
Gedung Sederhana yang berada di desa tapi tak nampak pada hari ini . Gedung ini di hias dengan sangat indah dan Elegan dekorasi di dominasi warna putih dan coklat serta Tatan bunga mawar putih segar di panggung utama tak terhitung jumlah nya membuat siapapun berdecak kagum dengan keahlian tangannya .
Dikamar Nayla Bersiap sampai adzan shubuh iya tidak bisa memejamkan mata nya hingga saat ini sampai iya di rias dengan sempurna gaun berwarna merah bak seorang putri make up yang sekali lagi membuat nya berdecak kagum tidak ada ketidakpuasan di sini iya membuat sang putri tampil dengan sempurna dan anggun.
Nayla sudah keluar terdapat Rian yang sudah siap lebih awal dari nya. membuat Rian untuk kedua kali nya berdecak kagum dengan panampilan sang istri buru buru iya menyadarkan diri nya agar tidak tertangkap dalam istri nya kalau dia begitu terpesona
Dari sekian banyak tamu yang datang memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua yang jauh menyita perhatian dan membekas bagi Nayla adalah kedatangan laki laki yang iya cintai .
" Selamat Nay " Bayu lekat menatap gadis cantik ini sekarang hati nya benar benar hancur melihat semua ini begitu keras iya mengumpul kan kekuatan agar bersifat sewajarnya saja " Semoga Kamu Bahagia " ..
berganti memberikan ucapan selamat pada Rian Laki laki yang beruntung dari pada diri nya .
" Terimakasih " Rian menyambut tangan itu dengan erat menegaskan ketidak sukaan nya iya tau dengan cepat dapat mengartikan Susana saat ini bahwa laki laki tadi jelas mempunyai kedekatan dengan istri nya "
Nayla membisu sesekali dia tersenyum kembali setelah kedatangan Erin dan Bu Vivi
__ADS_1
dan juga beberapa sahabat nya itu.
Pesta Sukses di Laksanakan hari ini Nayla dengan susah payah mengumpul kan kekuatan yang tersisa tadi bagaiman tidak karena malam tadi iya tidak bisa tidur mata nya melakukan pemberontakan extra terhadap dirinya .
Tiga buah botol kopi kemasan iya minum untuk membuat matanya secerah lampu puluhan watt .
Dengan di bantu beberapa asisten make up iya menanggalkan aksesoris yang melekat di tubuh nya dan gaun cantik yang membuat nya menjadi putri hari ini.
Membersihkan make up nya dan juga membersihkan diri iya jauh lebih tampak segar sementara sedari tadi iya tak melihat batang hidung laki laki itu .
" Dimana Nayla Rian mama mau pulang "
" Tunggu Rian panggil kan ma " Rian membuka pintu dan mendapatkan istri nya terlelap di kasur dengan jilbab yang tetap melekat di kepala nya.
karena iba dia memutuskan untuk membiarkan Nayla karena iya pun tau bahwa istri nya tidak bisa tidur kemaren malam.
__ADS_1
" Nayla tidur ma dia kecapean malam tadi gak tidur soalnya "
" Hemm .." Kara Dodi sang kakak penuh dengan pertanyaan lebih dalam " Kamu apakan dia sampai gak bisa tidur"
Semua tertawa orang tua Nayla orang tua Rian seoalah Dodi telah mampu menggiring opini mereka
" Besan kita pulang dulu ya "
" iya hati hati dijalan "
" Baik "
Tertinggal Rian lah di rumah ibu mertuanya di sebuah desa kecil di rumah sederhana ini
kembali iya memasuki kamar istri nya.
__ADS_1