
Kriz sedang duduk di sofa melihat dua si joli yang sedang tidur ,kriz biasa saja tanpa ada rasa marah atau kesal melihat ke dua nya.
baby kapan kamu sadar jika kamu menyukai Qian, aku bahagia jika diri mu bersama Qian tugas ku akan lebih ringan, kau tau baby aku sangat khawatir kau menyukai lelaki yang salah.
saat kriz melihat delia dan berfikir ,Qian bangun segera melepas pelukan nya.
Qian melihat kriz sedang duduk dengan gawai di tangan nya,Qian bangun dan duduk di dekat kriz dengan rambut acak acak kan .
" maaf ku ke tiduran ,ke kasih mu ke capean ,hibur dia seperti nya sangat kesal kepada mu" ucap Qian berdiri lalu pergi ke kamar mandi.
Kriz bangun berjalan mendekati delia dan mengelus pucuk rambut delia lalu mencium kening delia.
Qian yang melihat itu mengepal kan tangan nya merasa kesal tapi Qian tahan tak mau semua berantakan.
Delia mengulet saat ada yang mencium kening nya dan membuka mata nya.
Delia melihat ke samping kiri nya Qian sudah bangun tak ada di kasur.
ku berharap jika guru killer itu yang mencium ku huh oh astaga fikiran apa ini seperti nya aku harus segera pulang ke indo lama lama bersama nya di musim dingin membuat otak ku membeku tak bisa berfikir jernih.
" baby kenapa kamu manyun hm ???,maaf kan ku baby ,aku sungguh ke terlaluan sibuk dengan urusan ku sampai lupa waktu ??" ucap kriz tulus.
"hm terserah,aku mau pulang besok titik aku mau liburan bukan nya melihat mu bekerja dengan tante centil" ucap Delia melengos lalu menutup selimut nya.
"maaf kan ku baby pleas"
"pergi atau aku tak mau lagi melihat mu" ucap delia dengan tegas.
kriz mengalah berdiri dan pergi,kriz tau sifat delia jika sudah berkata maka akan terjadi begitu sesuai ke inginan nya,kriz menyadari semua ini terjadi saat mendiang kaka nya dela pergi untuk selama nya.
Qian keluar dari kamar mandi lalu duduk di sofa mengering kan rmabut nya,memakai boxer tanpa baju bertelanjang dada.
"om kau mau menggoda ku hm ,walau aku tertutup selimut mata ku masih bisa melihat mu" ucap Delia ketus.
huh guru killer menguji iman ku oh ya ampub semoga Lia dan aurel menemu kan bukti asli nya.
"kenapa aku suami mu wajar aku berani bertelanjang dada" Qian dengan santai nya.
"om kau ini benar yah berani sekali"delia bangun lalu berjalan mendekati Qian.
Seketika delia mendorong Qian tersungkur ke belakang menyender di sofa,delia di atas Qian masih dengan posisi Delia hanya mengunci pergerakan Qian tanpa menyentuh tubuh Qian.
"om kau benar benar membuat ku marah,kau harus di hukum setelah sampai di indo pulang ke mension ku bukan ke rumah om titik jika menolak ,om ingat ku akan bilang ke momy om kalo om sudah menyakiti ku??,setuju??" ucap Delia dengan tatapan tajam nya.
hany kau berani sekali em lumayan juga tunggu hany aku akan membalas nya.
"baik lah minggir dari hadapan ku membuat ku alergi saja "Qian mendorong delia ,dan pergi mengambil baju nya.
"huh dasar kasar awas kamu teriak delia"
__ADS_1
aku punya ide seberapa cinta Qian pada kak dela dulu
Tanpa ijin delia masuk ke ruang ganti Qian,Delia melihat Qian mewingkis lengan kemeja nya dan memakai parfum.
gimana gak cinta mati kalo lihat begini pantes walaupun bersandang guru killer masih banyak penggemar nya.
Delia berjalan mendekati Qian lalu memeluk nya dari belakang.
hany kenapa dengan sikap mu apa karena sedang marah dengan kriz kau ingin menjadi kan ku penganti sementara??
banyak pertanya an di benak Qian namun Qian berpura pura diam.
