
Lia dan Aurel sedang melihat pemandangan salju nan indah yab,Aurel dan lia sedang menjalan kan misi penting bila gagal taruhan nyawa nya.
"Rel lu yakin dengan keputusan kita??" tanya Lia yang cemas .
"Kita kan bukan sekali menghadapi bahaya kan buat apa cemas??" ucap Aurel dengan lantang.
"kau tau Rel aku sebenar nya malas berurusan dengan penjahat tapi apalah daya itu tugas kita kan huh sangat berat" ucap Lia dengan malas.
"kau tau Rel aku paling setia dengan Delia dia selalu sibuk tentang kebutuhan kita agar layak tapi kita belum bisa membalas budi nya??" ucap Lia dengan pandangan yang nanar.
"Entah lah Li ,Delia hanya butuh seseorang yang dapat di percaya menjaga nya dengan tulus,tapi sayang Li Delia terlalu sayang kepada Kriz sebelum kriz mendapat pasangan nya Delia kekeh tak akan melanjutkan kisah asmara nya" ungkap Aurel dengan hembusan nafas kasar dan raut muka yang sedih.
"Aku punya ide Rel aku akan mendekati Kriz ,aku akan cari tau semua yang kriz mau ok??" Lia senang menemukan ide brilian.
"Kau yakin Li??" tanya aurel memastikan .
"Yakin Rel deal yah kalo misi ini selesai ,aku akan menjalan kan rencana kita ok??"
"baik lah terserah kau Li" Ucap Aurel.
...,,...
Qian sedang ada di cafe hotel sedang makan sarapan nya ,lalu Qian melihat gawai nya tak ada satu pun tanda* kabar dari Delia atau pun pesan dari anak buah nya.
__ADS_1
Delia kau dimana aku sangat merindukan mu jangan tinggal kan aku dengan perasaan ini kau tau hanya kau wanita satu* nya yang bisa menutup luka lama ku.
gumam Qian dalam hati.
Qian meletak gawai nya mulai menyendok nasi goreng kesukaan nya tiba" ada yang duduk di samping nya menyerobot nasi goreng .
"nyam nyam nyam..enak sekali kau pintar memilih menu makanan om??" ucap Delia dengan mulut penuh nasi.
Qian hanya diam kaget melihat tingkah Maharani tak seperti dulu yang anggun tak suka nasi goreng membuat Qian merasa aneh jika teringat kenangan bersama dela.
"Om minggu depan aku mau libur ke swiss bersama kriz ,kau ikut yah ??" tanya Delia sambil menyerupu jus lemon.
Aneh sekali dengan maharani sejak kapan suka swiss dia kan gak suka salju aku baru tau sudah lama ku tak bersama mu sekali di pertemukan dengan hubungan pernikahan luka lama ini terbuka lagi saat melihat mu .
"Ayo lah om jangan begitu nanti bunda ku amrah om ayo lah pleas ????" Delia menunjukan muka imut nya.
dasar cewe menor maksa ,di kira aku tertarik.
"Ok ,disana berapa hari??" tanya Qian sambil memandang maharani heran.
"Seminggu om ,oh ya om aku ada sesuatu untuk mu ,nih ambil lah kotak kecil ini anggap saja hadiah dari ku ok??" Delia telah menghabiskan makanan nya lalu pergi meninggal kan Qian.
"kenapa dia jadi aneh begini yah seperti bukan Dela maharani yang dulu" Qian masih heran sambil membolak balikan kotak kecil itu.
__ADS_1
*ku buka gak yah,kira" isi nya apa.
Qian membuka kotak ada sebuah jam tangan dan surat kecil ,Qian membuka isi surat dan membaca nya.
*Dear Qian
maaf kan aku om jika karena diriku ,kau harus terjebak atas pernikahan ini ,aku janji tak akan membuat mu kerepotan karena ku,mulai sekarang kau suami ku tapi aku tak bisa jauh dari kriz,ijin kan aku selalu ada kriz di samping ku ,jika itu membuat mu tak nyaman kau boleh pindah kamar karena ku tak pernah memaksakan perasaan dan kehendak mu .
pernikahan ini hanya sebatas formalitas jika kau menyukai wanita lain kejar lah aku sangat mendukung mu jika butuh bantuan hubungi saja aku di 089xxxxxx ,jika di depan keluarga kita pasangan romantis ok ??.
thank you so much om.
Qian menghelai nafas setelah membaca surat nya ,Qian tak percaya akan terjebak seperti ini ,Qian berdiri lalu pergi menuju ke kamar lagi saat ingin masuk Qian melihat Delia sedang berdandan di belakang nya ada kriz yang merapih kan rambut Delia serta memakai kan jepit rambut .
"ehem ...ehem" Qian berdehem.
"Eh bung kau sudah kembali sini lah ku ingin banyak mengobrol dengan mu" Dengan santai nya kriz menarik Qian untuk duduk di sofa.
"bung kau tau istri mu sangat cantik aku sampai tak ingin berkedip" Kriz memanasi.
*huh dasar pasangan tak tau malu sudah lah tak penting untuk ku
Bersambung*...
__ADS_1