
tok .. tok.. tok..
Rian duduk di ruang tamu menonton TV iya bingung mendengar pintu rumah nya di ketuk perlahan iya diam membiarkan nya Suara ketukan itu tidak terdengar namun hanya selang 10 menit pintu kembali diketuk
tok ..tok.. tok..
Pelan Rian berjalan membuka gagang pintu itu dengan santai.
"Resti !!!!"
Resti tersenyum simpul " Hay.....kau seperti memandangku seperti melihat setan saja " sambil masuk ke dalam rumah itu tanpa seijin pemiliknya
" Dari mana kau tau " kata nya kemudian duduk di sofa yang berbeda dengan Resti
" Dari Tante ... " kata nya sambil melirik lirik rumah itu " Sederhana "
Rian tau apa yang di pikirkan sahabat nya itu rumah yang di katakan istri nya mewah ini hanya rumah sederhana bagi Resti kerena iya tau Rian bahkan mempunyai rumah yang sangat luar biasa megah di bandingkan rumah ini.
" Kau tidak ingin menyuguhkan minuman untukku "
" Ambil sendiri .. aku tidak punya pelayan disini ?? "
" hah... yang benar saja "
" Jangan basa basi dengan ku .. kau tau rumah ini artinya kau juga tau kisah hidupku sekarang " kata Rian santai memandang layar televisi
__ADS_1
"hahaha " Resti tertawa " dimana sekarang wanita itu yang telah berani merebutmu dari ku ?? "
Rian tidak menggubris kata kata Resti dan masih memandang Televisi. Entah kenapa iya tiba tiba merasa bersalah pada istri nya karena telah berduaan di rumah ini bersama wanita lain.
" Pulanglah " kata Rian
" heh " Resti tidak menanggapi itu dengan serius " kemaren kau mengusirku dari kantor mu tidak membiarkan ku masuk di kantor mu karena kau beralasan sibuk .. sekarang aku tidak mau keluar sebelum mendengar kan cerita mu .."
" Cerita apa ..bukan kau sudah mendengar nya "
" Om dan Tante tidak tau alasan mu hingga memutuskan menikah dengannya "
" apa kau bertanya seperti itu pada mereka "
" Jelas saja ..."Ada raut sedih di mimik muka Resti saat ini bahkan iya sangat berharap pernikahan Rian hanya sekedar pernikahan kontrak seperti Di cerita NovelTOON yang sering iya baca
" Kau saja tidak memberitahu ku tentang pernikahan ini atau setidaknya memninta ijin ku "
" Siapa kau ..harus meminta ijin mu menetukan hidup ku sendiri "
" Jahat ... " kata Resti
" Kau yang jahat terlebih dahulu dengan ku .. apa kau lupa ...??"
" Tapi aku .... " Resti ingin membela diri nya
__ADS_1
" Sudahlah lupakan .. dan sekarang keluarlah ISTRI ku akan marah jika melihat ini "
Rian menarik Resti dengan tangan nya " Rian ... aku mau bertemu dengan nya .??"
" Lain kali saja .. dia tidak ada nanti akan aku kenalkan padamu "
" Sungguh ...."
" Iya " sekarang dia telah membawa resti ke ambang pintu keluar rumah nya
" Jika aku tidak suka dengan nya .. lepaskan dia .."
" Idih ... siapa kau yang harus aku turuti "
" Aku ... aku orang yang sangat mencintai mu Bang Rie "
" Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi karena sangat menjijikan "
" Benarkah ... " Resti mencium pipi Rian dengan santai nya seperti yang di lakukan nya dulu beda nya sekarang Rian bukan tersenyum melainkan marah pada Resti .
Resti kemudian pergi meninggal Rian setelah itu sebelum pria itu melontarkan kata kata kasar nya.
" Aku tau sekarang hati mu berubah Rian . tapi aku tidak bisa menerima nya ." Resti duduk didalam mobil nya iya tidak langsung menjalan kan mobil itu . sekarang iya malah memandangi rumah itu ..
"Bahkan kau rela tinggal di tempat sederhana ini untuknya "
__ADS_1
" Menyebalkan " Resti menekan gas mobilnya dan berlalu dari tempat itu.