Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga
62. Status ponsel Sora


__ADS_3

Di mall terbesar kota Oregon,Sora bersama Thian memasuki butik langganannya.


"Selamat siang nona Rassam." Sapa pegawai butik.


Sora hanya mengangguk.


"Bisa kau carikan aku dress?"


"Baik nona saya akan carikan untuk anda."


Sora serius memilih milih baju untuknya,sedangkan Thian duduk di sofa asik memainkan game yang ada di ponselnya.


"Kak gimana cantik gak?" Tanya Sora setelah mengganti bajunya dengan chiffon dress.


"Hu'um." Jawab Thian yang hanya sekilas memandang Sora yang berdiri di depannya sambil mengibas ngibaskan bagian bawah dressnya,lalu Thian melanjutkan games nya lagi.


Sora mendengus kesal melihat tanggapan Thian yang kurang serius padanya.


"Mm,liat aja kak habis ini,aku kerjain kamu." Batin Sora.


Sudah satu jam Sora mencoba dress,namun Thian masih asik dengan ponselnya.


"Hisszz kak Thian ini,gak asik banget deh."


"Okeh,ntar liat aja ada pertunjukan yang menarik setelah ini,hehehe." Batin Sora dengan ekpresi muka jahilnya.


Sora mendekati Thian lalu duduk di sebelahnya,mengeluarkan ponselnya dan menyentuh tombol kamera,meminta Thian untuk berfoto dengannya,sengaja Sora memperlihatkan nama butik yang ada di belakangnya,agar orang tau sekarang dia berada di mana.


Sora memasang foto yang baru di ambil nya dan di jadikan status chat nya,dengan caption "Yang Tersayang sudah pulang,menghabiskan siang ini jalan jalan di mall dengannya"


"Pasti deh aku yakin banget Netha akan liat dan langsung meluncur ke sini,hihihi."


Thian tidak menyadari kejahilan adiknya,dia masih saja sibuk dengan ponselnya.


"Oke kita tunggu aja kelanjutannya." Batin Sora sambil melipat tangannya di dada dan melirik Thian yang ada di sebelahnya.


Namun rencana itu tak terpikirkan oleh Sora jika status chatnya bukan hanya Netha yang melihat,namun Aaronpun ikut melihatnya.


Aaron tidak ingin kejadian kemarin terulang,maka dari itu dia berusaha sebisa mungkin untuk menelpon Sora,sebelum dia menelpon Sora jiwa kekepoannya hinggap dalam kepalanya,ingin tahu status apa yang di tulis oleh istrinya.


"What!!"


"What is this...?"


"Siapa pria ini?"


Aaron terkejut hingga berdiri dari duduknya,dengan apa yang di lihat dan di bacanya.


"Fredy."


Aaron memanggil fredy yang ada di sebelahnya.


Fredy mendekat tanpa berkata.


"Kau cari tau Sora sekarang ada di mana,dia bersama dengan siapa saat ini." Perintah Aaron.


"Baik tuan muda."


Hanya dua langkah Fredy berjalan,Aaron memanggilnya lagi.


"Bukankah ini butik yang ada di Mall daerah sini,jaraknya hanya beberapa gedung dari sini." Batin Aaron.


"Tunggu,tunggu,biar aku sendiri yang ke sana mencari tau,beritahu Leon untuk ikut denganku,kau di sini saja mengurus dokumen ini." Ucap Aaron


"Baik tuan muda."


Aaron berjalan dengan cepat,pikirannya di penuhi cemburu,mengabaikan semua pegawai yang memberi hormat padanya.


***


"Dret dret dret."

__ADS_1


Ada pesan yang masuk di ponsel Sora.


Sora tersenyum,ternyata foto itu dapat memancing Netha tanpa menunggu lama.


"Iya Neth ada apa?"


Thian yang mendengar nama itu sontak menghentikan game nya dan berpaling ke samping melihat Sora.


"Kakakku?"


"Ooh,iya aku bersamanya saat ini."


"Kau ingin kemari?"


"Baik aku akan menunggumu."


Thian melotot mendengar perkataan Sora.


"Kamu apaan sih,tega ya ama kakak."


"Tega apaan,kak Thian sih yang mulai."


"Dari tadi Sora gak di gubris."


"Hiisszz,udah deh kakak cabut aja."


"Enggak boleh,kakak tetap di sini." Ucap Sora sambil menarik lengan Thian yang akan berdiri.


Thian berusaha melepaskan tangan Sora yang mengunci lengannya untuk tetap tinggal.


Akhirnya dengan kekuatan seorang pria Thian sanggup melepaskan diri dari Sora.


Seperti tom and jerry ,Sora mengejar Thian.


Thian teringat jika Sora sedang hamil,dia menghentikan langkahnya.


Memutar tubuhnya dan memandang Sora dengan sedikit kesal,mendekati Sora dan melayangkan jarinya untuk menyentil dahi Sora.


"Kau ini..."


"Nakal sekali." Ucap Thian meneruskan kata katanya yang terhenti.


"Auw sakit" Teriak Sora sambil mengusap usap dahinya yang terasa sakit.


