Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
66. One night stand


__ADS_3

Sore harinya setelah pulang bekerja,mereka dari bagian desain dan perencanaan berkumpul di restoran merayakan penyambutan untuk Zain Ernest.


Setelah makan dan merasa kenyang,beberapa dari mereka berpamitan untuk pulang,karna ada keluarga mereka yang sudah menunggu di rumah.


Namun yang merasa masih jomblo,melanjutkan kesenangan mereka di tempat lain,yaitu di pub dan karaoke.


Di dalam ruangan yang mereka pesan..


"Pak Davin,apa istrimu gak nyariin tuh." Tanya Jean.


"Aku udah bilang kok kalau pulang kerja aku akan mampir minum minum dengan temen."


"Wah Istri pak Davin pasti cantik,pasti juga orangnya baik."


"Jarang banget kan ada suami yang di biarin seneng seneng sendiri." Ucap Zain dengan polosnya.


"Hahaha iya orangnya baik banget,kalem juga cantik." Ucap Jean sambil merangkul pak Davin.


"Udah deh Jean gak usah ngledek." Bisik pak Davin.


Orang orang di kantor tau jika istri pak Davin adalah istri yang galak,jika ada acara di kantor pak Davin akan beralasan lembur,dan jika pulang kantor dalam keadaan mabuk dia akan beralasan di ajak minum oleh pak presdir.


Bahkan semua pegawai wanita di curigai sudah berselingkuh dengan pak Davin.


"Gila,bisa bisanya pak Davin masih mau dengan istri yang galaknya selangit." Balas Jean dengan berbisik di telinga pak Davin.


Pak Davin menundukkan kepalanya,pasrah dengan keadaannya.


"Zain."


"Kamu inget ya,kalau kamu cari istri,cari istri yang pendiam,dan cari istri yang bisa di atur."


Zain menganggukkan kepalanya,karna mulutnya sedang meneguk bir di botol.


Mereka bersenang senang hingga larut malam,bernyanyi,berjoget,dan tertawa.


Karna ada yang mentraktir,mereka minum sepuasnya.


Jean,Zain,pak Davin,dan beberapa lainya sudah mabuk,mereka hampir tak bisa berdiri dan berjalan,hanya Lucy yang masih sadar karna tadi dia minum sedikit.


Bersusah payah Lucy menghubungi taksi untuk mengantar mereka satu persatu.


"Huuh,si**lan kenapa sih hanya aku saja yang gak mabuk."


"Capek banget,mapah mereka satu persatu.""


"Sekarang semua udah pulang,tinggal mereka berdua." Lucy menatap Jean dan Zain sambil melipat tangannya di dada.


"Hah aku kan gak tau rumah mereka." Jerit Lucy.


Lucy berpikir keras antara meninggalkan mereka atau membawa mereka ke suatu tempat.


"Enggak mungkin kan mereka aku tinggal,mereka kan atasanku."


"Okeh deh,aku bawa mereka."


Lusi memesan taksi dan membawa mereka berdua.


Taksi itu berhenti di depan hotel,Lucy turun dan masuk ke hotel untuk memesan kamar.


Setelah itu Lucy keluar dari hotel dan masuk kembali ke dalam taksi menuju apartemennya.


***


Jean membuka matanya perlahan,membiasakan pandangannya yang masih samar karna sorot matahari yang masuk dalam kamar.


Menyusuri setiap sudut kamar.


"Hah,ini di mana?


"Kok aku telanjang,bajuku mana?


Jean berdebar mengira jika dia mengalami hal yang sama di alami Sora,mabuk dan tidak mengingat apapun yang di lakukan semalam dan juga berpikiran seperti drama korea yang sering di tontonnya,mabuk dan melakukan kesalahan one night stand.

__ADS_1


Jean membuka perlahan selimut yang menutupi di sebelahnya.


"Hah." Jean bernafas lega karna yang di lihat hanyalah guling yang tertutupi oleh selimut.


"Cekleek.."


Seseorang membuka pintu dengan pelan.


"Oh God...,beneran nih aku ngelakuin one night stand." Batin Jean yang terperanjat karna seseorang masuk ke kamar.


"Kak Jean cepetan,nih udah siang,apa kau ingin terlambat ke kantor." Ucap Lucy setelah membuka pintu kamar.


"Fiuh,ternyata..."


"Hahaha."


"Kak kamu kenapa?" Lucy penasaran karna Jean tiba tiba tertawa.


"Hehehe gak papa."


