
Rian Berbaring di tempat tidur meskipun iya canggung namun dengan cepat iya tepis karena badan nya pun merengek meminta diistirahatkan.
Kedua nya terlelap hingga matahari menyambut pagi. Nayla bangun lebih awal dari laki laki yang disamping nya saat ini .
" Mas" sambil menggoyangkan tubuh Rian
" Sebentar lagi aku masih ngantuk "
sambil menarik selimut dan membenamkan wajah nya di bawah selimut lagi .
" Tapi mas " Nayla pun akhirnya membiarkan Rian meneruskan tidur nya .
"Cih .. apa apan aku ini Mas dari mana ku menemukan panggilan ini untuk nya kok aku merinding sendiri sih mendengar itu keluar dari mulut ku sendiri"
Sementara Rian tersenyum di balik selimut itu mendengar Nayla menyebut nya Mas. Ingin rasa nya iya melihat sendiri wajah itu
" Kenapa Mas ..?? kenapa gak panggil aku Sayang aja !! Mungkin kalau kau memanggil ku sayang aku akan mencium mu saat ini " gumam Rian.
Setelah Gagal membangunkan Rian, Iya bersiap membersihkan diri nya dan keluar dari kamar nya menyapa kedua orang tua dan adik nya yang nampak telah selesai dengan sarapan nya.
" Selamat pagi kak "
__ADS_1
" Pagi ,,"
" Mana Rian Nay.. ? kata mama "
" Sedang Tidur mah " ohh iya mah apa mertua ku sudah pulang" melihat sedari tadi tidak ada siapapun orang asing dirumah ini terkecuali Rian.
" Udah pulang kemaren saat kamu tidur "
" Kenapa aku gak di bangunin mah "
" Rian yang membiarkan mu katanya kamu kecapean " Papa
" Aku gak sengaja tau apaan sih kamu dek "
Sarapan Pagi ini Benar benar berlalu tanpa Rian orang itu pasti tidur kembali dan melupakan makan pagi nya.
,,,,
Setelah bangun dan membersihkan diri dua orang asing itu memulai berbicara dengan kecanggungan masing masing yang mereka sembunyikan di dalam hati mereka.
" Sore ini kita pulang kerumah ku .."
__ADS_1
" Hah ,, Apa gak bisa disini dulu sampai aku berangkat nanti "
"Aku harus kerja esok "
" Yah gak papa kalau kamu mau kerja, aku bisa nunggu disini " Ayok Nay Buat dia harus mengiyakan dengan keinginan ku ini.
" Apa kamu sedang menghindari tugas kamu" nampak Rian dapat membaca ketakutan istri nya bukan ketakutan di tinggal bekerja dan sendiri dirumah tapi ketakutan tinggal di satu rumah dan cuman berdua saja.
"Tidak , " dengan cepat iya menjawab " Sial dia pasti bisa membaca sikap panik ku , kenapa aku ini apa tidak bisa ber akting lebih baik lagi dari tadi sih.
" Jadi gak ada alasan kan ? " Seringai senang muncul di depan Rian .
" Terserah kamu "
" Emm " Liat dia Jilbab nya pun tidak pernah lepas dari kemaren kemaren seperti nya orang ini benar benar tidak menyadari aku adalah suami nya dan liat saja nanti disini kamu masih aman karena ada orang tua mu tapi dirumah nanti teriak pun gak alan ada yang peduli padamu .
Sebenar nya Rian sangat tidak terbiasa dengan rumah mertua nya ini Tidak ada AC kamar mandi dengan WC jongkok benar benar fasilitas sederhana yang jauh dari kebiasaan hidup nya .
Memilih Nayla menjadi istri membuat nya harus bisa menerima apapun keadaan Istri dan keluarga nya. termasuk merubah kebiasaan hidup nya dengan fasilitas mertua nya .
" Aku tidak akan kesini lagi sampi rumah ini selesai Renopasi " tentu di dalam hati nya saja iya takut menyinggung perasaan istri nya
__ADS_1