
Delia sangat bosan dengan ide nya yang cermelang ,delia ingin menghampiri lia dan aurel di cafe nya.
delia berjalan menuruni tangga melihat mertua dan bunda nya masih ngobrol santai.
"bun and mom ,dela mau ke kantor dulu iyah maaf yah mom " ucap delia tulus.
"gak apa nak hati hati di jalan" momy Qian memeluk dela sangat bahagia di panggil mom.
"yah sudah dela berangkat dulu " delia berjalan keluar menenteng tas kecil nya memakai dress biru selutut dengan bahu nya yang terlihat mulus ,rambut nya yang di cat warna coklat membuat Delia terlihat dewasa.
Delia masuk ke dalam mobil .
"pak ke saputra group "
"baik non"
mobil melaju dengan kecepatan rata rata delia bersandar sambil melihat ke depan ,tak tau kenapa Delia sangat ingin bertemu dengan Qian hati nya gelisah dan merasa bosan di rumah.
...,..
Qian sedang menahan amarah nya terhadap alsa yang terlalu ambisi ke pada Qian membuat Qian jengkel berusaha mengusir tapi Qian kalah dengan ancaman alsa.
"Qian kau hanya milik ku selamaya"
Alsa akan mencium Qian ,Qian tetap menghindar sampai Qian terpojok saat Qian tengah mendorong alsa tapi gagal akhir nya alsa mendorong Qian terpojok di sofa posisi alsa di atas nya.
Ceklek
pintu terbuka Dela kaget dengan pandangan di depan nya membuat mata delia merah menatap tajam ke arah Qian dan alsa ,Delia yang mempunyai sisi kejam akhir nya terpancing.
Delia mendekati Alsa dan Qian lalu menjabak rambut alsa ke belakang hingga alsa tersungkur ke belakang,Qian secepat nya bangkit dna berdiri di samping sofa.
"aawww,lepas kan" jerit alsa.
"kau berani nya mengganggu suami ku hm ,rasa kan akibat nya" Delia mendorong alsa ke depan hingga tersungkur menghamtam meja.
Qian yang melihat segera menarik Delia yang ingin merai kaki alsa.
"sudah cukup jangan kotori tangan mu"
"om dia keterlaluan" delia masih menatap tajam sorot mata nya yang menakutkan.
Qian segera menelfon ke amanan segera membereskan alsa.
Qian membawa delia duduk di bangku kebesaran Qian,Qian berjongkong di hadapan Delia.
__ADS_1
"sudah redakan emosi mu ,jangan sampai kamu pusing lalu pingsan,aku takut momy ku marah pada ku??"
delia menatap tajam Qian seolah ingin membunuh.
mood nya hancur melihat kejadian itu.
"baik lah aku tak akan bilang ke momy dengan satu syarat tinggal kan pekerjaan mu lalu temani ku tidur" ucap delia.
"baik lah tunggu sebentar"
Qian berjalan ke arah telefon lalu menelfon sekertaris nya.
📱
"halo tuan??"
"batal kan semua acara hari ini handel semua pekerjaan ku bersama dimas"
"baik tuan"
Qian menutup telefon nya lalu menghadap Delia .
"masuk lah terlebih dulu aku akan mengunci ruangan ini" Qian mengambil remot untuk mengunci otomatis ruangan .
Qian melepas jas dan sepatu nya lalu ikut merebah kan diri.
"kenapa ke sini??"
"kenapa om gak boleh yah apa om mau di perkosa oleh tante tante itu hm ??"
aduh salah bicara seperti singa kelaparan hany ku kalo sednag marah.
"bukan begitu terima kasih tadi mau nolongin ku??"
"sama sama om" ucap delia ketus.
"em maaf membuat mu marah"
"santai om biasa wanita jalang memang begitu ku tak heran" ucap delia menatap Qian.
"om kau tau aku ke sini mau banyak tanya om" ucap delia mendekati Qian lalu menghadap Qian posisi miring .
"tanya apa ??"
"om berapa lama pacaran dengan ku dulu??"
__ADS_1
"kenapa bertanya seperti itu??"
"om jawab atau aku marah" delia mendelik.
"ok baik lah,dulu pacaran 5 tahun " ucap Qian.
"kenapa om gak marah sekarang dengan ku atau membenci ku??" delia penuh selidik.
kenapa hany bertanya begitu apa dia curiga ke pada ku??
"untuk apa membenci toh jodoh mana ada yang tau " Qian menjawab dengan tenang sambil melihat Wajah delia.
"oh begitu yah om kirain om mau bales dendam membuat ku jatuh cinta lalu meninggal kan ku" ucap delia tanpa sadar.
hany apa yang kau bicarakan itu benar tulus dari hati mu??
"gak buat apa itu masa lalu ,masa sekarang jalani saja" ucap Qian so kuat hati melow.
"aku bosen di rumah tak ada kriz jadi aku ke sini hehehe" delia tertawa.
huh hany baru saja aku senang kau mulai lagi membuat ku sakit ,kau hanya menjadi kan ku pelampiasan.
apa ku salah bicara huh bodoh nya ku kenapa bahas kriz pasti lah dia cemburu.
Delia menakup kan tangan nya ke pipi Qian.
"aku boleh minta sesuatu??"
jangan membuat ku makin sakit hany
"boleh minta apa??"
"aku ingin tidur di dada bidang mu boleh tapi lepas ke meja mu he he he" delia tertawa kecil.
hany aku lelaki normal
Qian menghelai nafas nya mendapat permintaan konyol dari istri nya meski istri delia belum pernah di sentuh Qian hanya ciuman itu pun hanya beberapa kali.
"baik lah"
Qian menuruti delia ,delia sangat senang delia langsung bersandar di dada bidang Qian lalu membenam kan wajah nya lalu mengelus perut Qian.
hany kau sungguh nakal mengerjai ku.
Bersambung...
__ADS_1