
“Nah ayah nampaknya kita sudah memiliki calon menantu masa depan, cepatlah lahir gadis kecil, Matahari kecil kami sudah menunggumu.”
Monica membelai perut besar Marta SU, sedangkan Delores , Justin dan orang tua lainnya hanya menganggguk anggukkan kepalanya dan tersenyum tanda setuju.
……..
Tidak terasa waktu melahirkan bagi Marta Su akhirnya tiba. Di rumah sakit swasta milik keluarga Justin Marta sedang berjuang keringat melahirkan, disebelahnya Justin sebagai suami menggenggam tangan Marta Su dan mengelap keringatnya.
Marta Su berteriak kencang mencubit hati Justin dan para dokter yang ada diruangan.
Oweee…….
Oweee……
Oweee……
Tangisan bayi bergema yang membuat Marta Su lega dan tersenyum, seorang gadis kecil cantik dan lucu yang slama ini dinantikan pun menangis kencang tanda kehidupannnya dimulai.
__ADS_1
……………
Setahun telah berlalu dan gadis kecil Laura Justin sedang merayakan umurnya yang ke satu tahun, dan tentu saja Justin hanya mengundang ke 4 keluarga sahabatnya, menurutnya Justin akan membesarkan permata cantiknya hanya dengan kesederhanaan.
Dalam perayaan ulang tahunnya, Laura Justin memakai baju biru langit yang indah, rambutnya yang lurus dikepang dua dan dilehernya terdapat kalung permata biru Lazurid yang telah dibentuk indah melengkapi keindahan wajahnya yang putih dan cantik.
Keluarga Delores, Rangga, Satya dan Wijaya datang berkumpul membawa putri dan pangeran masing masing keluarga, tetapi hanya Aditia dan Laura yang terlihat selalu bersama.
Aditia selalu menemani permata kecilnya bermain itu sudah menjadi kebiasaannya. Aditia yang telah memasuki TK tetapi sepulang sekolah dia selalu berlari kerumah Laura dan bermain dengan permata kecilnya.
Keluarga Delores memberikan Cincin, dan Sepasang anting kepada Laura Justin dan itupun diberikan karena Aditia selalu merengek ingin memberikan cincin indah dan bahkan Aditia sendiri yang memilihnya.
Waktu berlalu dan sesuatu tidak terduga terjadi pada keluarga Justin, dimalam yang sepi terdengar teriakan minta tolong, di sebuah Villa kecil.
Saat ini Justin dan Marta Su sedang mengajak permata kecilnya berlibur ke sebuah Villa yang berada dipinggir pantai, sedang asik tidur karena kelelahan Villa mereka yang tidak memiliki penjagaan di obrak abrik penjahat.
Marta Su dan Justin meninggal ketika berjuang menyelamatkan Laura Justin, dengan susah payah akhirnya Laura Justin berhasil dibawa kabur oleh seorang pelayannya, dan hanya bermodalkan satu cincin dari tangan Marta Su.
__ADS_1
Pelayan itu berlari kearah hutan didekat Vila dan menyusuri Pantai dengan semua sisa tenaga yang ia punya.
Berita ini menggemparkan seisi kota, bahkan ke 4 sahabatnya tidak lelah lelahnya mengusut masalah kecelakaan itu, namun naasnya mereka hanya menemukan Villa pribadi Justin yang telah habis terbakar api dan tubuh Justin serta Marta Su yang telah gosong terpanggang api.
Hal ini membuat Aditia yang ceria jadi pendiam dia tidak lagi suka bergabung dengan teman temannya bahkan lebih memilih tenggelam dalam buku buku yang menjadi kesehariannya.
Monica selalu mendukung apapun keputusan anaknya sehingga membentuk Aditia Matahari yang dingin dan tegas tidak ada kompromi maupun ampun baginya bagaikan Matahari yang panas yang siap menghanguskan siapapun tanpa ampun.
…………
13 Tahun kemudian disebuah desa dipingiran laut, sangat jauh dari kota dan kecamatan tampak seorang gadis sedang mengayuh sepedanya kencang.
Wajahnya yang putih dan oval, bibir merah muda bak buah ceri yang segar, hidung mancung, alis tebal dan bulu mata lentik sedang berkeringat dibawah teriknya sinar matahari.
“Ibuu….. Ibuuu… ibuuuuu” terdengar teriakan tak sabar dari luar.
__ADS_1
“Apa yang membuatmu begitu tergesa gesa Lara, ibu didalam ada apa berteriak teriak, tidak malu apa didengar tetangga,”.
Terdengar suara lembut dan sabar seorang perempuan paruh baya menjawab panggilannya dari arah dapur.