Permata Kecil Matahari

Permata Kecil Matahari
Pak Darma


__ADS_3

Pukul 14.00 semua anak dan para guru telah berkumpul, mereka hanya menunggu kedatangan si Permata desa, mereka tidak habis mikir kenapa Lara dengan mati matian menolak setiap saran teman temannya untuk menjemput dia.


Lara memang gadis mandiri yang memiliki prinsip untuk tidak merepotkan orang lain, padahal beberapa pemuda di sekolahnya pasti sangat senang direpotkan oleh si permata Desa, tetapi bukan Lara namanya kalau dia tidak mematahkan niat hati para pemuda tampan itu.


“Semuanya, Lara Tiba.” Terdengar teriakan si Permata Desa yang berhasil mencuri semua perhatian orang, suasana seketika berubah dengan kehadiran Lara, suasana yang hening kini menjadi hangat dan mereka menjadi tambah bersemangat.


Jangan tanya mengapa , itu karena aura Lara yang membuat suasanya terasa hangat, sifat sanguinnya  menguar membuat setiap hati yang telah lelah menunggu tetap hangat.


“Kenapa,? apakah ada yang salah diwajahku,? atau apakah wajahku menjadi kotak?”


Krikk …. krikk..


Krikk …. krikk..


Semua teman dan para guru menghela nafas melihat wajah tidak bersalah Lara.


“Hehehe , maaf semuanya seperti biasa aku harus menyenangkan hati para fans ku, menyebabkan aku sedikit terlambat.”


Kekeh Lara sembari menggaruk pipi putihnya yang berubah menjadi merah mudanya karena kehangatan matahari yang menerpa.

__ADS_1


Itu membuat Lara kelihatan semakin imut dan membuat satiap hati ingin sekali menggigit pipi tomat segar itu.


“Ck fans apanya,? siapa yang tidak tahu, Lara pasti membantu ibumu sebelum kesini kan?”


Sintia berdecak menyanggah perkataan Lara.


“Wahh, Sintia memang sahabatku yang paling hebat, bahkan hal sekecil itu pun kau tahu, tapi tidak dapat dipungkiri aku memang gadis terkenal di kotamadya ini”. Lara mengibaskan rambutnya bercanda menanggapi pernyataan Sintia


Dan itu berhasil membuat beberapa pria terkekeh dan tertarik untuk melihat lukisan indah di depan mata mereka.


“Sudah sudah, parkirkan sepedamu disana, dan segera memasuki bus, kita akan segera berangkat, kamu sebagai ketua tim kenapa memiliki kesukaan membuat orang menunggu,.”


Lara mengeluarkan lidahkan dan meminta maaf. “eheheh maaf maaf pak, tetapi itu tidak membuat popularitasku berkurangkan?” Kekeh Lara dengan tidak tahu malunya.


“Dasarrr, dari siapa kamu mendapatkan rasa percaya diri yang terlalu tinggi itu?”


Pak Darma memasukkan tangannya kedalam kantung dan bertanya dengan nada sedikit meninggi, namun siapapun bisa melihat ada pandangan memanjakan yang terpancar di matanya.


“Tentu saja dari bapakku tercinta, Pak Darma Kepala Sekolah gitulohh,” Jawab Sintia yang berhasil mendapatkan ketukan kecil di dahi mulusnya.

__ADS_1


“Sudah sudah buruan sana, Bapak sudah memeriksa semua tim dan tinggal menunggu kehadiranmu, huff sebenarnya ini tugas siapa tetapi yang mengerjakannya siapa?”


Pak Darma menghela nafas tanda tak berdaya melihat Lara.


“Bapak selalu menjadi yang terhebatt..”


Kekeh Lauran dan bergegas memasuki bus.


Semua guru dan teman teman sekolah sudah mengetahui bahwa Lara telah dianggap seperti anak sendiri oleh Pak Darma Kepala Sekolah, hal itu terjadi karena prestasi Lara yang banyak sekali memberikan keuntungan bagi pihak sekolah.


Sebagai seorang Kepala sekolah yang bijak, Darma selalu membagikan hasil perolehan sekolah kepada Lara terkadang dia juga mengadakan acara makan bersama karena hasil pencapaian prestasi Lara  tidak sedikit.


Tentu saja hal ini juga diketahui oleh para Guru dan siswa dan itu tidak membuat mereka iri atau kecewa karena mereka juga bisa melihat dan menikmati hasilnya.


Hanya satu kelemahan Lara yaitu, selalu meng iyakan permintaan banyak orang dan tentu saja tidak semua ditepati, bahkan tidak sedikit yang dia lupakan sampai sampai para guru dan teman temannya terlalu sering menggelengkan kepalanya terhadap sikap Lara.


Tetapi itu semua dapat dimengerti mereka karena Lara akan dengan tulus menjelaskan dan meminta maaf, bahkan terlalu sering meminta maaf.


( ck ck ck Laraku ... Laraku)

__ADS_1


__ADS_2