
Qian sudah lebih dulu ke kantor setelah sarapan Qian bergegas pergi sebelum api cemburu membakar akal sehat nya.
Kini Qian duduk di kursi kebesaran nya melihat semua laporan tentang delia selama 2 pekan saat Qian membaca ,Qian kaget Delia berencana menemui Rendy.
Qian langsung mengambil smart phoen nya .
"halo siap kan semua info tentang rendy
dan dela di masa lalu kirim kan dalam waktu dua jam mengerti?"
"baik bos"
Qian menutup telefon nya merasa khawatir apa yang akan di lakukan istri kecil nya.
....,..
Lia dan Aurel bagaikan surat dengan perangko,ke dua nya baru saja menyelesai kan tugas sekolah yang membuat kepala nya pecah,karena tak ada delia si otak jenius membuat ke dua nya harus memeras otak sendiri.
Jangan tanya kenapa ke dua nya bersama karena autor juga gak tau 😁😁😁
balik ke cerita.
Ke dua nya sedang berada di cafe langganan nya mencoba menghubungi delia tapi ponsel nya sulit di hubungi.
"Rel lu tau si Delia kemana??"
"Engga tau lah Li kan aku bareng kamu terus sekarang Delia ingin menenang kan diri wa terakhir nya"
"kasihan yah delia semenjak kaka nya meninggal membuat nya penuh api dendam" Lia lesu mengingat nya.
__ADS_1
..,..
suara gebrakan meja memenuhi ruangan.
"Kau tak becus kenapa bisa istri kecil ku mau menemui bajingan keparat itu??"
"Maaf tuan itu informasi yang saya terima" anak buah Qian menunduk.
"Kerahkan semua anak buah kita awasi Rendi dan kau jaga selalu istri ku kemanapun dia pergi !!" teriak Qian sangat kesal.
Qian duduk mengendorkan dasi nya.
hany kau tak akan ku ijin kan bertemu bajingan tengik itu ,kau sudah menjadi milik ku seutuh nya.
Qian mengepal kan tangan nya merasa emosi dengan semua kenyataan bahwa istri nya bukan seperti yang ia lihat.
Diri nya merasa sangat terpukul mengetahui apa yang akan di lakukan oleh istri nya.
Saat Qian sedang memikir kan ada yang mengetuk pintu.
Tok..Tok...
"Masuk" ucap Qian.
Delia membuka pintu lalu memperhatikan suami nya yang sibuk dengan dokumen nya.
"Ada apa??" saat Qian melihat ke arah depan.
kenapa kesini bukan nya ada kriz di rumah??
"Kenapa memang nya gak boleh aku kesini kaget??" Delia bertanya dengan tangan di lipat dan mata tajam nya.
"Boleh kenapa gak boleh" ucap Qian santai membuang rasa gugup nya.
__ADS_1
Delia mendekati Qian lalu duduk di pangkuan Qian mengambil dokumen yang sedang Qian pegang.
"Kerja mulu pantes gak ada waktu buat istri"Ucap Delia dengan nada sinis.
"Kan ada kriz biasa nya sama kri??" tanya Qian tak kalah sinis.
"sekarang suami ku kriz atau kamu??" tanya delia dengan menatap tajam Qian
Qian yang masih gak tau arti ucapan delia bingung dengan sikap Delia.
"Aku"
"kalo tau kenapa pergi ninggalin ku coba gak cemburu gak takut apa hah??" tanya delia dengan mara melotot.
"ok maaaf" ucap Qian dengan memegang tangan delia dan mencium tangan nya.
" ok aku maafin ,sayang kangen nanti siang pengen jalan jalan ada waktu gak??" tanya delia dengan lembut.
kenapa kamu hany sikap mu berbeda apa kamu sudah menerima ku??
"pasti ada untuk istri ku hm??" ucap Qian dengan lembut.
"sayang kenapa sih kamu gak cemburu sama kriz??" Delia memainkan dasi Qian.
hany pertanyaaan mu aneh sekali andai kau tau betapa marah dan cemburu nya aku,tapi aku bahagian sekian lama hany ku menanyakan ini.
"Engga buat apa??" jawab delia cuek.
"Hm begitu iya sudah nanti siang ada rapat kaya nya sekertaris yang ikut" Qian sengaja memanasi.
"ih dasar nyebelin"
Bersambung..
__ADS_1