
Setelah bertukar cincin,Delia menatap sinis terhadap Qian dan Qian masih bersikap acuh dengan tatapan Delia .Kriz yang melihat nya heran dengan dua manusia itu seperti kucing dan tikus.
mereka seperti nya sering bertemu ,tatapan delia menunjukan rasa benci ,seperti nya Qian dan Delia bermusuhan,aku tak akan membiar kan ini teejadi lebih lama setelah menikah kalian harus aku buat saling jatuh cinta.
ucap kriz dalam hati.
"selamat nona Delia akhir nya anda bertunangan sebentar lagi akan menikah" ucap Kriz sambil memeluk nya.
berani sekali di depan semua memeluk nya ,kenapa sih panas sekali kalo melihat mereka berdua padahal aku sudah tau semua nya.
ucap Qian dalam hati.
"selamat tuan Qian anda beruntung mendapat kan Maharani".jangan coba coba ambil maharani dari ku" ucap kriz dengan membisikan sesuatu.
*cih dasar lelaki kurang waras ,aku jijik mendengar nya mau di bawa kabur juga silah kan ini cuma formalitas demi momy and daddy
ucap Qian dalam hati*.
" terima kasih tuan Kriz" dengan wajah datar penuh emosi.
Qian menatap momy nya memberi kode supaya cepat pulang,Qian letih dengan drama ini menguras pikiran dan perasaan Qian.
"momy ayo pulang sudah malam besok Qian banyak meeting" ucap Qian dengan cool nya.
__ADS_1
" Nanti nak bentar lagi" ucap momy membujuk Qian.
"ya sudah Qian pulang dulu" ucap Qian melangkah menuju Ibu nya maharani.
"Bu saya pamit dulu masih banyak kerjaan saya pamit pulang terlebih dahulu,maaf gak bisa ikut jamuan makan malam" ucap Qian sambil menyalami .
"oh iya nak ,ibu tadi nya berharap kamu mau makan malam bareng ,kalo masih banyak kerjaan ,bunda mengerti kalo ada waktu mampir ya nak" ucap bunda Qian sambil mengantar kan Qian sampai depan rumah.
setelah Qian pergi bunda masuk kembali menuju ruang tamu dimana metta berada.
"jeng maafin anak saya iyah gak sopan pulang duluan" metta dengan wajah sedih.
"tak apa jeng maklum anak jeng kan sibukk ini juga sudah malah besok Qian bekerja pasti lelah kerja di 2 tempat" ucap bunda dengan lembut dan memeluk metta.
gumam delia dengan sungut marah dan rasa penasaran nya.
"tante bunda saya pamit ke kamar ,hari ini sangat lelah urusan kantor maaff iyah tante gak bisa nemenin tante makan malam" dengan wajah bersalah tak enak dengan tante metta .
"baik lah nak silah kan".
Delia masuk ke kamar nya sudah ada kriz di tempat tidur ,memang mereka berdua sering se kamar tapi tak melakukan hal" negatif hanya tidur bersama.
"Kriz mandi dulu sanah kau bau sekali" ucap Delia dengan berdecak pinggang.
__ADS_1
"baby peluk dulu kalau baby nikah mana bisa se kamar lagi??" ucap kriz manja.
" isss krizzz walau Aku nikah kita tetap tidur seranjang ,aku tak bisa tidur tanpa pelukan mu " ucap Delia dengan berdecak pinggang marah.
"baby tak bisa begitu" ucap kriz dengan menatap heran.
"kenapa kriz apa kau sudah tak sayang kepada ku???" ucap delia dengan sorot mata tajam nya.
mata itu aku sangat suka dengan tatapan mu Maharani ,aku tak pernah melupa kan mu.
"Baby aku sudah bilang sebentar lagi kamu menikah ,belajar lah mencintain suami mu baby jangan kecewa kan aku yang ke dua kali baby??" ucap kriz dengan penekanan.
"No kriz,aku menolak semua nya lagian dia sudah tau kita seperti sepasang kekasih apa salah nya???" Delia bicara dengan marah ,buliran bening akan jatuh di pelupuk mata Delia.
Kriz bangun berlari lalu memeluk Delia dengan mengusap ujung kepala dan mencium nya.Delia masih tetap menangis tanpa membalas pelukan kriz.
"baby tenang lah maaf kan diri ku ,aku tak bermaksud menjauhi mu ,ok baik lah setelah menikah kita tetap seranjang bersama suami mu juga baby ,ok baby aku akan menuruti semua mau mu???" ucap kriz tetap memeluk.
*akhir nya berhasil juga aku masih butuh ini kriz maaf kan dirikuu sebelum aku melepasmu dengan wanita yang tepat aku akan tetap seperti ini menjadi maharani mu.
BERSAMBUNG..
jangan lupa like ,komen ,vote dukung selalu autor*
__ADS_1