
Delia berfikir lalu mencium kriz melepas pelukan lalu turun.
"ok kriz jika itu mau mu aku akan jujur sekarnag juga tapi ingat setelah aku jujur segera menikah seperti janji mu jangan buat sahabat ku kecewa" ucap delia meraih kunci mobil nya lalu berjalan keluar ruangan.
kriz tersenyum bahagia mendengar delia baby kecil nya menurut.
Entah lah kriz memang mulai sedikit menyukai lia ,kriz harus belajar mencintai dan mendekati lia.
delia berjalan dengan santai dan wajah tegas nya menuju parkiran mobil.
.....,,,..
Qian sangat marah diri nya marah kenapa setiap wanita yang ia sukai pasti menghianati nya ,mencintai orang lain .
Qian membrantakan semua nya melukai diri nya dengan pisau tetes demi tetes darah terjatuh membuat Qian lupa segala rasa sakit saat begitu asisten Qian masuk melihat tuan nya panik lalu menelfon dokter untuk segera datang.
asisten nya memapah Qian menuju ruang tempat biasa Qian istirahat.
saat dokter datang memeriksa dan memakaikan perban .
"gak usah khawatir ,tuan Qian baik baik saja jangan lupa tebus resep nya Qian stres ringan"
"terima kasih mari saya antar kan"
asisten mengantar kan Dokter keluar sekalian menebus obat nya di apotik.
Qian memejam kan mata nya walau tak tidur.
#
Delia sampai di depan perusahaan Qian memberi kunci pada satpam untuk memakir kan mobil nya ,Delia masuk dengan langkah tegas ,masih tetap terlihat cantik.
Delia masuk lif menekan tombol lalu pintu tertutup ,setelah lif terbuka delia berjalan semua karyawan berdiri dan menunduk memberi hormat.
__ADS_1
Delia acuh tetap berjalan menuju ruangan Qian.
saat delia masuk tak melihat Qian di kursi kebesaran nya tapi delia melihat ruang istirahat Qian terbuka.
hm apa Qian sedang istirahat baik lah ini bukan jam istirahat mungkin Qian lelah.
Delia berjalan menuju tempat tidur king size melihat Qian berbaring.
Delia mendekati betapa terkejut nya delia melihat perban di tangan Qian.
(sebelum delia datang ruangan sudah di bereskan).
"Qi pa kau baik baik saja??" delia memegang tangan Qian duduk di samping Qian.
Qian tetap diam walau tau Delia yang datang amarah masih menguasai Qian.
Delia memencet tombol merah pada remot berarti ruangan menutup otomatis semua lampu otomatis menyala.
"Qi jawab donk jangan diem aku tau kamu gak tidur,kamu kenapa Qi??" ucap delia begertar dari ucapan nya.
Delia naik ke samping Qian lalu memeluk Qian.
"Qi jawab donk jangan gitu bikin aku takut ??"
Qian yang tak tega membuka mata nya lalu memandang delia.
kau kesini hanya untuk menyakiti ku memberi ku harapan palsu hany cukup aku muak jika kau memang tak ingin dengan ku ,aku akan pergi dari kehidupan mu
Qian terdiam dengan sorot mata yang sulit di baca.
"ehem dari mana saja??"
"aku habis dari kantor kriz om " jawab delia takut.
__ADS_1
"kenapa gak pamit dengan ku??,kamu sendiri yang merobek surat kontrak itu kenapa sekarang kamu yang ingkar" tanya Qian penuh selidik.
"maaf kan aku Qi aku belum terbiasa jauh dari kriz"
jleb bagai di sambar petir Qian tersenyum kecut mendengar ucapan delia.
"baik lah ,aku yang akan pergi mengalah ,aku akan bertanggung jawab untuk membicara kan ini dengan bunda mu??" ucap Qian lantang penuh penegasan lalu berdiri saat Qian hendak melangkah.
apa ucapan qian benar jika benar maka aku akan kehilangan om Qian selama nya gak akan ,aku gak mau lagi kehilangan orang yang membuat ku nyaman.
Delia menarik tangan Qian dengan keras hingga Qian terduduk di kasur,lalu Delia memeluk Qian dari belakang dengan posisi Qian duduk.
"maaf kan aku ,aku main main dengan pernikahan ini,aku janji akan belajar menerima pernikahan ini" ucap delia tulus membuat Qian melemah kembali.
hany apa ucapan mu benar aku sangat takut jika kehilangan mu kembali seperti dulu kehilangan kaka mu.
Qian berbalik badan lalu memeluk Delia membuat delia berbaling di kasur dengan posisi masih berpelukan.
Qian menikmati aroma parfum delia ,begitu juga delia menikmati aroma tubuh Qian.
Tanpa sadar delia mencium leher Qian membuat Qian merinding.
"jangan nakal ,aku lelaki normal" ucap Qian tegas.
Delia yang mendengar nya senang Qian menyukai ciuman nya .
Delia melepas kan pelukan memandang Qian.
" Qi jangan pergi dari ku ok??"
Qian merasa aneh dengan sikap delia sekarang membuat nya merasa heran.
Tanpa Qian sadari Delia ******* bibir Qian dengan lembut ,membuat Qian kaget tanpa membalas.
__ADS_1
Delia menggigit bibir bawah Qian ,Qian mengikuti permainan delia ,tanpa sadar Qian menikmati ciuman liar Delia yang membuat. Qian lupa akan amarah nya.
Bersambung..