Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Bapak James


__ADS_3

Selesai ceck in mereka merebahkan diri melenturkan setiap otot yang kaku, ada yang segera mandi dan ada yang tiduran terlebih dahulu melepas penat yang ada.


Dikamar 401 Laura menarik selimutnya dan kembali melanjutkan mimpinya, dia tertidur dan terlelap.


Pukul 06.30 terdengar suara Sintia memanggil manggil nama Laura.


“Laura Laura, ayo bangun sudah pukul 06.30, mandi gih lalu kita berkumpul di kantin bawah dan sarapan.”


Laura bangkit dan segera memasuki kamar mandi, pada dasarnya Laura adalah anak mandiri, biasanya dia akan bangun jika mendengar suara sekecil apapun, akan tetapi mungkin karena kelelahan Laura tidak mendengar suara Sintia yang telah mandi dan sedang bersiap siap.


Pukul 07.00 Sintia dan laura berjalan menuju lantai bawah dimana kantin berada, dan disana telah dipenuhi oleh para pria dan wanita yang menggunakan seragam sekolah yang berbeda beda.


Laura melihat sekeliling dan berjalan menemui Kepala sekolah, guru dan teman temannya berada.


“Gimana kabarmu hari ini?”


Bapak Darma Bertanya kepada Laura dan Sintia ketika mereka tiba.


“Semangat pak.”


“Baik dong pak.”


Sahut Lauran dan Sintia secara bersamaan.

__ADS_1


“Dalam dua hari ini kita tidak melakukan tes terlebih dahulu melainkan setiap anak di wajibkan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang disediakan pihak sekolah, hal ini bertujuan untuk menambah wawasan para siswa. Dan dihari ketiga , keempat dan kelima baru tes sesunggungguhnya diadakan.”


Pak Darma berhenti sejenak dan memandang wajah antusias setiap siswanya.


"Dan dihari ketujuh kita pulang ke desa."


“yahhhhhh…..”


Terdengar luapan rasa kecewa dari setiap siswanya, “kirain bisa jalan jalan belanja sedikit dikota ini”


Celetuk Laura yang dianggukin tanda setuju dari teman temannya.


“Tentu saja kita akan berbelanja dan itu akan diadakan di hari ketujuh dari jam 07.00 sampai jam 14.00, dan kita akan tiba di desa pukul 05.00 pagi, apakah ada yang keberatan?”


“Tidak pak.”


Jawab setiap siswanya kompak , tetapi itu tidak berhasil mencuri perhatian siswa lainnya , karena siswa dari sekolah lainnya juga sedang bercengkrama dengan riang.


……….


08.00 Bel berbunyi dan setiap siswa berbaris menunggu instruksi selanjutnya.


Di atas Podium berdiri seorang pria paruh baya yang tinggi dan besar, walau besar tetapi tubuhnya itu porposinal dan terlihat berwibawa.

__ADS_1


Dia adalah Pak James, Pak James adalah kepala Sekolah SMA Santo Stepanus dan dibawah kepemimpinan Pak James pula SMA Santo menjadi terkenal sampai ke luar negeri.


“Apakah lidah kalian terbiasa dengan makanan di sekolah kami anak anak?”


krikk…krikkk…


krikk…krikkk…


Sejenak semua murid kecuali murid yang memang telah bersekolah di SMA Santo terdiam dan bingung mau menjawab apa, berbeda dengan sikap para guru dan para siswa SMA Santo, mereka hanya tersenyum karena telah mengenal gaya kepemimpinan Pak James.


“Makanannya sangat memanjakan lidah pak, mantap cihuiiiii”.


Laura yang menebak bahwa Pak James memiliki gaya kepemimpinan yang santai, dan tanpa segan ia menjawab pertanyaannya dan malah sedikit bersenda gurau. ( Laura Ohh Laura , bisa tidak jangan membuat malu author ck ck ck). ^_^


krikkk... krikkk...


krikkk... krikkk...


Semua mata memandang Laura, dan pandangan itu memiliki arti yang berbeda beda.


Darimana Laura mendapat keberanian itu? tentu saja dia menebak dari pandangan setiap guru dan sikap badan yang dikeluarkan para siswa SMA Santo.


................

__ADS_1


__ADS_2