
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Adnan mematut dirinya lewat cermin besar dihadapannya. Wajahnya yang nampak tampan bahkan penampilannya sangat sempurna, rambutnya ditata sedemikian rupa.
Akhirnya tiga hari telah berlalu tanpa bisa ia menemukan Wendy; yang pada akhirnya ia kalah. Sesuai dengan kesepakatannya bersama sang ayah, ia harus mempertanggung jawabkan semuanya.
Yaitu menikahi Leta
Dan pada hari inilah waktunya, jika dulu ia sangat menantikan hari tersebut. Maka kali ini berbeda dimana Adnan berharap jika ada keajaiban yang membuat pernikahan memuakan ini batal begitu saja. Namun sepertinya semua hanya keinginan semata. Karena pada akhirnya, acara pernikahan yang bahkan diliput besar-besaran tersebut sangatlah berjalan sukses.
Dan tentu saja pernikahannya ini diliput oleh media . Entah untuk apa tujuannya, namun sungguh Adnan sangat muak. Ia bahkan tak tersenyum sekalipun sepanjang acara—menampilkan raut wajah yang sangat dingin dan masam pada seluruh tamu undangan. Setidaknya mengatakan jika ia bahkan tak merasakan kebahagiaan sedikitpun—ia sangat tertekan namun tak ada yang mengerti dirinya.
Dimulai dari dirinya berjalan diatas altar, dilanjutkan dengan janji suci pernikahan lalu saat tiba Pastur mengatakan jika mereka telah sah menjadi pasangan suami isteri lalu ditutup oleh ciuman—Adnan tak melakukannya. Bahkan ia langsung menuruni altar.
__ADS_1
Sama sekali tak menghiraukan teriakan murka Adam atau bahkan tatapan datar Bela.
•
•
Wendy melihat semuanya; pernikahan megah Adnan dan Leta. Walaupun tak secara langsung melainkan lewat televisi tapi tetap saja berhasil membuat hatinya sangat remuk untuk kesekian kalinya.
Tersenyum singkat kala ia bisa melihat kembali wajah mantan suaminya—setidaknya perasaan rindunya akan berkurang sedikit.
Tapi Wendy semakin tak bisa menahan rasa penasarannya saat Adnan turun begitu saja dari atas altar. Bahkan setidak sukanya Adnan dulu pada pernikahan mereka. Adnan tak sampai mempermalukannya seperti yang ia lakukan pada Leta apalagi jelas gadis itu langsung menangis tersedu karena tingkah suaminya.
“Adnan..entah kenapa aku merasa firasat tak enak. Tapi aku bahkan sudah berjalan sejauh ini, bahkan kamu memutuskan untuk memulai bahagiamu juga. Jadi, kisah kita sudah benar-benar berakhir seperti ini?” Sendu Wendy
•
__ADS_1
•
“Adnan kumohon jangan seperti ini. Bisa -bisa kamu merusak acarmu sendiri Adnan” Violet—sepupunya berujar lembut sembari mengelus bahu Adnan pelan. Violet sangat paham apa yang dirasakan Adnan beban yang ia pikul sekarang. Namun, ia harus menyadari Adnan sekarang jika semuanya bahkan sudah terjadi. Adnan harus bersikap dewasa sekarang.
Tak ada balasan; hanya terdengar hembusan nafas kasar Adnan mengisi kekosongan diantara mereka. Selepas mengucap janji, ia langsung berlari menuju ruang ganti. Tak ada ciuman, bahkan Adnan mengabaikan teriakan murka sang ayah.
“Kak, aku tak bisa. Rasanya aku mau mati saja. Kenapa penyesalan selalu diakhir dan hidupku terus -menerus seperti boneka ini? Aku juga berhak menentukan kebahagiaanku sendiri” lirih Adnan sendiri. Violet yang mendengarnya tak langsung menjawab ia malah merasa iba terhadap Adnan.
“Dengan kakak!, kamu percaya takdir? Sejauh apapun kamu melangkah, seberapa berat rintangan yang kamu hadapi di depan sana. Jika memang kalian tercipta untuk satu-maka bagaimanapun caranya Tuhan akan menyatukan kalian lagi. Ingat Adnan, apa yang kamu tanam dimasa lalu akan membuahkan hasil dimasa depan. Anggap saja ini sebagai teguran atas semua kesalahanmu dimasa lalu. Sekarang semuanya tergantung bagaimana kamu menyikapinya, apakah mau bersembunyi layaknya pecundang atau menampakkan diri layaknya ******** tanpa urat malu sama sekali.” Adnan termenung dalam dekapan sang kakak. Tanpa sadar air matanya kembali menetes kala bayangan Wendy dimasa lalu melintas begitu saja.
Bagaimana ia selalu menyiksa bahkan menyakiti Wendy tanpa sebab. Seolah hatinya sudah mati rasa, mengabaikan segala permintaan dan bahkan pengampunan Wendy.
Adnan semakin terisak hebat kala mengingat bagaimana raut wajah Wendy yang menatapnya penuh kesakitan dan kehancuran saat ia ingin berpisah dengannya. Mungkin saat itu bertepatan dengan Wendy yang ingin mengatakan perihal kehamilannya pada Adnan. Namun karena egonya ia menutup rapat-rapat telinganya.
Mengabaikan bagaimana kini Wendy harus menanggung semua penderitaannya seorang diri.
__ADS_1