
Laura kembali ke mess penginapannya dan berganti pakaian menjadi pakaian olah raga.
Dengan hanya bermodalkan sebotol air minum dan kartu siswa dia berlari keluar gedung SMA Santo Stepanus.
Setelah menunjukkan kartu siswa, Security mengijinkan Laura keluar dan menegaskan bahwa gerbang akan ditutup pukul 19.00.
Dengan patuh Laura meng iyakan dan berlari di sekitaran perumahan.
Laura melihat sekelilingnya dan terpana, tadi pagi karena masih gelap jadi dia tidak memperhatikan perumahan ini.
Perumahan ini memiliki jalan yang bersih dan rapi, kiri kan jalan berdiri pepohonan yang rindang dan sejuk.
Terdapat banyak rumah rumah mewah didalamnya , tentu saja setiap rumah memiliki pekarangan yang luas dan pagar yang tinggi.
Wahh benar benar perumahan elit, setiap rumah memiliki bentuk yang berbeda beda dan taman bunga yang indah, benar benar memanjakan mata.
__ADS_1
Bukan hanya itu hampir setiap rumah yang dilewati Laura memiliki security yang menjaga di pintu gerbang, benar benar perumahan orang kaya.
Laura berjalan ke peta perumahan dan mencari cari tata letak dua rumah yang paling besar dan paling mewah, akhirnya dia menemukannya, dan betapa bahagianya dia karena perumahan itu hanya berada di dua blok jalan utama.
Laura berlari dengan semangat ke arah rumah itu, hatinya sudah sangat tidak sabar ingin kesana.
Laura merasa dia sudah berlari dengan sangat jauh tetapi kenapa blok yang di cari belum ketemu juga, perkiraanya sangat meleset kali ini.
Dalam pemikirannya itu akan sangat dekat, akan tetapi satu blok perumahan terdiri dari beberapa hektar tanah dan jalan yang luas sehingga memerlukan waktu setengah jam untuk mengitari dua blok perumahan.
Dia melihat lihat kedua rumah itu, satu rumah sangat terawat, tentu saja itu bukan rumahnya, dan satu rumah lagi walau pun sudah tidak terawat tetapi masih terlihat bangunan rumah itu sangat kokoh, pekarangan rumah sangat luas, ada taman yang sudah ditumbuhi tanaman liar dan di tengahnya ada pancuran yang sudah mengering.
Rumah itu memiliki pagar yang sangat indah dan tinggi, gapura yang kokoh sangat mustahil untuk dipanjat dan dimasuki orang yang memiliki niat jahat.
Laura berlari kearah gerbang, dan dia memegang pagar besi yang kokoh, dia terduduk di bawah gapura yang sudah menghitam.
__ADS_1
Lama Laura terduduk disitu, pikirannya berkecemuk, perasaan sedih, senang dan bingung menjadi satu.
Bagaimana caranya dia dapat memasuki rumah itu, itu sangat mustahil, dia tidak punya akses untuk masuk, karena pagar rumah itu terdiri dari sepaket kode dan kunci yang sama sekali dia tidak miliki, ingin bertanya pada security mereka pasti tidak tahu karena kode ini pasti hanya tuan rumah yang tahu.
Hampir satu jam lebih Laura duduk termenung di bawah gapura, dia masih enggan untuk beranjak pergi, dia berharap ada bala bantuan yang dapat memecahkan kebingungannya.
Pukul 17.00 langit senja telah menunjukkan warnanya , dan langit malam ingin menampakkan senyumnya. Jalanan itu sepi dan hanya desir dedaunan yang menemani kesunyian Laura.
“Apa yang kau lakukan disini?”
Suara dingin tiba tiba terdengar dari belakang Laura, suara itu sangat dingin dan sombong dan berhasil mengagetkan Laura.
“ahhh, hantu hantu”
Laura berteriak panik dan bergegas menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1