Pernikahan Permainan

Pernikahan Permainan
Atmajaya


__ADS_3

Di dalam kamar nya Nayla menangis tersedu sedu orang tua nya kali ini benar benar memaksakan kehendaknya.


"Siapa laki laki sampai membuat mama yakin dan enggan mendengar penolakan ku .. bahkan aku tidak menanyakan nama nya."


Andai aku memperbolehkan mu ketemu orang tua ku lebih cepat Mas pasti semua gak seperti ini


Tepat satu Minggu yang lalu Bayu meminta ingin berkenalan dengan orang tua Nayla iya ingin membawa hubungan ini kejenjang lebih serius namun Nayla menolak nya karena Nayla bingung dan malu mengenalkan laki laki kepada kedua orang nya.


"Mas bay maafkan aku "


" Mas .. aku akan menjauhi kamu "


sambil menatap Layar telpon yang terlihat panggilan masuk dari Bayu


" Kamu orang baik Mas "


Hiks hiks Nayla menangis kenapa setelah ada laki laki yang iya cintai iya malah tidak bisa bersamanya.


Sepanjang malam iya menangis tanpa henti mengutuk tindakkan nya karena tidak mengenalkan Bayu pada orang tua nya


Pagi hari nya di meja makan sederhana itu berkumpullah orang tua dan anak anak nya


Mama melihat anak nya dengan mata yang bengkak iya tau kalau Nayla semalam menangis batin nya sakit melihat itu


" Ini demi kebaikan mu nak dia laki laki baik dan kaya kamu akan hidup tanpa kekurangan uang sedikitpun kamu akan hidup nyaman" mama.


Keadaan meja makan tak seperti biasa nya suasana kaku dan dingin kedua adik nya pun membungkam mulut mereka karena mereka sudah tau semua nya .

__ADS_1


Iya enggan kekantor pagi ini hati nya sangat buruk akhirnya dia memutuskan tidak masuk dan meminta Erin untuk memberitahu nya pada Ibu Vivi .


Puluhan panggilan telpon dari Bayu dari Wa sampai SMS satu pun tidak di buka Nayla iya mematikan Ponsel nya Saat ini iya hanya sibuk meratapi nasib nya .


Sementara di Ruang tamu


" Tumben kamu kesini Rian" kata sang ibu yang merasa aneh saat anak nya datang mengunjungi nya


" Pertanyaan apa itu Mah " kata Rian yang terdengar kesal.


" Cepat katakan " kata mama


" Papah Mana " sambil celingukan mencari sosok laki laki itu .


" Lagi Keluar "


" APA!!!!!" Sama siapa .???? Resti tekanan intonasi mama


" Enggak .. "


" Siapa ??? "


" Nanti Mamah tau sendiri lusa aku ingin melamar nya Mama bersedia kan untuk melamarkannya untukku "


Pak pak memukul lengan anak nya dan menjewer telinga nya


" Awww... Apaan sih mah "

__ADS_1


" Hey kenapa tiba tiba langsung melamar kau tidak ingin mengenalkan nya terlebih dahulu pada Mama mu .. aku bahkan belum tentu menyukai nya..."


" Mah dia gadis yang berpegang teguh pada agama dia gak pernah jalan sama laki laki gimana mau ngenalin "


" Hah .. benarkah kau dapat perempuan seperti itu"


" Iya mah dia juga berjilbab seperti Mama .. bukan nya Mama sendiri yang menyuruh ku untuk mencari istri yg pakai jilbab "


" Kok kamu bisa menemukannya .. aku penasaran ..."


tok tok tok


Pintu di buka laki laki yang sudah berumur itu masuk terlihat raut raut lelah di wajah nya dia sudah tua tapi masih saja mengurus bisnis nya walau sekarang jam nya berkerja telah iya kurangi


" Rian ..."


" Iya pah " sambil menciumi punggung tangan laki laki itu


" Kenapa dia kesini mah"


" Anak mu ingin menikah "


" Hahhh " kata papa tak kalah terkejutnya


" Dijawab anggukan dari ibu "


Vote ya ... heheh lanjutt...

__ADS_1


__ADS_2