Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Semoga Kita Bertemu Lagi


__ADS_3

kedatangan Resti di rumah nya memunculkan perasaan Was Was di dalam hati nya.


bagaimanapun Rian enggan menjelaskan pada istri nya tentang arti Resti dalam hidup nya dulu.


Sekarang yang Rian tau iya benar benar mencintai istri nya yang malu malu cantik perangai dan muka nya di tambah dengan jilbab panjang yang membalut tubuh indahnya.


***


Empat hari berlalu hubungan dengan Rian sebagai suami dan peran Nayla sebagai istri malah kental terasa saat mereka berpisah ada rindu yang menggebu ada ketakutan yang samar samar menghantui ketika mereka terpisah ketakutan kehilangan dan lain lain .


Hari ini terakhir Nayla di Mekkah ibadah nya berjalan dengan lancar tidak ada kendala bahkan kedua kota ini sangat menyejukkan dan meneduhkan hati nya.


Tidak ada tempat yang damai dan tenang dan aneh nya ketenangan malah singgah di tempat yang tidak pernah sunyi dengan lautan manusia dengan gemuruh takbir dari manusia dengan suku dan negara yang berbeda menarik bukan.


" Aku pasti akan merindukan tempat ini " Air mata Nayla menetes saat melakukan tawaf wada yang artinya tawaf perpisahan


" Aku akan kesini lagi " Nayla terus memandangi Ka'bah entah mengapa hati nya penuh kedamaian saat melihat bangunan itu takjub dan kagum menangis rindu pada Rasullullah.


Setelah itu mereka pergi ke hotel mengemas pakain dan tentu berbagai macam oleh oleh yang mereka beli untuk kerabat dan tetangga.


Orang yang paling senang dan paling menanti ketika mendengar Nayla pulang adalah Rian suami nya


" Sayang .... jam berapa aku jemput "

__ADS_1


" Sekitar jam 5 sore aja deh yang "


" Aku udah gak sabar ... "


" Emmm ...udah ya yang aku ingin beres beres lagi "


" Iya ... sayang "


" Aku Rindu kamu sayang " Tutt.... panggilan langsung diakhiri Nayla rasa nya begitu malu bagi Nayla mengatakan itu hingga iya tidak ingin mendengar satupatah kata pun dari Rian


***


Rian tersenyum iya senang pelan pelan istri nya mulai menunjukkan perasaan nya meskipun dengan malu malu tapi bagi Rian itu adalah hal yang paling menggemaskan


***


" Ustadz Wildan " ... Nayla terbelalak kaget ketika melihat salah satu orang yang menjadi gaide nya berada didalam lift yang sama dengan nya pelan iya masuk.


" Udah siap pulang ya " kata Wildan dengan ramah


" Iya Ustadz " Mata Nayla masih menunduk


" Nayla ... "

__ADS_1


" Hah ... iya " dari mana dia tau nama ku


" Hati hati dan semoga sampai rumah dengan selamat dan doa serta ibadah umroh nya di terima dan semoga cepat kembali lagi berkunjung kesini"


" Amin Makasih pak ustadz ... apa pak ustadz tinggal disini juga ...??"


" Iya saya tinggal disini .. saya masih sekolah dan terkadang juga ambil kerjaan jadi Gaide untuk menambah penghasilan "


" Emmm... Pasti enak ya "


" Gak enak nya juga ada Nay "


" Ohh ya ... " Sejenak Nayla berpikir hal yang tidak enak . " Semua enak tenang dan damai" gumam nya di dalam hati


" Rindu keluarga ..." Kata Wildan mengerti raut wajah itu


Nayla tersenyum " Iya ... semoga ustadz sehat dan bahagia ya " pintu lift terbuka sudah ada orang tua dan rombongan lain nya berkumpul di depan lobby


" Makasih dan besar harap ku kita bertemu lagi dengan takdir nya "


Ustad Wildan berjalan terlebih dahulu menemui rombongan


" Semoga perjalan pulang nya lancar dan ibadah nya di terima Allah , Maaf jika ada salah kata ucapan atau tindakkan yang tak berkenan di hati ibu bapak sekalian "

__ADS_1


Kami berpisah dengan usdtaz Wildan kesayangan ibu ibu termasuk mama Nayla yang nampak menujukkan kekaguman pada laki laki itu.


__ADS_2