
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Hari ini adalah hari dimana Adnan dan Wendy akan berpisah. Wendy mematut penampilannya yang sedikit kurang baik, terlihat dari wajahnya yang pucat dan tubuhnya kurus karena bayi dalam kandungannya menolak semua makanan masuk
Sebelum pergi ke persidangan, ia melirik sekilas ke dalam kamarnya yang dulu miliknya dan Adnan; tersenyum miris sebelum mengusap kasar matanya menggunakan telapak tangannya
Wendy tak menyangka jika persidangan pertamanya ini Adnan tak datang sama sekali...hanya diwakilkan oleh pengacaranya. Sudah tertebak bagaimana Adnan ingin sekali berpisah dengan ia, jika Adnan tidak datang dipersidangan maka sidang penceraian mereka kan tetap berlanjut.
Wendy tentu saja sangat terluka. Ketika mengetahui jika Adnan memilih liburan bersama sang kekasihnya daripada melihat dirinya yang mungkin akan jadi terakhir kalinya bertemu. Padahal, Wendy berniat memberitahu tentang kehamilannya kepada suaminya itu; berharap Adnan memilihnya kembali ketika ia mengetahui bahwa ia sedang mengandung anak darah dagingnya.
Namun sepertinya semua harapan itu harus pupus
“Sayang, maafkan mama yah. Pada akhirnya kita hanya bisa hidup berdua saja” sambil mengelus-elus perutnya dengan lembut
Masih berharap jika Adnan akan datang, tapi semua itu hanya harapan semata. Tak rela jika nanti anaknya akan bernasib seperti dirinya. Namun, harapan hanya tinggal harapan saja.
__ADS_1
Ketuk palu pun sudah terlewat, Adnan pun masih saja tak menampakkan batang idungnya sama sekali. Wendy sungguh sangat kecewa, kini ia sudah tak memperdulikan apapun lagi selain anak yang ada dikandungannya. Hakim pun memutuskan bahwa mereka resmi bercerai.
Wendy semakin bingung dengan kehidupan kedepannya, apakah ia harus mengakhiri hidupnya saja. Tapi, disisi lain ia ingin mempertahankan bayi yang sedang bergantung padanya
Maka ia memilih untuk bertahan hidup demi anak yang dikandungnya ini.
“Nyonya Wendy” terlalu larut dengan apa yang ia fikirkan sampai tak sadar jika dari tadi ada seseorang yang memanggilnya. Wendy pun menoleh dan mendapatkan pengacara Adnan disana
“Ada beberapa hal yang mau saya sampaikan mengenai harta...”
•
•
•
•
__ADS_1
Zara yang sedang memasak mie, sebelum bel apartemennya berbunyi. Ia mengernyitkan keningnya bingung, biasanya Nevan kekasihnya langsung masuk ke apartemennya. Karna penasaran ia pun langsung beranjak ke arah pintu masuk apartemen tersebut dan menemukan Wendy yang sedang berdiri disana dengan senyuman dan pandangan yang penuh luka yang baru pertama kali Zara lihat.
“Kak..aku datang..maukah kamu menampung ku?” Belum sempat Zara balas, tubuh Wendy pun langsung tumbang. Zara yang melihatnya langsung menjerit karena terkejut juga panik dan cemas
•
•
Zara hanya memandang Wendy dengan tatapan iba dan kagum,sementara Wendy yang baru saja sadar 15 menit yang lalu kini sedang asik memakan es krim dengan khidmat.
“Hmm jadi...”Zara yang sengaja menggantung kalimatnya. Menunggu Wendy untuk sekedar jujur. Sadar jika Zara memang membutuhkan penjelasannya
“Sudah berakhir kak,semuanya sudah berakhir. Aku dan Adnan sudah resmi bercerai, dan lucunya hahah aku hamil dan tak pernah dapat waktu untuk menjelaskan kepadanya” Zara tak bisa memberikan respon apapun selain mendekap sang adik yang sekarang mungkin sedang sangat rapuh.
Seketika tangis Wendy meledak dalam dekapan hangat Zara. Seluruh beban yang semua ia pikul rasanya seketika runtuh dalam dirinya walau itu hanya sesaat.
-maaf ya jika up nya lama, soalnya ada beberapa masalah pribadi yang harus saya selesaikan. Tapi, diusahakan kedepannya akan up lebih cepat. Terimakasih sudah membaca cerita saya🙏🏻😇
__ADS_1