Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Ciuman pertama


__ADS_3

" Kenapa gak di bangunin sih" Rian sudah mulai kesal berjalan tergesa gesa ke dalam kamar mandi ,


Kenapa tiba tiba marah marah sih dari tadi kan aku sudah bangunin kamu nya aja yang gak bisa bangun, Nayla hanya mengomel dalam hati nya ,, iya tau membatah Rian saat ini hanya akan mempengaruhi mood nya saja,


Setelah beberapa menit di kamar mandi Rian keluar dengan muka murka nya,


" Keringkan Rambut ku " perintah nya pada Nayla dan melemparkan handuk yang iya pakai " Kenpa bengong .. Cepat lakukan "


perintah nya lagi.


Melihat Rian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutup separuh badan nya saja membuat Nayla sangat malu.


" Eh iya " pelan iya mendekati Rian yang sudah ada di meja Rias besar, Dengan telaten Nayla mengeringkan rambutnya " Kenapa gak di bangunkan " Kata Rian ,


Gugup iya menjawab nya " Aku sudah bangunin kamu ,, Kamu nya aja bandel cuman jawab emm .. emm " semirip mungkin iya menirukan suara Rian ,, Spontan Rian memabalikkan badan nya dan menarik paksa leher Nayla dan mencium nya.


Ciuman itu sangat dalam dan cukup lama seakan mereka berdua sudah larut dalam suasana pagi itu, Ciuman mendadak itu membuat tubuh nya membeku,, Saking tekejutnya iya Bahakan tidak melakukan reaksi apapun termasuk penolakan,, dan itu menjadi kesempatan untuk Rian,

__ADS_1


" Lakukan seperti itu jika aku gak bisa dibangunin " Rian tersenyum tipis rasa kesal nya berangsur hilang, dan Nayla masiherasa syok di buatnya " Cepat selesaikan " kata Rian lagi.


" iya " cuman itu yang bisa iya keluarkan bahkan sekarang badan nya sudah terasa lemah bagaimana tidak ini ciuman pertama untuk nya dalam hidup nya, " Iya untuk hal apa ??" kata Rian


Sebenarnya Rian tau bagaimana shok nya istri nya tadi hanya saja dia mengabaikan nya perlakuan nya tadi cuman bentuk kekesalannya pada istri nya itu, Namun ternyata iya menikmati nya.


" Hah " Nayla masih tidak sepenuh nya sadar dari serangan tadi " Apa kamu tuli ??" kata Rian jengkel " Perlu aku ajak ke dokter THT ya ?? ujar Rian lagi .


" Apaan sih .. udah selesai kan ganti baju gih ??" Nayla ingin berjalan menuju keluar " Mau keman kamu ?? bantu aku ganti baju??


" Hey .. aku sedang terburu buru ,,? jadi siapa yang bercanda ?? sebenarnya iya tau kalau Menganti pakaian sendiri lebih cepat ketimbang minta bantuan dengan istri nya namun iya sangat senang melihat muka bengong kesal dan malu yang akan muncul dari ekspresi istri nya itu.


" Gunakan tangan itu agar sedikit punya manfaat " Sahut Nayla sudah tidak bisa menahan diri dari emosi dan kekesalan nya


*Bagaimana iya bisa bersikap biasa seperti itu setalah mencium ku apa seterbiasa itu dia mencium wanita*


" Jadi menolak ???" sudah terpikir oleh nya ini tidak bakal semudah itu membuat Nayla tunduk pada semua perintah nya namun iya ingin melihat sebesar apa keberanian nya pada Rian.

__ADS_1


Ponsel Rian bergetar memecahkan suasa kamar itu membiarkan Nayla untuk menstabilkan keadaan ini.


" Kenapa ?? apa ada masalah "


" bilang 30 menit lagi , saya sedang ada masalah dirumah " Rian memutus sambungan telpon nya


" Masih mematung juga...???" ditarik nya Nayla keruang ganti baju " Ehh tapi ...???"


Brukkk .. pintu tertutup


Rian berusaha untuk menahan tawa nya melihat ekspresi malu dari istrinya.


Tugas berat yang sangat mendebarkan bagi Nayla di pagi hari ini , iya memejamkan mata nya dan membuka nya sedikit sedikit dari celana kancing baju ikat pinggang semua iya lakukan dan terakhir dari tugas berat itu adalah dasi


" Ahh akhirnya selesai " ok pergilah..."


dia memukul bahu Rian

__ADS_1


__ADS_2