Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Laura Lapar


__ADS_3

Monica sangat sedih melihat keadaan puteranya, ingin sekali marah tapi tak sanggup, ingin sekali berteriak namun teriaknya hanya bisa ditelannya.


Monica juga kehilangan berat badannya karena terlalu sedih.


Pihak dokter hanya mampu memberikan infus dan memasukkan glukosa cairan ketubuh Aditia, pipi yang semula gemuk dan cabi itu kini menciut dan mengurus.


Delores melihat keluarga sahabatnya sedang menemani Monica dan Aditia, maka dia pun pergi menjauhi rumah sakit, melihat kepergiannya ketiga pemimpin keluarga pun menyusul dan meninggalkan anak istri mereka untuk saling merawat satu sama lain.


Wijaya menghentikan Delores yang akan melajukan mobilnya, Wijaya menyuruh Delores berpindah ke kursi penumpang dengan tatapannya, dan Wijaya yang akan mengemudi.


Karena merasakan kelelahan dan tekad yang dasyat akhirnya Delores pun menarik napasnya dan mencoba berkompromi, Deloras mematikan mobil dan berpindah ke kursi penumpang.


Tanpa menunda waktu Wijaya masuk dan duduk dikursi pengemudi, dari kaca depan dia bisa melihat kedua sahabatnya juga telah duduk di kursi belakang.


Empat pemimpin keluarga besar dikota itu bersatu mencari kebenaran.


Wijaya mengemudikan mobilnya tenang dan dengan kecepatan tinggi, Wijaya dulunya adalah pembalap mobil yang terkenal didunia malam, jadi tidak diragukan lagi kecepatannya.


Rangga fokus ke layar macbooknya, bisa terlihat di layar banyak sekali kondisi jalan dan keadaan di berbagai tempat. Rangga adalah seorang hacker yang sangat hebat, walau sudah lama tidak mendalami kemampuannya ini tapi itu masih sangat dapat diandalkan dikondisi kritis.


Setya sedang membongkar pistol dan pisau pisau senjata rahasia kesayangannya, Setya membelai mereka dan merasa sudah sangat lama tidak menggunakan mereka, namun saat ini reunian terjadi dan Setya membongkar brankas yang terdiri dari senjata senjata tajam dan mematikan.


Setya berasal dari keluarga militer jadi semua senjata yang dimiliki itu sah dan memiliki surat surat resmi.


Sedangkan Delores sedang menutup mata, walau terlihat dia seperti tertidur namun sesungguhnya Delores sedang merencanakan strategi strategi yang akan mereka ambil dan tempuh. Dia bertekad kalau hari ini kebenaran itu akan nyata.


Dalam diam mereka menuju ke lokasi terjadinya kebakaran, ini sudah hari kesepuluh dan polisi sudah menghentikan pencariannya dan tempat ini terlihat sepi dan berantakan.

__ADS_1


Sesampainya di Villa mereka melihat ada banyak sekali tanda pembatas dari pihak kepolisian, dan masih terlihat beberapa polisi yang sedang menggali informasi. Tentu saja polisi polisi itu adalah bawahan Setya dan mereka tidak meninggalkan setitik jejak pun yang terlewatkan, karena hampir semua aparat kepolisian mengenal keluarga militer Setya yang selalu mengabdi kepada negara.


Bukan hanya karna keluarga Setya saja, akan tetapi aparat kepolisian juga mengenal Keluarga Justin, Delores, Wijaya dan Rangga, karena ekonomi kota mereka bisa meningkat tidak lepas dari campur tangan keempat keluarga ini.


Sebelum turun dari mobil, Setya membagikan beberapa senjata kepada Delores ,Rangga dan Wijaya, bahkan kamera dan alat pendengar tersembunyi juga dibagikan kepada sahabat sahabatnya itu.


Delores, Wijaya dan Setya turun dari mobil, sedangkan Rangga berpindah ke kursi pengemudi dan tetap memantau macbook canggihnya, dia akan memantau pergerakan sahabat sahabatnya dari mobil.


Mobil ini sendiri telah dilapisi dengan baja anti peluru, sehingga itu sangat aman untuk dijadikan perlindungan, Wijaya sendiri memarkirkan mobilnya ditempat yang tertutup dan itu sangat sulit ditemukan.


