
Didepan Cermin Nayla Meratapi Nasib buruk nya kali ini .
" Apa Laki Laki itu orang baik "
"Siapa Namanya dan Dari keluarga mana "
Saking sok nya iya tentang perjodohan ini bahkan iya tidak menanyakan Nama dari pria yang melamar nya
Terdengar suara mobil di depan halaman Rumah nya Nayla terlihat sangat gugup canggung iya tidak tau bagaimana harus bersikap dan apa yang di bicarakan nanti kenapa harus melibatkan nya padahal jelas aku sudah menolak pun mereka tetap melanjutkan nya apa penting nya aku kata Nayla didalam hati nya .
tok tok tok pintu kabar Nayla di ketok
" Masuk " sahut Nayla
" Keluarlah dan jangan mengatakan yang akan membuat mama malu dan sedih " kata mama menatap Nayla dengan tatapan bermakna aku tidak ingin kamu mengecewakan ku.
" Mama... " Nayla ingin meneteskan air mata nya sungguh ini sulit bagi nya .
" Mama MOHON " .. sambil menungkup kan tangan di dada nya
" Iya .." kata Nayla sangat bersalah pada Ibu nya .
" Ayok Keluar "
" Iya mah "
__ADS_1
Tangan wanita malaikat itu menggandengnya meski iya cukup kecewa pada mama nya namun tetap saja hati nya masih merasa aman dan nyaman memegang tangan orang tua nya .
Semua berkumpul terlihat ada 10 orang dari keluarga pria itu Nayla masih enggan untuk menatap mereka sedari tadi Iya cuman tertunduk lesu.
Rian Tersenyum melihat wanita itu berjalan lesu di samping ibu nya nampak sekali Iya tidak menyukai situasi saat ini.
Tatapan nya tak pernah lepas dari Nayla iya ingin sekali ber sitatap dengan wanita itu namun sedari tadi Nayla cuman menundukkan kepala nya enggan melihat mereka semua .
"Baik .. Saya Surya Ayah dari Rian kami disini bermaksud untuk melamar anak bapak Ahmad."
" Iya saya menyerahkan keputusan kepada Putri saya sepenuhnya tentang keputusan ini "
" Bagaimana Nak tanya Pak Surya yang sedari juga melihat nya cuman tertunduk namun pak Surya beranggapan kalau gadis ini sangat pemalu "
" Saya .. yang kemudian menguatkan diri menatap muka laki laki itu " Saya... besedia
Sekeras tenaga dia mengumpulkan energi cuman untuk mengatakan " Saya bersedia "
Sekarang Nayla mampu melihat satu persatu mata dari calon keluarga nya itu
Mata itu berhenti lama menulusuri ingatan nya dia tidak terlalu asing dalam ingatan Nayla.
Betapa terkejut nya Nayla saat melihat sosok laki laki yang akan menikahi nya
" Astagfirullah .. dia kan laki laki angkuh itu "
__ADS_1
" Dia jadi Dia ..." gumam Nayla Di dalam hati nya
Sementara sang pria menikmati ekspresi sang wanita yang nampak terkejut
" Baik Kalau memang ananda Nayla menerima nya kita akan membahas tanggal acara akad nikah nya "
" Bagaimana pak Ahmad ??"kata pak Surya
"Saya serahkan saya pada keluarga besar pak Surya selaku pihak laki laki "
" Saya ingin cepat kalau bisa satu Minggu dari sekarang pah " kata Rian
"Gila .. apaansih mau nya ni orang " Nayla
" Paling Cepat biasa nya 2 Minggu proses berkas baru bisa menikah "
Setelah kedua keluarga berembuk di malam itu ketemu lah tanggal nya dua Minggu dari malam ini
Rian tampak tersenyum mendengar nya sedangkan wanita itu hanya menatap penuh arti pada Rian .
Hay Readers
Ikuti terus ya ceritanya
jangan lupa kasih Vote nya dongs
__ADS_1