Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Mengundurkan Diri


__ADS_3

Kedua Keluarga itu berkenalan satu dengan yang lain bertukar cerita dari hal konyol hingga keras nya kehidupan .


Keluarga Atmajaya ternyata begitu humble terlebih Nyonya besar nya sedari tadi tak henti henti menanyakan tentang menantu nya pada sang ibu kandung.


Surya Atmajaya sang pengusaha penuh wibawa tidak terlihat saat berkumpul dengan keluarga Ahmad iya bercerita tanpa menonjolkan diri nya


Rika mendekati Nayla


" Hallo adik Ipar "


" Heh.. "


" Aku kakak nya Rian " katanya nya sambil mengulurkan tangannya


" Aku Nayla " kata nyala yang menyambut hangat tangan Rika


" Kamu Manis ."


" Lebih manis kamu kak "


" Hah kamu bilang kak .. Hay Rian kesini dia panggil aku kakak "


Rian berjalan ke sudut ruangan yang dimana ada Nayla dan Rika


" Memang seharunya kan " Kata Rian


Kedua mata itu kini bertemu lagi lebih dekat lagi.


" Yasudah aku tinggal dulu "


Rika merasa ada yang perlu di bicarakan kedua nya maka dari itu dia memberikan kesempatan pada mereka


" Iya " kata Nayla

__ADS_1


Setelah dirasa aman dari jangkawan semua telinga di rumah ini pelan namun bisa di dengar lawan begitulah sekarang mereka berbicara


" Kau..." Kata Nayla


" Kenapa Hebat kan aku " Kata Rian


" Cihhh ... "


" Aku kan sudah bilang akan membuat mu melayani ku "


" Jadi ini pernikahan berkedok pelayan "


" Benar .. dan aku lah pemenang nya "


" Aku ingin bertemu dengan mu di cafe xx sore jam 6 bisakan "


" Dengan senang hati .. Nona mendekatkan wajah nya pada Nayla Nikmati Senyum mu di 2 Minggu terakhir ini "


" Depp.."


malam semakin larut keluarga Rian berpamitan .


Hari ini Nayla masuk kerja setelah acara semalam Nayla berpikir untuk mengundurkan diri dari tempat nya bekerja


semalaman suntuk Nayla memikirkan ini walaupun keluarga Atmajaya tidak melarang nya tapi setidaknya Nayla cukup tau diri dengan keluarga suami nya yang berkecukupan dan memiliki cabang usaha yang luas .. tidak mungkin mereka memberikan menantu nya bekerja di tempat orang lain.


" Maaf Bu Vivi saya mendadak mengatakan ini "


" Tidak apa apa kalau ini memang sudah keputusanmu "


" Makasih atas pengertiannya Bu "


" Iya Nayla "

__ADS_1


" Saya permisi Bu "


Setelah keluar dari ruangan Bu Vivi Nayla memberi tahu perihal pengundurannya pada Erin


" APA!!!!!!? Gak mungkin "


Erin terkejut


Setalah menceritakan semua nya lamaran pernikahan hingga pengunduran diri nya .


" hari ini hari terakhir ku ada disini . kok aku sedih sih hiks hiks hiks " Nayla


" Nay.... " sambil memeluk Nayla tentu Erin lah yang sangat sedih di tinggal kan sahabat nya


" Erin "


" Aku bahagia kamu mau menikah tapi aku juga sedih kamu berhenti Nay "


" Kamu bisa bertemu dan mengobrol dengan ku sebebas dan seingin kamu mau "


" Tapi ... huaaaa " Erin semakin menangis


" Udah lah Erin bukan nya kemaren kemaren kamu bilang ingin melihat ku menikah "


" Iya aku pingin tapi bukan berarti juga berhenti kerja "


" Aku harus jadi istri Sholehah Erin "


" Kau pikir dengan bekerja tidak bisa menjadi istri Sholehah "


" Hahaha ya juga ya " kata Nayla tersenyum


Tentu sebelumnya Nayla tidak membayangkan akan berhenti berkerja setelah menikah iya bahkan bercita cita menjadi wanita karir .

__ADS_1


Namun takdir membawa nya berlari dari semua Yang Nayla Rencana kan bahkan sangat jauh .


Di tatap nya Ruangan dari sudut ke sudut iya ingin memasukkan semua nya di kepala nya untuk menjadikan semua ini kenangan yang akan selalu di ingat nya


__ADS_2