Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Pilihan


__ADS_3

" Tentu suami ku " mulai mencoba menjauhkan diri dan mulai ingin keluar dari kasur atau bahkan kamar ini


" Keluarlah Ganti pakaian mu dan cepatlah kembali kesini " melepaskan pelukannya diakhiri dengan cekikan tawa kebahagian namun sejurus suara itu terdengar di kuping Nayla membuat nya sangat ketakutan.


" ahh aku cuman mau minum sayang kebawah bukan ganti pakaian " Tegas Nayla berharap malam ini iya masih bisa menggunakan pakaian ini "Bisa berakhir aku kalau sampai benar benar mengganti pakaian ku "


" Ohh benar kah " Sebenarnya iya hanya mengerjai istri nya ini dari awal dengan memeluknya dan merapatkan tubuh mereka benar saja jantung istri nya sangat berdegup kencang tadi " aku pikir kau sudah pintar menggunakan otak mu untuk melayani ku "


kembali iya meneror nya dengan kata kata nya ." Marah dong ayok marah " dalam hati Rian pasti akan menyenangkan sekali kalau kau marah.


" Oh tidak sayang untuk malam ini aku masih memakai baju ini saja Lagian baru aku pakai sebentar tadi " sabar Nayla jawab aja dengan manis begitulah pikir nya. Berharap malam ini lolos dari terkaman buaya darat . pikirkan malam ini saja dulu besok biar kan saja lewati malam ini dengan selama himbawan untuk sang empunya pemikiran tentu nya


" Ok sayang cepatlah aku menunggu " mata nya berkedip mencontohkan laki laki hidung belang yang sedang menunggu mangsa nya " Bawakan juga untuku sayang"


" Baiklah Sayang " dengan cepat iya tutup pintu itu .." Uhhh .. akhirnya aku bisa menghirup udara.. udara ohh udara .. " Nayla bernafas terpengkal pengkal seakan habis memngikuti lomba maraton saja.

__ADS_1


Didalam kamar


" Apa kamu tidak pernah di sentuh pria manapun ?? apa kamu gak pernah pacaran ?? hahaha polos nya istriku "


" gimana ini sekarang aku naik atau gak ya ..?? aku disini aja tunggu sampai dia ketiduran aja ?? tapi kalau dia keluar gimana ?? ayok otak berpikir ... ahh buntu ... ayo coba lagi . pikir ... pikir ... ayok berpikir duhh gimana dong ?? "


Gelisah mondar mandir melihat gelas seakan menunggu hasil keras sang otak untung mengibuli suami nya


" apa Tuhan pun mengutukku sekarang bahkan aku tidak menemukan cara sekali saat ini " aku bukan ingin mengibuli suamiku tuhan hanya saja aku belum mempersiapkan nya takut nya malah mengecewakan nya kan ..!! " gak dosa kan ini Tuhan "


" Sayang lama sekali aku haus " teriakan dari lantai atas " Rian


" Matilah aku sekarang cabut saja nyawa ku saat ini Tuhan "


" Sayang .. lebih keras suara itu mengudara dari panggilan sebelum nya "

__ADS_1


" Iya iya aku naik " panik melangkah kan kaki dengan tergesak gesak tau sang mulia raja telah murka


" Lama sekali kamu ?? apa jarak dapur ku sampai menghabiskan perjalan 30 menit hehhh ..


" Maaf sayang " pasrah


" Naik ke kasur sekarang " perintah yang di ikuti lirikan mata mempertegas perintah sang raja "


" Heh.. iya .. iya " tidak punya keberanian membantah selain karena dalih suami juga karena tatapan membunuh itu .


"Kamu mau jawab pertanyaan dari ku atau ingin melayani ku "


" Pertanyaan saja sayang aku akan menjawab nya " benarkan ini .. iya tersenyum penuh kemenangan malaikat apa yang sedang merasuki nya saat ini ., "makasih tuhan " lirih nya dalam hati


Sementara Rian menyeringai tipis iya memang ingin minta dilayani oleh istri nya namun Iya juga mempunyai rasa iba. takut istri nya akan pingsan.

__ADS_1


__ADS_2