
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Nampak seorang lelaki keluar dari sebuah supermarket; sambil menenteng beberapa cemilan yang ia beli dan ia sukai. Melangkah ruang menuju rumahnya sebelum langkah kakinya sedikit melambat kala netranya tak sengaja menangkap seseorang yang menurutnya sangat familiar.
Seseorang yang tengah berjalan dengan sedikit terseok-seok membuat lelaki itu merasa iba. Namun ia merasa seseorang yang berjalan itu sangat familiar baginya.
Seketikanya matanya membulat besar dan terus mengumamkan kata-kata yang tidak mungkin sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian langkahnya pun mendekati seseorang yang familiar baginya itu.
Tak tau mengapa ia tak bisa menahan air matanya untuk keluar, ketika ia menepuk bahu seseorang itu.
“Wendy—“ sedikit bergetar kemudian sosok tersebut membalikkan badannya
__ADS_1
“Glen?” Ucapnya sendu, Glen sangat kaget dan menutup mulutnya ketika tak sengaja netranya melihat kearah perut Wendy.
Glen menatap Wendy yang ada dihadapannya sembari menyesap teh hangat. Jemari rampingnya bergetar pelan kala ia mengangkat mug membuat dadanya berdenyut nyeri.
Seketika kedua matanya memanas ketika melirik perut Wendy yang nampak sedikit membesar dan juga terdapat beberapa bercak darah yang entah darimana asalnya. Ingin sekali bertanya tetapi ia tak ingin menghancurkan acara minum Wendy, bagaimana jika Wendy telah mengalami kejadian mengerikan sebelum bertemu dengannya. Ia tak ingin Wendy merasa sedih ataupun tertekan dengan pertanyaan ia nanti.
“Wendy, apakah kamu baik-baik saja?” Tak bisa menahan dirinya sendiri akhirnya ia bertanya pada Wendy; sembari menatap Wendy takut-takut. Ia merasa tak enak jika Wendy akan merasa tak nyaman dengan pertanyaan yang ia lontarkan.
“Hmm aku baik saja, cuman sedikit kedinginan saja kok. Tapi, sekarang sudah baik-baik saja kok tak usah khawatir” ucap Wendy sambil mengedipkan kedua bola matanya polos. Suara sudah tah bergetar seperti sebelumnya akhirnya Glen pun merasa sedikit lega.
“Oh ini, tadi ada kucing yang melahirkan jadi aku bantu dan menyelimuti kucing itu dengan jaketku ini. Ah aku tak sadar jika darahnya mengenai jaketku heheh. Maaf jika Kak Glen menjadi panik gara-gara ini” ucap Wendy tertawa polos; seolah tak ada beban apapun membuat Glen tanpa sadar meremas tangannya.
Ia merasa sangat bersalah; sebab Wendy menderita seperti ini karena keegoisannya semata yang ingin memiliki Wendy sepenuhnya. Semuanya buta karena Cinta
__ADS_1
Bahkan kini Wendy harus mengurus dirinya sendiri dan juga bayi dalam kandungannya saat ini. Tanpa sang suami Adnan.
Bahkan ia yakin bahwa Adnan percaya jika bayinya telah tiada tanpa mencari kebenaran, seperti ucapan Leta beberapa saat lalu. Dan kini ia merasakan penyesalan yang amat menyakitkan.
Akhirny Glen pun bertekad bahwa mulai detik ini ia akan melindungi Wendy. Terlepas apakah Wendy akan berpaling dan melihat kearah. Tapi ia sudah tak memperdulikan itu—saat ini ia akan lebih fokus untuk menjaga dan melindungi Wendy. Hitung-hitung ini adalah penebus dosa darinya atas semua yang ia lakukan terhadap Wendy.
“Heem..Wendy jadi sekarang kau berencana tinggal dimana dan dengan siapa?” Glen bisa melihat jika perubahan wajah Wendy mendadak berubah sendu.
“Aku berencana akan pergi jauh dari kota ini Kak, tapi itupun belum tau mau pergi kemana” ucapnya dengan sendu, ia pun memang tak tau pilihan tujuannya harus kemana tetapi ia ingin pergi dari kota ini untuk selamanya.Mungkin..tapi dalam fikirnanya mungkin Glen bisa membantunya untuk saat ini.
Seolah ia paham akan kesulitan Wendy, Glen pun melengkungkan senyumannya
“Oh iya, kebetulan sekali beberapa hari ini aku akan pulang kampung ke rumah nenekku. Kalau tak keberatan kau bisa ikut dan tinggal disana. Wendy?” Mendengar itu mata Wendy pun berbinar penuh harap; merasa jika Glen adalah sosok pahlawan yang menolongnya. Tanpa ia sadari Glen yang melihatnya sangat merasa bersalah berjuta kali.
__ADS_1
Ingin rasanya ia bersujud dan menangis di depan Wendy untuk meminta pengampunan, bahkan sosok Wendy masih bisa tersenyum manis terhadapnya diantar berjuta sakit yang ia bawa dalam hidupnya.