
"Ada apa del apa kau kenal guru baru itu??" tanya Aurel dan Lia bersamaan setengah berbisik.
"gak aku gak kenal guru reseh itu" ucap delia
"kalian keluar sekarang dari mapel saya dan temui saya di ruangan jam pulang sekolah nanti!!" ucap Qian dengan nada tegas.
mereka bertiga berdiri dan pergi meninggalkan kelas menuju kantin.
saat sampai di kantin mereka duduk di pojok bangku kesukaan Delia saat di kantin.
apes banget sih aku sudah nabrak dia mulu,ternyata dia guru baru pengganti pak firman aku harus siap setiap hari meruntuki nasib apes ku..
"Del Del Delia" ucap Aurel yang melihat Delia melamun akhr nya Aurel menyadarkan delia sambil menepuk" pipi Delia
"eh iya kenapa??"
"isss di ajak ngobrol malah diem ternyata kamu lagi halu del??"
"kalian ngomong apa sihh aku gak tau ???"
pesanan mereka datang mereka makan dengan pikiran masing- masing,dan bel pulang berbunyi seketika mereka lari bersamaan menuju kelass.
saat sampai di depan pintu mereka di kagetkan dengan keberadaan guru yang killer sedang duduk masih sambil tangan memegang pena.
"brug" mereka bertiga jatuh kedepan bersamaan
"is memalukan sekali kamu sih pakai lari lari segala" ucap delia kepada dua sahabat nya
"hehehe" mereka berdua tersenyum menampilkan gigi nya yang rapih.
" eh bapak ko masih disini nungguin saya yang cantik ini iyah mau ngajak pulang bareng???" ucap Lia dengan cengengesan
"cewe cewe aneh yang satu galak mau nya menang sendiri yang lain aneh narsis
"gumam qian dalam hati
"isss malu malu in saja kamu" ucap aurel dan delia
"hehehe"
" kalian sudah ngobrol nya???,saya masih disini cuma mau ngingetin kalian gak boleh pulang dulu temuin saya di ruangan ,saya takut kalian kabur lari dari tanggung jawab"
"bapak tenang saja kami gak bakal kabur " ucap mereka bertiga
"Baik lah temui saya di ruangan saya tunggu 5 menit kalo telat datang saya tambahin hukuman nya" ucap qian sambil melangkah pergii..
"iss guru nyebelin sebel sebel sebel" ucap Aurel dan Lia
"sudah yuk kita ke ruangan guru killer itu dari pada kita telat nanti di tambah hukuman kitaa" ucap Delia.
Di Ruang guru
mereka sama aneh nya ,kenapa momy mengirim ku jadi guru di yayasan nya ,lebih baik aku di perusahan papih jadi gak ketemu abg labil.
"tok tok tok " suara pintu di ketuk.
huf pasti 3 cewe aneh lagi kenapa aku harus berurusan dengan 3 siswi itu.
__ADS_1
"Masuk" ucap Qian
" eh bapak ganteng juga kalo pakai kacamata" ucap Lia sambil nyengir tanpa malu
"hem" ucap Qian
"isssssssssss" ucap Delia saat marah
"tuh kan delia marah kamu sih asal ceplas ceplos" ucap Aurel
"uppsss maaafff" cicit Lia
"kalian sudah tau kenapa kalian di panggil kesini???"
"iya kami tau saat pelajaran bapa kami berisik tidak memperhatikan bapak" ucap aurel
"bagus kalian bertiga faham kesalahan kalian,sekarang saya mau memberi hukuman untuk kalian bertiga" ucap Qian
" hukuman apa yang bapak berikan kepada kami cepat katakan ,ku cape mau pulang " ucap Delia dengan raut muka malas .
anak ini memang tidak punya sopan santun awas kamu akan aku kasih pelajaran yang berharga
gumam Qian dengan senyum seringai
yang melihat nya akan terpanah tapi tak tau arti senyuman qian.
" iya pak hukuman apa untuk kita ,jangan berat iyah pak saya gak sanggup, kalo jadi istri bapak saya gak keberatan pak saya sanggup hehee"ucap Lia
"isss jangan bicara ngawur dech li" ucap delia dengan marah.
" hukuman untuk kalian bereskan ruangan saya selama sebulan ,satu anak satu minggu kalian paham" tegas Qian
"whaattt!!!" ucap mereka serempak dengan mata melotot ,mulut menganga dengan kaget nya.
