
Suasana Canggung diantara kedua nya menyeruap kembali kepermukaan. Mereka terjebak dalam pemikiran dan kebisuan mereka sendiri.
untung lah terbantu dengan suara TV kalau tidak suara gerakan cicak merayap di dinding pun akan terdengar di kuping kedua insan ini.
" Mas ... Eh sayang " membetulkan sendiri sebelum muncul protesan dari sang Raja " Apa kamu esok sudah kerja ???" sebenar nya Nayla sendiri pun bingung dengan pekerjaan suami nya dan sampai sekarang iya enggan untuk menanyakan nya .
" Kenapa ???"
Kenapa jawab nya itu sih aku jadi bingung harus jawab apa lagian kenapa aku mengajukan pertanyaan tidak berbobot seperti itu pada nya " Gak papa .. !! kalau kamu kerja aku mau keluar ngajak mama kepasar beli pakain buat umroh " ahhh tumben aku pintar sekarang satu jempol wahai diri .
" Keluar lah aku memberi ijin dan pulang lah sebelum aku pulang " ..
hah...apa dari tadi dia masih memakai jilbab nya !!! ucap nya dalam hati " wanita ini benar benar aku kan suami nya dari kemaren sampai sekarang aku baru sadar belum pernah melihat rambut bahkan pergelangan tangannya " tersenyum
" Kenapa kamu melihat aku seperti itu..? "
*penuh dengan ketakutan dan kecurigaan.. hah kamu tersenyum aku bisa gila saat ini ingin rasanya keluar dari kamar ini sekarang juga tapi apa alasannya*ucap nya di dalam hati
__ADS_1
*Lihat muka nya ... hahaha apa dia ketakutan sekarang .. !! aku benar benar puas sekarang ingin sekali aku terbahak bahak*
"Apa kamu tidak ingin mejalankan kewajiban mu sebagai seorang istri ?? " Rian
" Kewajiban ".penuh tekanan " apa kamu lapar dan sedang ingin makan ..?? aku buatkan mie instan ya aku gak bisa masak kan sudah aku bilang "
* Aku tau maksudmu tapi jadi bodoh sekarang ini adalah solusi nya * Nayla
" Sepertinya aku perlu menjelaskan dengan jelas kepadamu oke kita praktek langsung karena teori saja mungkin kamu tidak mengerti "
" Aaaaaaa..... iya .. iya aku ngerti ?? " Nayla
Mulai membuat jarak ingin bergerak pergi dari Kasur namun tangan Rian sudah mengunci tubuh Nayla sehingga tidak mampu melawan
" Jangan .. jangan .. !! " Panik " Lepaskan tanganmu aku mohon " Nayla.
" Apa...?? mulai membelai jilbab yang dikenakan istri nya " Lepas ini " tangan nya pelan membuka jilbab istri nya " Aku kan sudah berhak melihatnya " Tapi ..bantahan dari istri nya " Dengan cepat Rian melepas dan melempar nya entah kama
__ADS_1
Sekarang mata keduanya beradu tatap Rian dengan senyum senang nya dan Nayla dengan perasaan dangkal nya pada laki laki ini
" Mulai esok pakai pakaian tidur di depan ku ..? aku tidak mau kau menggunakan ini saat di dalam kamar denganku ?"
Rian tampak mengendurkan pelukan nya namun mata mereka masih menatap lekat .
" Kamu keberatan " Rian
" Aku Harus jawab apa ??? " Tanya Nayla yang sudah mulai tidak bisa menahan diri nya. berusaha memahami kalau ini adalah suami nya tidak bisa membantah bahkan Ridho mu Tuhan ada pada kebahagian laki laki ini .. ahh Sial kenapa aku tidak buat perjanjian dengan nya lebih awal kenapa cuman minta umroh saja sih ."
" tentu .. kau akan bialng " Iya suamiku " Kau harus jadi istri Sholehah agar gampang masuk surga iya kan " penuh dengan kemenangan
simbol
* ini adalah dalam hati
" bicara
__ADS_1