"Makasih ya kamu udah bawa aku ke rumahmu."


"Aku pikir aku sudah tidur dengan seorang pria."


"Untunglah."


"Aku pikir apaan kak,untung aja aku minum dikit jadi gak mabuk."


"Kemarin malam semua sampai gak bisa berdiri."


"Beneran?"


"Trus kemaren mereka pulangnya gimana?"


"Aku pesenin taksi satu satu deh."


"Semua temen temen sih aku tau alamat mereka,jadi aku bisa ngasih tau sopir taksi nya."


"Makanya kak Jean aku bawa pulang ke apartemenku."


"Sedang pak Zain aku pesenin kamar di hotel,trus aku tinggal."


"Hahaha pinter banget sih kamu."


"Eh tunggu tunggu,pak Davin kamu kemanain?"


"Kalau pak Davin sih gak perlu di khawatirkan kak."


"Kok??" Jean bingung dengan jawaban Lucy.


"Walaupun mabuk pak Davin akan selalu ingat alamat rumahnya,takut ama istrinya kalau gak pulang." Terang Lucy.


"Hihihi."


"Hihihi. "


Mereka cekikikan bersamaan,kasian sekaligus geli dengan pak Davin,karna menjadi salah satu anggota suami suami takut istri.


"Kak udah jam segini."


Jean langsung melempar selimut ke samping,bergegas turun dan berlari menuju kamar mandi,tidak memperdulikan bahwa dia masih telanjang.


Jean membuka kembali pintu kamar mandi yang di tutupnya,dan hanya mengeluarkan kepalanya.


"Luss.. pinjemi aku bajumu ya." Rayu Jean sambil memperlihatkan giginya.


"No problem." Jawab Lucy.


***


Tiga menit lagi jam masuk kantor.


Setelah taksi yang di tumpangi berhenti di depan perusahaan Jean dan Lucy segera turun dan berlari sekencang mungkin agar sampai di kantor.

__ADS_1


Seseorang berada di belakang mereka ikut berlari.


"Pak Zain!"


Teriak Jean karna terkejut melihat Zain yang juga ikutan berlari di belakang mereka.


Akhirnya sebelum lift tertutup mereka dapat masuk ke dalam.


"Hosh hosh hosh."


Suara nafas yang tak beraturan di dalam lift terdengar dengan jelas.


"Kalian juga terlambat ya." Tanya Zain.


"Apa kalian tau siapa yang membawaku ke hotel?"


Jean dan Lucy saling berpandangan,lalu Lucy mengangkat jari telunjuknya dengan pelan.


"Makasih." Ucap Zain singkat.


"Pak Zain kau tak sempat pulang?" Tanya Jean.


"Kau lihat kan aku terlambat ke kantor,mana mungkin aku pulang."


"Ting."


Suara pintu lift terbuka.


Mereka bergegas keluar dari lift dan merapikan penampilan mereka sebelum memasuki ruangan mereka masing masing.


Di ruangan Jean.


"Gila,baru kali ini aku berlari seperti di kejar anjing."


"Kapok deh,gak bakalan lagi aku mabuk sampai kayak gitu."


Guman Jean tertawa bila mengingat kejadian tadi pagi,sesaat terlintas Jean tentang Lucy.


"Mm.. Kalau aku liat sih,gak ada yang aneh ama Lucy."


"Tapi semua bukti mengarah ama dia,kalo dia yang bocorin proyek Phelps."


"Aah jadi galau deh,selama aku kerja ama dia sih,orangnya baik."


"Hiks,gimana aku jawabnya ntar kalau pak Aaron tanya."


"Tanya aja ama rumput yang bergoyang." Jawab pak Davin,karena mendengar Jean bertanya sendiri.


"Apaan sih pak Davin."


"Pagi pagi udah tanya jawab sendiri,sampai ada orang yang masuk gak nyadar."


"Kamu masih mabuk Jean?"


"Enggak sih pak udah sadar gegara tadi lari di kejar anjing."


"Beneran?"


"Kamu ama anjingnya menang siapa?"


"Aduh duh,kepalaku jadi pusing nih pak."


"Pak Davin ke sini mau apa?"


"Hmm." Pak Davin melirik Jean,karna tau jika Jean sedang akting.


"Di cariin pak Aaron tuh."


"Udah nyariin dari tadi."


"Hah beneran pak,apa ada masalah dengan laporan kemaren?"


"Hah tau ah." Balas pak Davin sambil melenggang pergi meninggalkan Jean.

__ADS_1


__ADS_2