"om apa kau masih membenci ku karena aku pernah berhianat??" tanya delia yang membuat Qian kaget.
"hm"
"apa benar kau semarah itu??,kau tak memaaf kan ku meski aku sudah menjadi istri mu??" ucap delia memancing Qian.
hany apa kau juga mengira aku yang membunuh dela,aku tak sekejam itu karena patah hati bukan berarti aku bisa membunuh seseorang.
"tidak untuk aoa membenci ,jika pun iya sakit hati aku hanya lari dari kenyataan " ucap Qian dingin.
"benar kah itu ,apa kau tak mau balas dendam aku sudah berhianat??"
"sakit pasti aku hampir ingin bunuh diri tapi aku sadar perjalanan hidup ku masih panjang" ucap Qian
"apa yang kau lakukan jika seseorang berhianat lagi??" tanya delia.
"Aku akan melepas kan nya bersama ke kasih nya asal mereka jujur" ucap Qian dengan menatap cermin.
"kau yakin om" ucap delia.
"hm bersiap lah nanti sore kita akan pulang,lepas kan peluk kan mu nanti kriz marah" ucap Qian dengan muka datar nya .
"hehhee maaf om" ucap delia cengengesan lalu pergi.
dasar hany modus sekali pintar sekali mengambil hati ku.
Delia berjalan dengan senyuman menuju kamar kriz untuk meminta hadiah yang di janji kan kriz.
Delia membuka pintu melihat kriz sedang berbaring dengan rambut acak acakan,delia mendekati kriz merasa bersalah pasti kriz merasa bersalah.
"kriz apa aku boleh duduk" ucap Delia lembut.
Kriz melihat delia dengan mata berbinar beta bahagia nya delia ingin menemui nya lagi.
"baby kau di sini "kriz bangkit dan memeluk delia.
"apa kau sudah makan kriz??"
__ADS_1
kriz menggeleng dan melihat delia dsn mencium kening delia.
Delia mengajak kriz untuk duduk
"kriz jangan pernah ambil hati ucapan ku ,kau lah yang selalu menjaga ku selama ini hanya dirimu yang selalu mengerti ku ,aku tak akan pernah marah lama dengan mu" Delia bersandar di dada kriz.
"benar kah itu baby?"
"benar ,aku akan menyuapi mu ok??"
"ok baby"
Delia menyuapi kriz dengan telaten lalu sedikit menghibur kriz agar tertawa sampai mereka tak tau ada yang sedang melihat di balik pintu yang sedikitbterbuka.
ini alasan mu baby ,kau selalu dengan kriz karena dia suami kka mu dulu ,lelaki yang telah berselingkuh dengan Dela ,aku tak menyangka kau pun dekat sekali dengan nya ,aku tak akan membiar kan kejadian silam terulang kembali.
Qian pergi lalu duduk di cafe dekat penginapan ,Qian melihat hamparan luas yang sangat indah ,membuat Qian melupakan sejenak masalah nya.
...,,...
Aurel dan lia sampai di rumah delia ingin mengejut kan bunda delia ,karena ortu delia sudah seperti ortu nya.
"bunda" teriak ke dua nya saat melihat bunda delia sedang menyirami tanaman.
Bunda menengok dengan kaget nya melihat dua putri dari sahabat nya.
aurel dan lia berlari untuk berebut memeluk Bunda.
"bunda kami pulang ,kami ingin masakan bunda" rengek lia.
"is kau ini malu malu in banget sih" ucap aurel.
"sudah jangan bertengkar ayo masuk nanti bunda masakan ke sukaan kalian,sayang delia sedang berbulan madu"
"dengan siapa saja bun??" tanya aurel.
"Qian ,Kriz ,delia" ucap bunda sambil berjalan.
hm pasti seru dua cinta di satu tempat ,aku akan mendukung Qian saja.
gumam aurel.
"apa kau memikir kan, apa yang aku pikir kanm?" ucap lia.
aurel mengangguk kan kepala nya lalu masuk mengikuti bunda delia,menuju ruang tamu untuk duduk beristirahat.
Beraambung...
Jangan lupa like ,vote ,komen
__ADS_1
selalu dukung author.
Terima kasih🤗🙏