Delores, Wijaya dan Setya tidak bergabung dengan petugas investigasi, melainkan mereka berpencar dan hilang di telan kegelapan malam.


Hanya Rangga yang dapat melihat posisi ketiga sahabatnya, dengan bermodalkan senter dikepala Delores , Wijaya dan Setya menyusuri wilayah itu.


Hari semakin larut dan akhirnya Tuhan menolong mereka, Setya menemukan jepit rambut ditengah tengah rerumputan dan itu sangat jauh dari lokasi kebakaran, Setya dapat melihat jepit rambut itu dikarenakan jepit rambut itu adalah milik Laura dan itu terbuat dari Permata Biru Lazurid yang akan bersinar ditengah malam dan semakin bersinar jika terkena sedikit cahaya.


Sambil menggenggam jepit rambut itu erat dia memberi tahu kabar baik ini kepada sahabat sahabatnya. Dengan bantuan Rangga akhirnya mereka bisa bertemu dilokasi tempat permata itu ditemukan.


Bahkan Rangga segera melajukan mobilnya mendekati lokasi Setya dengan Delores dan Wijaya yang telah kembali ke mobil, setelah sebelumnya mereka memang benar benar berpencar ke arah 4 arah mata angin.


Setelah melanjutkan pencarian mereka mengatur strategi kembali, dan bahkan menyusuri jalan jalan setapak yang mungkin saja bisa dilewati manusia yang sedang membawa bayi.


Dengan kehati hatian mereka berajalan dan menemukan gubuk kecil ditengah hutan.


Dari kejauhan mereka bisa mendengar suara bayi menangis , tanpa ragu mereka mempercepat langkah namun tetap waspada menuju gubuk,


Wijaya langsung memanjat pohon dekat gubuk guna memastikan keadaan sekitar aman,

__ADS_1


Setya langsung bersembunyi di antara pepohonan dan senapangnya siap sedia membidik dan menembak jika ada gerakan atau sesuatu yang mencurigakan.


Rangga mengikuti Delores menuju gubuk dan matanya selalu menatap kesegala arah dengan pistol kecil yang siap ditembakkan ditangannya.


Delores berjalan cepat menuju pintu gubuk dan mencoba mendengar pergerakan di dalam gubuk.


Delores membuka pintu gubuk dengan pelan setelah memastikan tidak ada pergerakan aneh dari dalam gubuk.


Setelah pintu terbuka, Delores bernapas lega karena didalam gubuk hanya ada ibu pelayan Laura yang sedang tertidur dan sedang menggendong Laura yang sedang menangis.


Delores mendekati mereka, sedangkan Rangga berjaga di pintu gubuk, Rangga juga sudah sedikit lega melihat Laura dalam keadaan hidup.


Mencium wangi yang familiar, Laura terdiam dalam gendongan Delores, dan Bibi pelayan Laura masih setia terlelap tanpa merasa terusik dengan kedatangan Delores,.


Delores menyentuh dahi pelayan itu, dan ternyata Nurti sedang demam tinggi, Delores segera meminta Rangga untuk mengangkat Nurti ke dalam mobil.


Delores Sendiri menggendong Laura dan beberapa tas yang dibawa oleh Nurti, setelah memastikan bahwa tidak ada barang berbahaya didalam tas dan didalam gubuk mereka pun pergi dan menutup kembali pintu gubuk itu.


Melihat Delores dan Rangga yang masing masing berjalan dengan menggendong Laura dan Nurti, Setya mendekat dan membantu Delores membawa beberapa tas bawaannya.


Wijaya Sendiri segera turun dan mengikuti ketiga sahabatnya di belakang, Wijaya tetap stand by , kalau kalau ada bahaya yang mendekat.


Sesampainya di mobil Delores mengecek pampers Laura dan itu masih kering, namun apa yang menyebabkan Laura menangis??.


Setya membuka tas yang dibawa nurti dan menemukan beberapa botol Asi yang ditaruh di termos beku. Setya kemudian mengambil Termos yang berisi air panas dan menuangkannya di mangkuk kecil, kemudian Setya memanaskan susu dingin itu.


Dirasa susu telah menjadi hangat, Setya meminumkan botol susu itu kepada Laura, dan tanpa ragu Laura menyedot isi botol dengan lahap.

__ADS_1


Hufttt... Ternyata Laura lapar saudara.


__ADS_2