
di perjalan Bayu selalalu memikirkan wanita yang baru saja di temui entahlah bagaimana mungkin dia menafsirkan ini sebagai cinta padahal mereka bertemu pertama kali nya.
sesampai nya Nayla di kantor dan tak lupa membawakan gorengan untuk Erin
" ahh tangkyu nay " Erin.
" iya sama sama "
sambil mengambil lalu membuka kresek yang ada berada di atas meja
" tadi ada ka Iwan " sambil menunggu reaksi Nayla.
" terus " muka datar yang mengisyaratkan ketidak tertarikan sama sekali.
" dia mencari mu dan juga bertanya padaku" melihat reaksi nya yang mendiam Erin melanjutkan kata kata nya "dia nanya kamu sudah punya kekasih apa belum"
" kamu jawab apa ..? " menatap harap akan jawaban yang akan menguntungkan untuk nya.
" aku bilang padanya kamu belum punya kekasih " sambil tersenyum bangga
" Erinnnnnnnnn..." muka marah bercampur kesal kenapa teman nya ini bahkan tidak mengerti diri nya sama sekali padahal jelas kan orang yang buta saja bisa merasakan kalau Nayla tidak menyukai nya.
" tenang tenang jangan teriak gitu dong Nay biasa aja". di dalam hati nya dia mengutuk diri nya sediri kenapa juga iya harus cerita kan ini padahal jelas Erin tau kalau Nayla tidak menyukai nya.
" bagaimana aku biasa aja Er ini sangat mengganggu ku pantas aja siang tadi dia ngechat perihal tidak penting"
__ADS_1
" maaf Nay "
" terlambat . " jawab ketus naylah " jangan suka menggunakan kata maaf untuk melakukan kesalahan er.
" stop jangan ceramah nanti aja kerjaan ku lagi berjibun" merentangkan kedepan satu tangan kanannya.
"gitu kan kamu kalau terpojok " sambil senyum liat tingkah teman nya .
mereka berdua mengerjakan tugas nya sambil bicara hal yang tidak penting tapi tidak bersangkut paut dengan ka iwan karena Erin tau itu hanya akan membuat nayla marah lagi padanya .
senja mulai menyapa menapakkan pesona nya pada semua mahluk penghuni bumi
hari sudah sore seperti biasa mereka mulai membereskan tumpukan file yang ada di meja mematikan layar komputer dan berberes pulang.
"wan .." sang ibu memulai membuka pembicaraan nya . " mama mau kamu menikah dengan Diah anak nya pak RT kita itu.
" mah ... tunggu Iwan dulu biar Iwan mencari sendiri dulu ".
" kelamaan wan umur mu sudah 28 tahun " kata Abah
" Wan diah anak yang baik umur nya baru 20 tahun pintar masak pintar berberes rumah dia akan jadi anak yang penurut " timpal kakak amat.
" cari istri memang wajib memilih tapi pilih lah yang memang bisa patuh kepadamu karena nanti nya kau lah yang mengarahkan mereka." kata ibu nur
" iya Wan jangan keras kepala " Abah
__ADS_1
" tunggu 2 bulan lagi dan Iwan janji akan memberikan keputusannya "
Walaupun kecewa dengan jawaban menggantung dari Iwan keluarga ini sepakat untuk menunggu selama dua bulan jawaban yang akan di berikan oleh Iwan.
" maaf kan Iwan Abah dan mama " didalam hatinya Iwan masih ingin menikah karena cinta dasar utama terjadi nya pernikahan
dan menikah dengan orang yang dia cintai
Diah
dia wanita desa yang sederhana juah berbeda dengan Nayla berbanding terbalik.
Ramah pintar mamasak
pintar membersihkan rumah
wanita dengan cita cita sederhana mengurusi keluarga dengan tangan nya sendiri.
maaf kan jika aku sering typo
selamat menikmati
jangan lupa vote ya .. 😀
Happy Reading
__ADS_1