selalu menyayanginya dalam diam.


Senyum manis Laura terbit dan melihat jam akhirnya Laura, Sintia dan Aditia pamit undur diri dengan mencium tangan Delores dan memeluk Monica.


"Mama apa bisa aku memanggil seperti itu?, " Dengan suara rendah Laura memohon dalam pelukan Monica.


" Tentu saja sayang, sangat sangat bisa, ia kan pa?," Monica sangat senang dipanggil mama oleh Laura dan Delores juga menampilkan senyum hangat yang sangat manis mengangguk tanda setuju.


"Bertemu papa mama hari ini membuat aku sangat bahagia, Lara tidak sendirian lagi ma, pa, selama ini Laura merasa hanya memiliki ibu Nurti sebagai keluarga, tapi ternyata masih ada papa mama, kak Adit dan yang lain juga, terimakasih karena telah membiayai kehidupan Laura selama ini, Laura tau itu pasti papa mama kan yang membiayai Laura dan ibu Nurti selama ini?? "


Monica menegang, dan Delores hanya terdiam kaku, ' ternyata putri permata kecilku memanglah sangat pintar, huhh aku tak sabar melihatnya semakin bersinar lagi, batin Delores'.


" ck jadi selama ini kamu menipu kami Lara, kamu bilang aku salah satu keluargamu, Pak Darma ,para ibu Guru dan teman teman yang lain juga, ternyata itu semua bohong? "


Sintia meninggikam suaranya marah, huhh dia merasa tertipu.


" sia sia selama ini aku memganggapmu saudara ck ck ck, "


" ahahahhaha kalian tetap saudaraku tenang saja, ohh ya papa mama Lara pergi dulu yahh bye, nanti malam Lara kesini lagi dan berharap ketemu papa mama yang lain, ehehhe, Lara berlari menjauhi Sintia sambil menarik Aditia. ( Lara berjanji lagi , apakah akan ditepati kali ini?? hmmm!).


Melihat suasanya yang sudah tidak kaku lagi Sintia tersenyum, dia hanya tidak suka melihat Laura bersedih, dia ingin selalu melihat sahabatnya yang penuh energi dan tidak pernah lowbet.


" Laura sangat beruntung memilikimu Sintia, sampai kapanpun tante berharap kalian selalu seperti ini, "


Monica menghampiri Sintia dan memeluk Sintia hangat.


" Laura membutuhkan mu nak, tetap awasi dia buat om yahh, " . Delores juga menyentuh kepala Sintia, Delores tau Sintia bner bner tulus menyayangi Laura.


" hmmm itu sudah menjadi bagianku om tante, mau bagaimana lagi, ntah dosa apa yang kulakukan dimasa lalu kepadanya, hingga aku harus membayarnya di masa ini, ahahha".


Sintia , Delores dan Monica tertawa bersama.


"My girl ayuk kemari, jangan bilang kamu mau meminta uang jajan?, "


"aku tidak meminta tapi diberi wlekkk".

__ADS_1


" idihh,......


" sudah sudah, Sintia hanya bercanda kalian berangkat saja, tapi ingat pesan om kalau kalian memenangkan pertsndingannya, om akan beri hadiah tambahan khusus untuk kalian. "


" bneran om?? "


" asikkkk , papaku hebat, smua teman teman Lara yg lain juga dapat kan pa? "


" ia itu sudah pasti"


"asikkkk, Sintia pamit om tante, "


" Laura pamit papa , mama"


Akhirnya Adita melajukan mobilnya dengan Laura disebelah kirinya dan Sintia dikursi belakang, jangan tanya mengapa sudah pasti itu ulah Aditia.


.............


Di depan gerbang sekolah sudah terlihat Hans yang sedang menunggu.


Melihat kedatangan Laura dan Sintia, Hans pun membawa mereka berdua menemui teman satu sekolah mereka.


Mereka cemburu dan terpukau disaat yang bersamaan, cemburu karena pangeran mereka berjalan dan tersenyum kepada gadis lain, terpukau karena mereka bertiga bak selebritis yang sedang lewat.


