Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Masih Resti


__ADS_3

" Udah malam pulang lah . aku baik baik saja "


" ada apa dengan mu ? tidak biasanya kau mengusir ku ?? "


" Resti Please aku capek ingin tidur sekarang ?"


" aku temenin ya ? " bisik nya di telinga Rian dengan menggoda "


" aku sedang tidak bernafsu Resti "


" Kenapa kamu gak mau sih kalau aku tidur denganmu padahal aku sudah memberikan hati sekaligus tubuh ku padamu "


" Resti keluar sebelum aku benar benar marah aku sedang bad mood "


" Yasudah .. selamat tidur sayang aku pergi dulu "


Entah apa status hubungan mereka saat ini Resti juga mempunya banyak teman lelaki yang siap menjadi pacar nya atau bahkan menikahi nya.


Namun Resti berusaha menunggu bertahun tahun ini kedekatan nya dengan Rian membuat nya enggan memiliki hubungan dengan lelaki lain


Toh bagi Resti .. Rian lah laki laki sempurna untuk di jadikan suami selain paras yang membuat iri wanita lain kekayaan adalah pelengkap nya sempurna laki laki ini


" Sejauh ini bahkan ketika dia bad mood aku tidak bisa memahami mau nya dan menghiburnya walau telah aku tawarkan tubuh ku ini untuk nya " kata Resti yang berbicara sendiri di dalam mobil nya.


" Rian ... aku harus memperjelas status kita ini "


"Dan aku berharap hal baik akan terjadi "


Kalau di tanya wajah Resti memang sangat cantik kulit putih mata galak tinggi tubuh yang seksi dan tentu wanita cerdas yang mempunyai karir yang cemerlang dia sekarang bekerja di bagian pajak di kota ini dengan jabatan yang bagus.


Siapapun akan Luluh ketika melihat nya

__ADS_1


Matahari menebarkan sinar nya pada bumi


Kadang Nayla enggan untuk bekerja ketika iya merasa jenuh dengan malas iya membuka mata nya mandi seperlunya


Tiga puluh menit waktu bersiap siap dan pergi kekantor.


" Hay Nayla " kata Erin yang menyapa hangat dengan di bumbui senyuman.


" hemm .." jawab Nayla sekedarnya dan menatap layar komputer nya entah apa yang di kerjakan nya


" Kenapa ..?"


" Lagi malas hidup aja "


Call Ka Iwan


" Ngapain lagi be orang sih apa sekarang kamu sedang menyerah untuk menjauhi ku.. ayolah jangan buat aku makin pusing"


" Siapa kok gak di angkat " Erin


" Malas "


" Kak Iwan ya ...??"


"Hemm.."


Notifikasi Wa Dari Kak Iwan muncul di layar ponsel Nayla karena 3 panggilan yang di acuhkan Nayla


Jauh di dalam hati sebenarnya iya tak tega pada kak Iwan namun ini harus di lakukan agar dia menyadari sebuah maksud penolakan dari Nayla agar iya bisa melupakan Nayla


" Hari ini ada di kantor kan ??"

__ADS_1


" aku mau memberikan rincian pencapain dan sisa dari terget "


" Iya ada " balas Nayla


" Ok "


dan siang setelah makan kak Iwan ketoko menemui Nayla dan Menjelaskan secara detail dari tujuan nya iya kesini .


Mata Iwan sedari tadi mencuri pandang terus pada Nayla dan membuat sang empunya diri risih .


" Ya saya paham kak sini saya terima berkas nya ada lagi biar saya pikirkan lagi apakah bisa menutup atau tidak untuk quartel ini "


" Ya kata Iwan simple "


" Adalagi " melihat Kak yang gak beranjak dari kursi nya


" Dia pacar kamu ???" akhirnya memberanikan diri untuk bertanya .


" Iya "


"Sudah lama pacaran "


" Apa itu perlu untuk kak Iwan ketahui"


" Maaf " kata Iwan


" Adalagi kak" Tanya Nayla lagi


" Gak ada .. makasih Nay "


" Sama sama "

__ADS_1


Vote ya


__ADS_2