
Qian bangun pagi merasa aneh seperti ada tangan yang memeluk nya .
Qian membuka mata melihat siapa yang memeluk nya.
Qian begitu kaget saat melihat delia sedang memeluk nya diri nya pun sudah di kasur bersama delia.
apa aku mimpi bukan nya tadi malam aku tidur di sofa kenapa di sini.
Qian bergerak dan mengganggu tidur delia.
"emm om jangan gerak donk ,dela masih ngantuk tau om" delia memeluk lebih erat.
Qian merasa heran sambil memandangi delia yang terlihat sangat nyenyak.
"om jangan lihatin ku begitu nanti jatuh cinta" ucap Delia membuka mata nya.
Qian ingin berpaling berbalik tapi di tahan oleh delia.
"om hadap sini saja kenapa sih ??,gak mau lihat aku yah??"
Qian menyentuh bibir delia dengan jari bertanda untuk berhenti bicara.
"bukan begitu ,takut ganggu kamu??"
Qian menarik jari nya menjauh dari bibir delia.
ya alloh cobaan apa lagi yang harus aku dapat kan ,hany kau sangat menyiksa ku.
"om kenapa sih om kaku banget??"
"gak hanya malas saja"
"om tau aku belum mengenal om boleh aku mengenal om lebih jauh??" delia memasang wajah imut nya.
__ADS_1
"em terserah" Qian melepas tangan Delia lalu bangkit untuk mandi .
"om nyebelin" teriak delia.
..,,..
aurel dan lia sedang mengintai seseorang yang sulit mereka tangkap bukan buronan kelas teri yang membuat lia dan aurel kelimpungan.
"eh rel untung tampan kalo gak males gue hehehee" ucap lia cengengesan.
"hus ja begitu mata kranjang buat lelaki bukan wanita jaga harga diri donk??"
"is ok".
semua mengepung tepat itu sayang gagal lagi gagal lagi membuat ke dua nya geram dan memporandakan yang ada.
"ambil semua barang yang di butuh kan cepat" perintah aurel ke pada anak buah nya.
babang tampan yang lia maksud bukan manusia tapi ikan ****** ke sayangan lia.
"yuk ah" ucapa aurel.
ke dua nya menaiki motor sport nya dengan ke cepatan sedang di sisi lain ada orang yang tampak kagum dengan ke dua gadis itu.
momy dan papih Qian sudah di ke diaman hanz wijaya di sambut oleh bunda Delia.
"jeng tumben ke sini gak ngabarin??"
"biasa jeng kangen mantu" ucap momy metta.
"mari masuk"
Ke dua nya masuk di suguhi minuman dan camilan oleh bibi.
__ADS_1
saat delia turun dengan baju tidur nya ke dua ortu Qian tersenyum.
"anak mantu momy cantik nya baru bangun tidur"
membuat delia salah tingkah.
Delia turun menyalami ke dua nya lalu duduk mendegar obrolan ketiga nya.
Qian turun dengan baju rapih karena hari ini ada rapat penting.
"momy maaf yah Qian harus cepat ke kantor da meeting penting??"
"tak masalah Qi"
"papih Qian berangkat dulu"
"baik lah son hati hati"
Qian pergi tanpa menatap delia.
huh dasar om nyebelin di baikin malah ngelunjak.
"del momy sama papih ingin kamu nginap di rumah momy??"
"baik lah mom terserah" Delia memang begitu kan sikap cuek nya kumat.
semua nya ke ruang makan untuk makan bersmaa di lanjut kan obrolan delia yang malas pergi ke kamar nya ke dua orang tua Qian tau sifat dela memang cuek ramah dan tegas tak suka bercanda selalu mengambil ke putusan tegas.
"maaf yah jeng dela memang begitu??"
"tak maslaah jeng maklum dela wanita karir sama seperti Qian"
Bersambung..
__ADS_1