Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Permata Desa


__ADS_3

Lara melompat memeluk ibunya dan wajahnya yang memerah menunjukkan betapa bahagianya dia dan tidak mempedulikan omelan Nurti.


“Ibu akhirnya aku memiliki kesempatan menginjak kota, dari sekolah aku terpilih untuk mengikuti lomba mata pelajaran Fisika, dan tempat lomba diadakan itu sangat dekat dengan rumah yang ibu ceritakan, akhirnya aku bisa melihat rumah itu lagi ibu, aku sangat tidak sabar lagi hendak kesana.”


Lara dibesarkan oleh pengasuhnya Nurti dan Nurti membesarkannya seperti putri kandungnya sendiri, dengan menjual cincin pemberian Marta Su dia membesarkan Laura Justin, sehingga membentuk Laura yang mandiri dan cantik.


Laura sendiri bukanlah gadis pemalas dia sangat suka melukis dan beberapa hasil lukisannya telah terjual dan itu sangat membantu Nurti dalam memenuhi kebutuhan Lara.


Sejak umur 7 tahun Lara menginjakkan kakinya di sekolah SD telah banyak kejuaraan yang diikuti dan itu sukses membuat nama Lara terkenal di Desa tempat dia dibesarkan, banyak pemuda yang menyukainya tetapi Lara hanya menganggap mereka semua teman, bahkan tidak sedikit pemuda tampan yang patah hati dibuatnya.


Nurti tidak menceritakan tentang Aditia yang menyukainya , Nurti hanya menceritakan tentang kedua orang tuanya yang sukses tetapi sederhana.,

__ADS_1


Nurti menceritakan tanpa ada satupun yang disembunyikan dan itu berhasil membuat batin Lara berteriak ingin melihat rumah peninggalan kedua orang tuanya.


Beberapa hari yang lalu Lara mendengar bahwa sekolah akan mengadakan Lomba Bidang Studi di kota itu, dan Lara mengeluarkan Ipadnya mencari keberadaan tempat Lomba dan betapa bahagianya dia ketika mengetahui bahwa tempat diadakan lomba adalah di salah satu sekolah internasional yang berjarak sangat dekat dengan rumahnya.


Nurti tersenyum tetapi tidak bisa dipungkiri dia menghawatirnya permata majikannya ini. “Ndok apakah Lara yakin mau kesana, Ibu takut apa apa terjadi samamu ndok.”


“Ibu tenang saja ada guru yang membimbing dan ada teman teman yang akan menemani Lara bu, Ibu percaya sama Lara yahh.”


Desa tempat Laura dibesarkan adalah desa kecil yang jauh dari kecamatan, bahkan jarak sekolah Laura dengan rumahnya harus ditempuh satu jam dengan berjalan kaki atau setengah jam dengan bersepeda. 


Pihak sekolah memberitahukan bahwa keberangkatan akan dilakukan pada hari minggu. Jadi dari pagi Laura telah membantu ibunya agar ketika pergi Nurti tidak kewalahan menjemur rumput laut hasil tanaman mereka.

__ADS_1


Mereka tidak kekurangan apapun bahkan Nurti mempekerjaan beberapa bawahan hal itu terjadi karena Nurti sangat pekerja keras, ia mengerjakan apapun yang menghasilkan uang, dan tentu saja dibantu dengan hasil penjualan Lukisan Lara yang tidak sedikit sehingga keluarganya termasuk keluarga yang mampu di desa itu,.


Bahkan dengan hasil menjual lukisannya Lara mengikuti banyak sekali kursus dan Bimbel sehingga tidak diragukan lagi Lara salah satu gadis jenius di kotamadya tempat dia dibesarkan.


Banyak yang menjadikan Lara sebagai gadis panutan tetapi hal itu tidak menjadikan Lara sombong bahkan dengan senang hati dia akan membantu siapapun yang membutuhkan bantuan.


Hari ini si Permata Desa akan pergi ke kota tempat kelahirannya dan kebahagiannya itu tidak dapat dia sembunyikan.


Dengan riang Lara mengayuh sepedanya menuju sekolah tempat mereka berkumpul, hampir setiap orang yang bertemu Lara menyapanya, dan dengan senang hati Lara membalas sapaan mereka.


...

__ADS_1


__ADS_2