"Hei!! Kamu ngapain Istriku?" Teriak Aaron sambil mencengkeram jari Thian yang di gunakan untuk menyentil dahi Sora.


"Aaron?"


"Sayang ngapain kamu ke sini?"


"Aaron?"


"Dia suami kamu?" Tanya Thian.


Sora mengangguk angguk pada Thian dan berpaling ke arah Aaron dengan ekspresi memelas,memohon agar Aaron melepaskan cengkeraman tangannya pada Thian.


"Sayang,plis lepasin ya." Pinta Sora mencoba menarik tangan Aaron yang ingin mematahkan jari Thian.


"Bhukk bhuk bhukk."


Seorang wanita tiba tiba memukul punggung Aaron dengan tas.


Secara tak langsung Aaron melepaskan cengkeramannya,Thian dan Sora kaget melihat kejadian itu.


Leon yang berdiri di dekat mobil langsung berlari menuju Aaron untuk menyelamatkan.


"Netha!" Panggil Sora.


"Thian kamu gak apa apakan?" Tanya Netha.


Aaron yang setengah membungkuk akibat pukulan itu langsung berdiri dan menatap wanita itu.

__ADS_1


"Sayang jangan." Pinta Sora menggeleng gelengkan kepalanya,memohon pada Aaron agar tak membalasnya.


Thian tidak mempedulikan pertanyaan Netha,bahkan segera melepaskan pegangan tangan Netha di lengannya.


"Sora ayo kita pulang,ajak suamimu juga,ada yang harus kita bicarakan bersama." Perintah Thian.


"Thian tunggu." Teriak Netha.


Leon yang melihat kejadian ini hanya bisa diam sebagai penonton karena tak tau harus melakukan apa. Karna apa yang di lihat nya adalah urusan keluarga tuan Aaron,pikir Leon.


"Berikan kunci mobilnya padaku."


"Kau kembali ke perusahaan sendiri."


Perintah Aaron pada Leon.


Aaron menarik pergelangan tangan Sora berjalan ke mobil yang tak jauh dari mereka.


Sedangkan Thian pulang sendiri,meninggalkan mereka dengan wajah yang kesal dan masuk ke mobil mengabaikan Netha yang mengejarnya.


Di dalam mobil Sora diam,tak tau harus bagaimana dan berkata apa,dia tak mengira jika rencana yang dia buat malah melibatkan Aaron dan menjadi seperti ini.


"Kamu bisa jelasin gak,siapa laki laki tadi?" Tanya Aaron.


Sora menoleh dan mengangguk pelan.


"Dia kakak sepupuku."


Aaron diam mendengar ucapan Sora.


"Hah ternyata dunia ini sempit sekali." Guman Aaron dengan smirknya yang kesal dan memalingkan wajahnya ke samping jendela lalu melihat ke depan lagi.


"Sayang kau kan saat kecil pernah bertemu dengannya." Ucap Sora.


"Gak usah ngingetin."


"Kalian berdua tuh sama aja,seneng banget bikin aku sengsara."


"Emang dulu kakak pernah jahilin kamu ya?"


"Udah aku bilang. Gak usah ngingetin!" Ucap Aaron yang terlihat jengkel.


Aaron melajukan mobilnya dengan cepat.


"Haduh kok malah jadi gini sih..." Sesal Sora dalam hati.


"Sayang jangan marah ya."


"Tadi aku tuh cuma mau jahilin kakak."


"Wanita yang mukulin kamu itu namanya Netha,dia suka ama kakak dari kecil,tapi kak Thian gak suka dia selalu menghindar jika ada Netha."


"Pliss ya sayang..." Rayu Sora sambil mengelus elus lengan Aaron yang sedang memegang kemudi.


Aaron hanya diam fokus dengan jalanan yang di depan.


"Ihik ihik,dia marah,aku harus ngapain nih." Batin Sora dengan wajah yang ingin menangis.


Dalam perjalanan menuju kediaman Rassam,mereka hanya diam.


Aaron menahan kejengkelannya,sedang Sora berusaha mencari cara agar Aaron tidak marah lagi.


Aaron bucin karena Sora pergi tanpa memberitahunya,bahkan Sora memasang foto bersama kakak sepupunya di status ponselnya,dia baru menyadari jika selama ini dia tidak pernah berfoto bersama Sora.


"Apa aku pura pura pingsan aja ya,kalau mereka nanti bertengkar." Pikir Sora dalam hati.


"Oh God,moga ntar mereka gak ribut."


"Ihik ihik,kak Thian maafin Sora udah ngrusak pertemuan pertama dengan Aaron." Sesal Sora setelah apa yang barusan terjadi.


"kalau udah kayak gini boro boro deh kak Thian terpesona ama Aaron,mungkin kak Thian malah pengen mukul Aaron." Pikir Sora dalam hatinya.

__ADS_1


"Enggak enggak,semoga mereka bisa baikan." Sora meyakinkan dirinya sendiri.


Sora berpikir dengan pemikirannya sendiri,membuat hatinya jadi tidak tenang.


__ADS_2