"bapak cari kesempatan iyah,biar bapak bisaa enak gak bersihin ruangan???", ucap delia dengan memincingkan satu mata .
"baik pak kalo begitu saya setuju itung itung bisa dekat dengan bapak bisa tau kegiatan bapak kalo di ruangan" ceplos Aurel dan Lia
"issss kalian ini " ucap delia sambil menghentak - hentak kan kaki .
bagus sekali mereka melancarkan rencana ku
akan ku kasih nilai tinggi mereka berdua
gumam qian
"kalo kalian sudah mengerti cepat keluar dari ruangan saya ,engap lihat kalian bertiga"
" bapak keterlaluan sekali kami siswi tercantik di bentak huk huk huk" ucap aurel dengan wajah sengaja memasang muka sedih.
rasain aku kerjain lagian jadi guru killer sekali gumam aurel dalam hati nya.
"yuk geng kita cabut bosen juga lihat tampang bapak Qian yang menyebalkan + gak enak di lihat" ucap lantang Delia sambil melangkah pergi dari ruangan guru meninggalkan teman nya dengan keadaan yang terkejut.
"kami permisi pak" ucap Lia dan Aurel dengan sopan.
sialan sekali cewe itu untung masih di sekolah jadi aku harus menghadapi siswi yang aneh
__ADS_1
gumam Qian.
.....,,,,......,......
"Bunda anak mu yang cantik ini pulang!!" teriak Delia sambil berlari masuk.
"Berisik banget sih kaka pulang bikin onar" ucap kiki yang duduk sambil makan cemilan nya di kursi panjang dengan kaki di atas bantal.
"kamu yang terlalu diem 😏😏😏" begitu lah wajah nya Delia sedang sebal dan duduk di samping kiki.
bunda yang berjalan dari dapur dengan membawa nampan isi es teh kesukaan kiki dan es jeruk kesukaan delia tak lupa juga cup cake keju kesukaan mereka berdua.
"tumben kalian berdua akur biasa nya ribut ??,ada angin apa nih anak bunda yang cantik dan ganteng??"
"isss apa an sih bun orang delia cape jadi duduk dekat kiki" ucap delia sambil menyilangkan tangan nya.
"Sudah jangan cemberut ,bunda mau bicara sesuatu dengan mu nak???"
"bicara saja bun lagian delia selalu menjawab dan menuruti semua kemauan bunda selagi delia bisa" ucap delia sambil meneguk jus jeruk nya.
"Ayah dan bunda sudah berencana menjodohkan kamu sebelum kamu lahir nak" ucap bunda sambil mengelus rambut delia.
"uhuk uhuk " Delia tersedak
"kamu kenapa delia minum jangan terburu buru jadi tersedak" ucap bunda
"issss apa bundaa gak bercanda masa Delia belum lahir sudah di jodohkan, apa bunda tau bunda mau punya ank cewe atau cowo???,
temen bunda memang tau nanti bunda ngelahirin cowo apa cwe??" tanya Delia dengan heran menggelengkan kepala .
"kenapa gak kiki saja bun yang di jodohkan??"
"ih kka ko jadi sangkut pautin sama aku " dengus kiki marah.
"sudah delia jangan begitu kasihan adik kamu masa mau di nikahkan sesama lelaki🤦🤦🤦🤦🤦"
"bunda kan gak bilang kalo anak temen bunda laki laki" hehehe" ucap delia sambil cengengesan tanpa bersalah.
" Udah lah bun bahas nya nanti lagi ku cape pegel ,pliket mau mandi dulu yah bun,
dadah bunda anak mu yang cantik jelita ini mau mandi + tidur dulu bye" sambil lari menaiki tangga menuju ke kamar nya.
"Gak makan dulu nak pasti kamu lapar??"
"gak bun males makan dah kenyang makan somaiy " teriak delia
"dasar anak itu kebiasaan ,entah keturunan dari siapa sifat ngeyel nya + bicara nya ngawurr ,sudah lah mungkin itu menjadi ciri khas putri ku"
gumam dalam hati nya.
Bersambung ...
tunggu up selanjut nya bagaimana kah selanjutnya tentang perjodohan Delia ???
tunggu selanjut nya..
terima kasih
__ADS_1