
Di perjalanan rasa tidak rela pisah dengan istri menyeruap kepermukaan hati nya. rasa enggan meninggalkan pun ada sekarang dan khawatir istri nya kesunyian juga ada.
" Perasaan apa sih ini , kenapa baru beberapa hari saja aku bersama nya rasa nyaman disampingnya sudah aku rasakan "
" Ada apa ini ..??" tersenyum
.....
Dirumah
"apa yang harus aku kerjakan dirumah ini ,, bersih bersih kamar udah
bersihin kamar mandi juga udah
di bawah ada bibi sedang memasak dan membereskan yang lain
jadi aku akan menghabiskan waktu ku dengan menonton Drama korea saja hahaha
sebelum nya Nayla working women jadi buat nya guling gulingan di kamar adalah hal yang baru dan mengasyikkan .
bagaimana tidak dia tidak pelru bertanggung jawab dalam hal apapun tugas nya menunggu suami nya pulang kerja menyambut nya dan melayani saja .
...
Dikantor
__ADS_1
"Sial kenapa sedari tadi aku menghawatirkan nya ,, Kenapa dia gak nelpon atau chat aku sih ..??? sedang apa dia sekarang "
setiap kali dering ponsel nya iya selalu menatap nya dengan cepat seakan sedang menunggu sebuah nama yang membuat mood nya membaik namun nihil hingga senja sudah beranjak seseorang yang iya harapkan tak kunjung menelpon nya membuat bad mood nya semakin menjadi.
" Hehgg.. anak ini sedang apa dia sekarang "
Karena sudah tidak bisa menahan sabar nya iya menelpon seseorang yang di tunggu nya sedari tadi yang tak lain adalah istri nya.
panggilan pertama gagal
kedua gagal
ketiga baru di anggat
" Hey bahkan dikantor pun kau mampu merusak mood ku "
" Aku pulang malam jadi tidurlah duluan malam ini "
" emm baiklah .. "
*Ya ampun Berharap apa aku tadi kenapa aku ingin dia memohon untuk aku segera pulang* didalam hati Rian iya kecewa
" Ya sudah "
" aku ....." sebenarnya iya takut di rumah ini sendirian namun iya merasa gak enak pada Rian untuk mengatakan nya
__ADS_1
"Kenapa ...?? Tanya Rian penasaran menunggu kelanjutan kata kata Nayla kemudian
"Sudahlah Lupakan " akhirnya hanya itu yang bisa iya katakan " Dasar Egois apa dia gak mikirin aku sendirian disini .. aku takut" berontak nya dalam hati
" Hey aku bukan peramal ya .. jadi bicara langsung saja padaku jangan pakai bahasa wanita kepada ku karena aku tidak memahami apa pun kode kode kewanitaan terhadap pasangannya "
"Iya "
" Jangan lupa makan ..? entah sadar atau tidak apa yang iya katakan ini . berulang kali iya mengutuk kebodohan ini kenapa *mengatakan ini sih* ujar nya dalam hati
" Udah .. Kamu ??" memang harusnya aku membalas pertanyaan ini kan apa ini wajar pikir nya dalam hati Nayla kenapa ini terasa menjijikan untuk ku ucapkan
" Belum "
* Hey Curang kenapa sesingkat itu kata katamu.. lalu aku harus bilang apa lagi *
" Makan lah dulu jaga kesehatan mu " sumpah rasa nya aku mau mual sendiri mengatakan ini .
" Iya aku akan makan " Rian tersenyum dan terkekeh sendiri iya senang seakan kata kata itu adalah moodbooster untuk Rian
" Ya sudah aku tutup " rasa nya aku ingin menjatuhkan diri ku sendiri ke belahan bumi paling bawah aku tidak ingin melihat nya aku malu apa yang barusan aku katakan pada nya
" Iya "
Entah apa dan kenapa setelah berbicara dengan Nayla pekerjaan ini terasa gampang tanpa drama drama apapun itu
__ADS_1
Vote ya ..