
10.30
Keyla baru saja selesai belajar membaca Alqur'an lagi. Kini wanita itu berada di dapur, ia ingin makan sesuatu.
Ding Dong.
Suara bel berbunyi, siapa itu? Tak mungkin suaminya, kalaupun itu suaminya tak biasanya Rafka menekan bel.
Keyla pun mengambil jilbabnya lalu berjalan menuju pintu. Di buka nya sedikit pintu itu lalu mengintip.
"Tak ada orang," gumam Keyla membuka sedikit lebar pintunya. Tiba-tiba saja tangannya di tarik keluar dari apartemen.
Mata Keyla membesar seketika melihat siapa yang menariknya keluar.
"A-Alan."
"Kau masih mengenaliku, he? Aku pikir kau sudah melupakan ku," ucap Alan tersenyum sinis.
"Apa yang ingin kau lakukan? Lepaskan tangan mu!" tegas Keyla.
"Key, ada apa dengan mu? Mengapa kau pergi dan hidup bersama pria lain? Apa salah ku, Key? Apa karena kalung itu kau meninggalkanku? Aku tak akan membiarkan itu, aku mencintaimu. Kita sudah tiga tahun berpacaran, kau tak bisa dengan cepat melupakan ku." Alan mengeluarkan semua pertanyaan dan pernyataan dalam benaknya selama ini.
"Aku sudah tak mencintai mu lagi! Aku ingin berubah menjadi lebih baik dan satu lagi aku sudah menikah!" tegas Keyla.
"Kau tak bisa melakukan ini pada ku, Key. Kau tak bisa! Tiga tahun kita bersama dan kau bilang sekarang sudah tak mencintai ku? Omong kosong!" ketus Alan.
"Itu bukan omong kosong, Alan. Masa lalu biarlah masa lalu, sekarang marilah kita berjalan ke masa depan masing-masing. Kau pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku, aku yakin itu. Tolong jangan ganggu aku lagi," jelas Keyla melepaskan tangannya dari genggaman Alan.
Laki-laki itu tampak tak terima dengan penuturan Keyla. Tampak matanya memerah dan sudah berair.
"Apa hebatnya dia? Sekaya apa dia, Key? Mengapa kau tega padaku? Aku masih sangat mencintai mu, Key." Alan meraih kembali tangan Keyla.
"Lupakan aku, Alan. Aku sudah bahagia bersama suamiku, dia adalah laki-laki terbaik ku. Mari hidup dengan jalan masing-masing," ucap Keyla melepaskan tangannya dari genggaman Alan lalu mencoba menutup pintu namun Alan menahan pintu itu dengan tangannya.
"Aku tidak akan melepaskan mu! Aku akan mendapatkan mu dan kita akan kembali seperti dulu. Apapun akan ku lakukan untuk mendapatkan mu kembali, lihat saja nanti." Setelah mengatakan itu, Alan memilih pergi dari apartemen meninggalkan Keyla yang masih gugup.
Keyla menutup pintu lalu menguncinya, ia menyandarkan punggungnya di pintu lalu duduk di lantai.
Air mata Keyla menetes menahan sakit di dadanya. Ia sedang berusaha melupakan masa lalu dan menjadi istri yang baik untuk suaminya. Lalu mengapa masa lalunya datang dan mengatakan akan membawanya kembali ke masa lalu.
"Cepatlah pulang, aku takut." Keyla berharap suaminya akan cepat pulang.
Masalah cinta, bukan semudah itu untuk melupakan cinta pertama yang bersemi tiga tahun lamanya. Tapi, ini adalah sebuah takdir yang mengharuskan Keyla untuk berubah. Ia tak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk bertaubat. Ia harus kuat.
*****
17.15
Keyla tampak duduk di sofa ruang tamu sembari menunggu kepulangan suaminya. Ia sudah selesai mandi dan juga sudah memakai make-up agar terlihat lebih cantik. Tampak senyuman tak hilang di bibirnya karena memang ia sangat ingin suaminya pulang.
Apa ini rindu?
Entahlah, Keyla tidak tau itu.
Ceklek.
"Assalamualaikum," ucap Rafka memberi salam lalu masuk ke dalam. Tak lupa pula ia mengunci pintu.
Melihat itu Keyla langsung berlari dan memeluk suaminya membuat tubuh Rafka berguncang.
"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh, sayang."
__ADS_1
Keyla memegang tangan Rafka lalu mengecup punggung tangan suaminya.
Tak lupa pula kecupan singkat di bibir Rafka dan lagi-lagi membuat Rafka terdiam membatu.
"Kau wangi sekali," ucap Rafka mengelus rambut Keyla.
"Iyalah, kan menyambut suami harus wangi, cantik, seksi biar makin betah di rumah." Rafka tertawa kecil mendengar perkataan Keyla. Karena Keyla tak kunjung melepaskan pelukannya, Rafka pun memilih berjalan pelan sembari masih di peluk istrinya.
Jika Rafka melangkah ke depan, maka Keyla melangkah mundur karena masih tak ingin melepaskan suaminya.
"Kau tidak tersenyum pada wanita tadi kan?" tanya Keyla tak takut jika kakinya tersandung nanti karena berjalan mundur.
"Ada," jawab Rafka membuat Keyla melepaskan pelukannya lalu berkacak pinggang.
