Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Jalan Jalan sore Dengan Arin


__ADS_3

Sore selepas mereka shalat Ashar di Mesjid Nabawi Fina dan Arin berselfi ke girangan dan kadang juga mengabadikan moment mereka sekeluarga Terlebih Hp baru mereka sangat mendukung kamera nya benar benar menghasilkan foto yang baik.


Mereka sudah sampai di hotel tepat nya di Loby hotel.


" Kak jalan jalan yuk beli cemilan .." kata Arian membujuk Nayla dengan mengoyangkan tangan Nayla.


" Mau beli apa ..? "Kata Nayla malas iya karena sedari tadi iya cuman ingin kekamar dan mencoba menghubungi suami nya lagi .karena kalau saat beribadah Nayla tidak pernah membawa hp nya kalau pun di bawa kadang cuman di silent saja oleh nya.


" Semua ka .. kebab minimum dan mau es krim juga " Kata Arin membayangkan nya


" Bukan nya disini juga lengkap Rin .. "


" Aaaa... pokok nya aku mau jalan jalan kak Nay !!!"


" Yasudah ayok cepat Kata Nayla ??"


" Gak ijin sama mama ka ..?? " Kata Arin


" yasudah kamu pergi gih aku tunggu disini "


"Telpon aja .." kata Arin


Arin menghubungi orang tua nya dan juga mengajak Fina namun gadis itu tidak mau ikut karena mau tidur.

__ADS_1


Nayla memperhatikan Hp Arin Dengan tatapan bingung aneh curiga Hp Arin jelas Hp dengan harga yang sangat mahal


" Dapat dari mana anak ini ???" lirih nya dalam hati .


" Hey... Hp Kamu Baru ya Rin ...? " Tanya Nayla dan mengambil Hp Arin Secara Paksa setelah iya selesai menelpon


" Iya kak "...


" Siapa yang membelikan " Tanya Nayla penasaran


" Abang Rian " kata Arin singkat sambil berjalan keluar Hotel menggengam tangan Nayla .


" Kok Bisa ..?? " Kata Nayla heran


" Kau di perintah kan apa oleh nya ?" Kata Nayla penuh selidik


" Enggak ..."


Arin gugup berkeringat dingin " Aaaa kenapa aku harus menghadapi ini sendri sial .. kenapa juga aku tadi ingin keluar bersama kak nay habis lah aku .... Aku yakin dia masih menaruh kecurigaan padaku.... ??"


" Jangan membodohi kakak mu .. kalau ada sesuatu nanti aku tidak akan pernah membantu lagi " Ancam Nayla


" Aku mau pesan minum itu seperti nya enak kak " Arin mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Ya pesan dua Rin... aku gerah karena seperti nya ada yang menghianati ku disini " Kata Nayla menyinggung sebenarnya iya tidak marah hanya saja biar Arin tertekan dengan semua ini dan menceritakan sebenarnya


" Isshhh ... kaka apaan sih ..??" Arin manyun dan kemudian meninggalkan Nayla yang duduk di kursi kecil


Meraka berjalan dari toko ke toko dan itu keluar dari tujuan awal yang cuman sekedar cari cemilan saja kedua nya malah kalap mata hingga banyak tentengan plastik belanjaan di tangan mereka sekarang dari baju sendal bahkan sekedar hal receh seperti ikat rambut dan lain lain .


Kedua nya berdua kembali berjalan dari hotel.


" Kak ... Makasih ya kak "


" Iya sama sayang.. "


" Bukan cuman untuk belanjaan ini saja kak .. tapi untuk semua pengorbanan yang kakak lakukan demi kebahagian kami semua "


Nayla sejenak menghentikan langkah nya


mata nya sudah mulai berkaca kaca namun dengan kuat iya tahan. Rasa nya terlalu malu jika harus mengatakan kalau Nayla mencintai dia dan keluarga nya . selama ini keluarga nya tidak pernah saling mengucapkan rasa suka dan sayang semua mereka tunjukkan dengan sikap ataupun tindakan nyata


" Iya sayang ..apa ini cara mu untuk terhindar dari semua interogasi ku "


" Aaa kakak ... "


Nayla pun tersenyum iya sebenar nya tau Arian mengatakan itu dengan tulus padanya iya hanya menghindari dari tangis haru biru jika meladeni ucapan terimakasih Arin pada nya.

__ADS_1


__ADS_2