"Epribadehh Permata kalian tiba", suara cempreng Laura menarik perhatian bapak, ibu guru dan tman tman sekolah Laura,


Pak Darma melihat jam tangan dan melihat Laura serta Sintia, " pantesan tidak telat, bapak kira ada angin apa, ehhh ternyataa,, ... Sintia terimakasih nak, kamu telah bekerja keras, ".


Laura: .... ( *_*)


Sintia , guru dan tman tman yang lain : ahahahahhahahha


Hans tersenyum kepada Pak Darma dan memohon ijin pamit.


Tiba tiba Pak Darma menarik telinga Laura,


" Aduh aduh pak, sakit sakit, lepas pak lepas nanti copot, "


Laura mengaduh kesakitan.

__ADS_1


" Kenapa lupa memberi kabar lagi kmarin malam, kalau seandainya Pak James tidak menemui bapak, kami nekat mau mencarimu, apa susahnya memberi kabar, "


Pak Darma berceloteh panjang kepada Laura, dia kesal dan khawatir karena sempat tidak melihat Laura kembali.


" Ya maaf pak, kan Laura ga punya Hp eheheh, tapi tenang saja Laura punya kabar bahagia, Lara yakin pasti bapak bahagia, kalau kita memenangkan pertandingan ini, maka kita akan mendapatkan hadiah tambahan dari yang empunya sekolah ini pak, ehehhe bapak bahagia kan, bahagia kan? "


"A .. a pakah benar ? "


Pak Darma bahagia mendengarnya, karena ia tahu Lara tidak pernah berbohong, jika dikatakan dia hanya si tukang ingkar janji saja,.


" Pak masalah tidur diluar tanpa kabar pak, ". Ibu guru menyadarkan pak Darma kembali, memang ketika diperhadapkan dengan Lara , membutuhkan orang ketiga sebagai pengingat kalau tidak Pak Darma akam melupakan tujuan setiap kali ingin marah.


" ah benar, Lara tetap bapak hukum dengan mengikuti perlombaan lari jarak pendek mewakili sekolah, kita juga harus mengikuti beberapa kegiatan, tidak peduli menang kalah yang pasti kita ikut berperan". Pak Darma akhirnya sukses mengatakan pemikirannya,


Awalnya mereka tidak akan mengikuti kegiatan olah raga, tapi setelah berpikir ulang tidak salahnya ikut berperan dalam kegiatan yang sederhana, seperti lari jarak pendek, melukis, berenang, pokoknya kegiatan yang tidak memerlukam tim mereka bisa mengikutinya.


" hah, Sintia bagaimana? "


" Aku sudah memilih bernyanyi, siapa suru kamu tidak kembali, lagian ya olah raga ini sangat cocok denganmu yang suka berlari dari janji janjimu, huh, ".


Sintia menunjuk dahi Lara kesal.


" Lalu Kak Nayla? "


" Aku berenang, hanya lari dan melukis yang masih kurang, jadi sudah pasti itu bagianmu, sudah tidak boleh membantah",


Nayla si sekretaris osis memberi ultimatum.


"Ya sudah, Nayla tolong bacakan kegiatan hari ini, Pak Darma memutus pembicaraan mereka.


" Hari ini kita ada banyak kegiatan tapi yang kita ikuti hanya dua yaitu bernyanyi dan melukis, bernyanyi dimulai jam 08.00 pagi ini dan selesai jam 11.00, dan melukis 11:30 di gedung yang sama",


"baik kita segera kesana, buat Sintia dan Laura siapkan diri kalian, untuk segala peralatan dan keperluan akan disediakan panitia, untuk berenang, berlari dan lompat jauh akan diadakan besok jadi kita bisa istrahat sebentar.


"Siap pak".


mereka segera menuju ruangan pentas untuk bernyanyi dan melukis, karena itu terletak dalam satu gedung hanya beda ruangan saja.


Walaupun begitu banyak kegiatan yang dilakukan, tapi SMA Santos tidak kacau sama sekali karena ada banyak tenaga panitia dan ada layar besar di setiap jalan yang memungkinkan semua orang bisa melihat setiap penampilan yang dilombakan, dan hari ini khusus perlombaan seni.

__ADS_1


__ADS_2