"Sama siapa?" tanya Keyla galak.
"Dengan pasien ku, aku harus tersenyum agar mereka tak panik atau pun takut," jawab Rafka santai lalu masuk ke dalam kamar diikuti Keyla.
"Oh, selain itu tak ada lagi kan?" tanya Keyla.
"Ada," jawab Rafka membuka kemejanya.
"Dengan siapa lagi?"
"Ibu yang jualan di kantin, tak mungkin kan aku marah-marah padanya saat meletakkan pesanan ku di meja," jawab Rafka membuat Keyla tersenyum.
"Apa seseorang datang tadi?" tanya Rafka membuat Keyla langsung gugup dan takut jika suaminya mendengar atau melihat semuanya.
"Hm?" Keyla semakin gugup ketika Rafka menatap nya.
"Tidak ada yah? Aku hanya bertanya saja, jika tak ada tak apa-apa. Mana tau tadi ada anak buah Abi kemari," lanjut Rafka mengelus kepala Keyla lalu berjalan menuju kamar mandi. Sebenarnya Rafka sudah tau siapa yang datang dan apa yang terjadi, tapi ia memilih diam. Ia sengaja tak meminta anak buah Abi nya melerai Keyla tadi, ia penasaran apa yang di bicarakan Keyla dengan pria itu.
Keyla pun dengan cepat membuka tas kerja suaminya. Di dalam ada beberapa buku, ada tuntunan shalat, belajar tajwid, dan buku motivasi menjadi seorang muslimah yang serta istri yang baik.
Keyla sangat senang. "Oh, adalagi." Keyla mengambil bungkusan yang berbentuk kotak lalu membuka bungkusan itu.
Matanya berbinar senang melihat hadiah apa yang dibelikan suaminya.
Keyla berjalan menuju pintu kamar mandi lalu mengetuk pintu.
"Apa ini untuk ku?" tanya Keyla menempelkan telinganya di pintu.
"Iya," jawab Rafka sedikit berteriak.
Keyla langsung bersorak riang karena hadiah yang dibelikan suaminya.
"Terimakasih, sayang."
Keyla kembali ke sofa lalu membuka kotak itu. Tampaklah sebuah ponsel mewah nan elegan, ponsel keluaran terbaru yang pastinya memiliki harga fantastis.
Keyla sangat senang. Ia meletakkan ponsel itu di atas meja, ia akan menyalakan ponsel barunya bersama suaminya nanti.
"Terimakasih," gumam Keyla senang tak sabar menunggu suaminya yang masih mandi.
Beberapa menit kemudian. Rafka keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sebatas pinggang dan kaos lengan pendek. Laki-laki itu tak pernah bertelanjang dada di hadapan istrinya karena masih malu.
"Terimakasih ponselnya," ucap Keyla berdiri dan memeluk suaminya.
"Sama-sama, gunakanlah dengan baik. Jika ketahuan kau menggunakan untuk sesuatu yang tak berguna aku akan menyita nya lagi." Keyla mengangguk mengerti.
"Aku mau pakai celana, tolong pelukannya
__ADS_1
Keyla mengerti maksud suaminya, Rafka ingin terlepas dari pelukan Keyla. Tapi Keyla tak mau melepaskan Rafka.
"Cium dulu," pinta Keyla tersenyum manis menatap wajah Rafka yang memerah malu.
"Cium apa?" tanya Rafka pelan.
"Apa saja boleh," jawab Keyla.
"Apanya apanya?" Rafka sudah mulai gugup lagi. Jantungnya berdetak kencang.
"Cium sini," pinta Keyla menunjuk bibirnya.
"Untuk apa?" tanya Rafka menatap Keyla dengan tatapan minta di lepaskan.
"Agar aku melepaskan mu dan membiarkan mu memakai celana," jawab Keyla.
"Oh ayolah, aku.. aku, aku tak tau." Keyla tertawa kecil lalu mengecup bibir Rafka dengan singkat.
"Seperti itu," ucap Keyla memberi contoh.
Rafka pun mendekatkan wajahnya dengan kaku. "Miringkan kepala mu, hidung kita ini terlalu mancung." yang hidung nya pesek kayak author harap minggat dari adegan seperti ini wkwkwkwk.
Mengikuti instruksi istrinya Rafka sedikit memiringkan kepalanya lalu perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Keyla.
"Mengapa kau menutup mata?: tanya Rafka di sela ingin mencium Keyla.
"Aku menunggu," jawab Keyla masih setia menutup matanya.
"Menunggu apa?" tanya Rafka dengan polosnya.
"Menunggu ciuman suamiku," jawab Keyla membuka matanya lalu tertawa lepas melihat ekspresi suaminya.
"Sudah-sudah, aku akan melepaskan mu. Kau malah seperti orang yang tertekan saja," ucap Keyla melepaskan pelukannya namun Rafka menariknya kembali.
"Kenapa?" tanya Keyla bingung melihat ekspresi Rafka yang seperti anak-anak kebingungan.
"Tapikan ciumannya belum," ucap Rafka memanyunkan bibirnya dengan mata bulat.
"Lah?"
_
_
_
_
_
_
_
Terimakasih yah para pembaca yang udah bantuin author laporin si plagiator novel bang Gabriel di YouTube ❤️
sayang kalian banyak-banyak ❤️
Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah
tbc.
__ADS_1