
Delia bangun badan nya berasa remuk akibat Qian yang tak sadar,Delia akan turun dari ranjang tapi sakit di bagian sensitif nya membuat nya mengurubg kan diri.
Delia menatap ke samping melihat Qian yang tidur sangat tenang membuat nya nyaman lama.lama dekat dengan nya ,sikap nya membuat delia sadar tanpa berfikir jernih melakukan hal bodoh yang membuat nya kewalahan.
om memang the best kau hanya milik ku om awas kalo melirik yang lain ku patah kan tangan nya .
Delia tersenyum geli ,saat delia ingin terlelap tidur lagi ,Qian bangun mengerjap kan mata nya.
"sudah melihat wajah tampan ku??"
Delia terlonjak saat melihat Qian bangun.
"eh om udah bangun yah??"
"cih pertanyaan apa itu??" Qian bangun berjalan menuju kamar mandi.
is dasar om nyebelin.
Delia kembali berbaring ingin terlelap tidur lagi rasa sakit yang masih menjalar.
40 menit kemudian Qian selesai bersih bersih merasa lebih segar .
Qian menyipit kan mata nya merasa heran dengan delia yang kembali tidur dan ada bercak darah.
__ADS_1
darah apa aku tadi malam terlalu keras melampias kan nya atau delia masih perawan,jika delia masih perawan berarti Delia selama ini tak tidur dengan kriz????
Banyak pertanyaan di otak Qian.
Qian semakin bingung apa motif delia memberi nya obat itu.
"bangun"Qian menggoncnag tubuh delia .
"Bentar lagi is om gak ngertiin ku cape??" Delia gedumel gak jelas.
"bangun mandi"
"om aku lelah sekali"
"om bodoh apa oon sih om tau gak om sangat ganas seperti macam membuat ku kelelahan" Delia memanyun kan bibir nya.
Qian yang gemas langsung menyambar bibir delia.
"huh " delia melepas ciuman nya.
"om kira kira donk mau bunuh ku??"
"maaf aku kelepasan,motif apa di balik sikap mu ini??" Qian tutup point.
__ADS_1
"motif nya apa yah om soal nya aku lupa he he" delia nyengir tanpa rasa malu merutuki kebodohan nya.
"jawab dengan jujur atau kau aku tinggal kan!" Qian sengaja mengancam diri nya tak mau lagi patah hati untuk ke dua kali nya dengan adik mantan kekasih nya.
"hem baik lah tapi janji setelah aku menjelas kan nya om harus menuruti semua perkataan ku deal??" delia menaik turun kan alis nya.
hany semoga kau tak mengecewa kan ku,aku tak sadar merebut mahkota berharga mu ,ku yakin tak akan pernah meninggal kan mu apapun yang terjadi.
"hm"
"is dasar om killer bicara irit huh baik lah dengar kan baik baik" delia mendelik.
"aku sengaja menaruh obat itu di minuman om,karena om suami ku lalu alasan di balik sikap ini aku mau menjalan kan misi om tapi ini bersangkutan tentang hidup dan mati om harus siap" Delia berbicara serius Qian menatap delia heran.
"maksud kamu apa ???,kamu ingin tawuran atau kamu ingin meninggal kan ku dengan alasan tak masuk akal??"
"is om jahat benar aku bukan tipe wanita seperti itu om ,aku setia cantik imut kadang juga suka marah,udah lah om gak penting juga, om tolongin gak bisa jalan hehe??" delia nyengir kuda malu meminta bantuan Qian.
"baik lah aku akan tanggung jawab"
Qian membopong delia menuju kamar mandi untuk membersih kan diri.
Bersambung...
__ADS_1