
Qian pulang bersama delia membawa koper delia.
"Bunda dela pulang yuhu" delia bicara keras hingga ke dapur.
Bunda yang mendengar nya langsung ke depan melihat anak tercinta nya.
" sudah pulang nak??"
"udah bun he he he maaf bun tadi mampir dulu ke kantor suami ,ya kan mas??" ucap delia yang membuat bunda sedikit lega.
"iyah bun"
"yah sudah sanah istirahat ,tadi kak kriz pamit mau ke bandung 2 hari??"
"huh ko kriz gak bilang ku sih mau di hajar kali"ucap delia.
"ya sudah bun ku sama mas Qian mau ke kamar dulu"
Qian heran dengan delia yang di depan orang panggil nya mas jika sendiri om.
membuat Qian merasa pening.
segitu nya kah lupa ingatan
Qian berjalan di belakang delia dengan langkah bimbang.
Delia masuk dan rebahaj ,Qian ingin lasung mandi tetapi..
"om gak usah mandi dulu masih keringetan ,sinih ajah bobo an dekat ku??" delia menepuk nepuk kasur.
Qian tak mendengarkan delia Qian berjalan menuju kamar mandi.
"om sekali lagi melangkah aku akan pakai pisau ini untuk menggores tangan ku" ucap Delia.
__ADS_1
Qian yang takut akhir nya berbalik menuju ranjang dan rebahan di dekat delia.
"aku mau mandi sangat gerah" ucap Qian.
Tanpa di dengar kan ,Delia memeluk Qian bersandar di dada bidang Qian.
"om kalo ingatan ku sudah kembali apa om akan meninggal kan ku??" tanya Delia.
"memang kenapa jika ingat tan mu pulih??" tanya Qian.
"Aku takut om bersama kekasih om"
delia semakin memeluk erat membenamkan wajah nya pada dasa bidang Qian menghirum aroma yang Delia sukai.
"om jawab donk ih kaya bisu ajah" ucap delia kesal.
"kau lupa dengan kontrak mu sendiri"
"om aku bisa menyobek kertas ini tapi dengan syarat" ucap delia.
"apa syarat nya??"
"om gak boleh marah atau ninggalin ku sebesar apapun kesalahan ku??"
hany apa pun kesalahan mu tak sedikit pun ku meninggal kan mu walaupun kau selingkuh dari ku,aku tak mau kehilangan dela untuk ke dua kali.
"deal,aku mandi dulu" Qian melompat dari kasur lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
"huh om menyebal kan awas nanti" teriak delia kesal di buat nya.
delia sangat lelah jadi hanya berbaring dengan tenang.
Qian yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di tangan nya ,delia menengok membuat delia kagum
__ADS_1
berdebah ganteng sekali om itu ih gemes pengen nyium.
Qian berjalan menuju sofs untuk mengering kan rambut nya .
"om ganteng banget cih " delia berjalan lalu duduk di dekat Qian.
"biasa ajah" datar Qian yang tak menanggapi delia.
"cup,om menggemas kan" ucap delia.
Qian terdiam mematung medapat perlakuan baru dari delia,Qian menatap heran delia
"kenapa sih om kaya lihat hantu ajah" ucap delia.
"apa kau biasa mencium lelaki??" dengan polos nya Qian bertanya seperti itu.
"aku sering ciuman ,di cium di peluk bahka tidur bareng setiap hari tapi hanya dengan kriz" delia menjawab jujur.
membuat hati Qian nyeri merasa sakit.
"apa kalian pernah berhubungan lebih jauh??"
"tidak om ,kriz selalu menjaga ku tak pernah menyakiti ku atau pun merenggut kehormatan ku" ucap delia dengan sangat jujur.
"om ku mau ke bawah dulu nyusul jah kalo om mau makan malam??"
"iya "
Delia berdiri berjalan keluar kamar.
hany apa kau jujur dengan ucapan mu aku takut kecewa lagi.
Bersambung..
__ADS_1