
Dia berdiri dan berbalik, masih enggan menurunkan tangannya, dengan perlahan lahan Laura membuka tangannya dan mengintip, berdiri satu sosok yang sangat tampan dan gagah di depannya.
Pemuda tinggi nan gagah, kemaskulinan menguar dari tubuhnya, pemuda itu memasukkan kedua tangannya kedalam kantung celananya, perpaduan pakaian dan celana olah raga berwarna hitam serta sepatu olah raga putih yang sangat santai tetapi membawa kesan misterius di tubuhnya.
Sejenak Laura terpana akan sosok itu, dia memandangnya dan tersirat wajah bingung di wajah Laura, ’apa ada hantu setampan dan segagah ini?’
“hem”
Pemuda itu kembali mengeluarkan suara hidungnya tanda dia tak sabar melihat Laura.
Laura tersadar dari ketakutannya.
“ahh maaf maaf, kakak tadi mengagetkan ku maaf kak”
Dengan kikkuk Laura menjawab pemuda itu.
Pemuda itu masih terdiam melihat Laura tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dia mengeryitkan dahinya menunjukkan kalau bukan itu yang menjadi jawaban dari pertanyaannya.
Laura mengerti dan melambaikan tangannya ke pemuda itu.
“Hallo kak, aku Laura Justin, aku hanya ingin melihat lihat rumah ini kak, eheheh”.
__ADS_1
Laura menggaruk pipinya yang tak gatal, tidak mungkin dia menceritakan niat hatinya kepada pemuda yang sama sekali belum dia kenal.
Wajah pemuda itu tetap datar, ada sedikit rasa keterkejutan diwajahnya tetapi itu sangat sedikit sehingga Laura tidak menyadarinya.
“Apa kamu mau masuk?”
Dengan sedikit mengeryit pemuda itu kembali bertanya.
“Ahh iya, bolehkah kak?”
Laura yang niatnya ketahuan langsung saja berkata jujur, berharap dia mendapatkan jalan keluar.
Dengan kedua tangan masih di dalam kantong celana Pemuda itu berbalik dan berjalan.
“Ikuti aku.”
Pemuda itu berhenti sejenak dan berkata kepada Laura tanpa menolehkan kepalanya.
“Apa?”
Laura bertanya ingin mempertegas kembali, tetapi pemuda itu tetap berjalan meninggalkan Laura, dengan rasa berat hati Laura mengikutinya dari belakang, toh kalau pemuda ini ada niat jahat dia hanya berteriak sehingga security rumah sebelah dapat mendengarnya.
__ADS_1
Tanpa diduga Pemuda itu membawa Laura masuk ke rumah yang berada tepat disebelah rumahnya.
Rumah bergaya Amerika yang menjulang tinggi, taman yang luas dan air mancur yang indah, ditengah air manjur itu berdiri patung singa yang kuat dan kokoh menunjukkan karakteristik pemilik rumah ini.
Kiri kanan Jalan terdapat kumpulan bunga yang indah dan di depan rumah terdapat beraneka ragam bunga Mawar yang indah.
Laura terkagum kagum melihat pemandangan ini, sangat ingin rasanya dia mengabadikan momen ini, ini sangat indah, ingin rasanya dia mengulurkan tangan dan memetik mawar kuning yang ada di di depan rumah itu.
Meskipun begitu Laura tidak menurunkan kewaspadaannya, dia akan santai dan akrab kepada orang yang dirasanya aman dan waspada kepada orang yang baru pertama kali dia temui.
Laura mengikuti langkah pemuda itu dengan jarak yang aman, mereka memasuki pintu rumah dan pemuda itu mengganti sepatunya dan mengeluarkan dua buah sandal santai, dia melirik Laura dan melirik sandal itu.
“Baik.”
Laura mengerti dan segera mengganti sepatunya.
Sesampainya didalam rumah Laura berusaha mengontrol dirinya agar tetap tenang, dia tidak mau pemuda ini tahu bahwa ia terkagum kagum dengan rumahnya.
Rumah bernuansa hitam, putih dan biru, di pintu masuk ada kolam ikan dengan beraneka ragam ikan yang sangat indah.
Semakin memasuki rumah semakin Laura ingin berteriak histeris, rumah ini sangat besar bagaikan istana, sangat indah.
__ADS_1
,.......,.....