Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 25


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Alex bahkan baru saja menginjakan kaki dikediaman Wendy jelas menghela nafas pelan. Dalam hati mengucapkan ribuan kata sabar agar tak terpancing emosi menghadapi ngidamnya Wendy ini.


"Akan aku belikan, tunggu sebentar oke"


Ia baru saja membalikkan tubuh berniat menuruti keinginan Wendy sebelum kalimat yang lain terlontar membuat Alex ingin menangis keras.


"Mau sosis bakar juga. Tapi kayaknya pizza enak! Tapi bayi maunya sup cream ya--- oh iya, jus alpukat jangan lupa tapi tanpa susu coklat pake susu putih aja. Chatime yang large kayaknya enak juga. Alex belikan yah, bayi mah makan itu soalnya" sambil cemberut lucu


.

__ADS_1


.


.


Plak


Adnan jelas mematung----mengernyitkan kening heran saat mendapat tamparan keras tiba-tiba begini. Bahkan ia baru saja pulang dari kantor dengan suasana yang amat baik malah mendapat balasan seperti ini


"Ayah---kenapa menamparku?" Tanya heran sekaligus tak percaya


Adnan tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Apalagi saat menemukan Bela menatapnya tanpa ekspresi apapun.


"Ayah serius--- aku tak mengerti akan maksud perkataanmu"

__ADS_1


"Istrimu keguguran dan apa yang kamu lakukan sehingga menyebabkan mu kehilangan dua anak dalam waktu berdekatan seperti ini? Kamu memang tak becus dalam mengerjakan apapun!!'


Adnan jelas melongo dan ketika ia tak sengaja melirik Leta yang mengintip dari celah pintu. Seketika ia paham, dirinya kembali menjadi boneka oleh gadis itu


"Ayah---sebegitu tak percaya kamu pada anakmu sendiri. Bahkan ketika aku bilang jika Leta tak pernah hamil sekalipun."


"Kamu fikir ayah akan percaya pada kata-katamu setelah semua yang terjadi pada dirimu. Jawabannya tentu saja tidak. Akuilah Adnan Pratama jika kamu penyebab dari kehilangan dua calon generasi Pratama selanjutnya sebanyak dua kali" ujar Adam luar biasa dingin. Adnan tak membalas; merasa percuma juga karena ujungnya hanya akan membuat mereka beradu argumen tak jelas


Sebaliknya, Adnan melengkungkan senyuman miris pada sang ayah. Tatapan matanya sudah memancarkan luka besar---sedikit banyaknya kecewa menguasai dirinya karena Adam menolak percaya pada anaknya sendiri.


"Terserah ayah mau percaya padaku atau gadis ular itu--- sekalipun aku berbicara kejujuran dimatamu semuanya hanyalah kebohongan semata. Tapi ayah bahkan tau sifatku bagaimana--- aku akan mengakui kalau benar-benar melakukannya dan itu berlaku sebaliknya. Dari dulu prinsipku takkan pernah berubah"


Tak ada lagi balasan apapun dari Adam kecuali bagaimana wanita cantik itu menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Namun hanya beberapa detik saja.

__ADS_1


Setelahnya tatapannya berubah kembali seperti semula. Dimana bahkan kekehan sinis Bela membahana diarea rumah sepi mereka.


"Ya, kamu benar. Terlalu sulit mempercayai seseorang sekalipun orang itu adalah anakmu sendiri. Karena kini bahkan anjing bukan hanya menggigit majikannya semata bahkan sudah menggigit parahnya sampai mengoyak tubuh korbannya menjadi beberapa potongan tak utuh!"


__ADS_2