
Seperti hari ini, Lara berjanji akan membawakan Sintia cemilan yang dibuat oleh ibu Nurti, Lara memang telah menyiapkannya dan menaruhnya di rantang untuk dibawa dan dapat dimakan saat perjalanan tetapi bukan Lara namanya jika ia mengingat perkara si rantang. (ck ck Kasian sekali si rantang dilupakan ck ck)
“Lara mana janjimu?”
terdengar suara Sintia yang berhasil mengganggu kosentrasi Lara yang sedang membaca buku.
Krikk…. Krikk..
Krikk …. krikk..
Dengan tampang bodoh Lara memandang Sintia dan sedikit mengeryitkan dahi.
“Janji,? Janji Apa Sin?”
“Kamu..”
Sintia menghela nafas, ia kehabisan kata kata menghadapi kebodohan Lara, Lara sangat pintar dalam segala hal tetapi sangat bodoh dalam hal pemenuhan janji.
“Bukannya katamu ibu sedang membuat kue sebagai cemilan untuk membuat perutmu itu tidak berteriak kelaparan?”
Sentak Sintia dengan suara yang sedikit meninggi, dan itu membuat teman teman siswa lainnya terkekeh pelan.
__ADS_1
“Kue?”
“Astaga Kue”
“Kue cemilan didalam rantang”
“Kasian si rantang dilupakan lagi”.
Kekeh Lara sambil tersenyum kecil melihat Sintia,
“Maaf, aku lupa”.
Lara mengangkat tinggi bukunya dan berusaha menyembunyikan wajahnya ketika melihat wajah Sintia yang sedikit ingin meledak.
Perut Lara berbunyi kencang memberikan kode minta diisi dan itu berhasil memecah ketawa semua siswa yang ada di bus.
(Dasar Lara Permata Desa, ehh salah Dasar Lara Si pelupa) ^ -^
………..
Senin, Pukul 05.00 WIB Lara dan teman teman memasuki pekarangan SMA Santo Stepanus yang berstandart internasional.
__ADS_1
Sekolah itu memiliki gapura yang kokoh dan menjulang tinggi, walau masih pagi tetapi SMA Santo Stepanus sangat terang dan hangat.
Terlihat air mancur ditengah taman, pepohonan yang rindang dan halaman yang luas yang biasa digunakan para siswa untuk bermain sepak bola, ada juga Lapangan basket dengan ring dan tempat penonton yang megah, Kantin yang indah bak restoran papan atas.
Wowww
Itu sangat memanjakan mata, sesuai namanya SMA Santo Stepanus berstandart inernasional.
Bus mereka belum juga berhenti, bus berbelok dan memasuki pekarangan mess yang telah disediakan sekolah.
Memang Sekolah ini sudah terbiasa menjadi tuan rumah dalam berbagai perlombaan sehingga pihak sekolah menyediakan mess bertingkat dengan pekarangan yang indah dan didepannya terdapat kolam renang yang luas dan terbuka, bisa dilihat sekolah ini menyediakan semua perlengkapan olah raga untuk setiap perlombaan.
Bus berhenti di lapangan parkir yang luas, dan disebelah bus mereka telah berjejer banyak bus yang berasal dari kota dan desa yang berbeda. Karena perlombaan kali ini akan diadakan seminggu dan itu mencakup semua bidang studi dan olah raga.
Tentu saja kegiatan ini juga diadakan untuk membuka wawasan banyak siswa agar lebih bergiat lagi dalam belajar.
Laura Justin, turun yang diikuti Sintia dan beberapa teman lainnya, Laura segera mendaftar ke pihak sekolah, setelah mendapatkan kunci dan letak ruangan , Laura mengajak teman temannya ke salah satu bangunan bertingkat.
Bangunan ini sangat Luas dan memiliki banyak kamar seperti Hotel yang telah dirancang sempurna.
Laura menunjukkan kartu identitas kepada seorang Security dan dia dengan senang hati membawa mereka menuju lift dan memencet tombol nomor 4, karena memang ruangan Laura dan teman temannya ada di lantai 4.
__ADS_1
Masing masing kamar terdiri dari 2 tempat tidur dan tentu saja Laura dan Sintia berada di kamar yang sama.
.....