
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
“Tenang saja, aku yang akan urus surat penceraiannya. Untuk masalah harta kau tak usah khawatir aku akan tetap membagi bagianmu. Apartemen ini jika kau mau ambil saja aku tak akan keberatan kok, selama proses penceraian aku akan tinggal bersama Leta. Karena setelah kita berpisah aku akan menikahi Leta. Jaga dirimu baik-baik ya Wendy, semoga kau menemukan seseorang yang lebih baik dariku”
‘Dan ku harap seseorang itu akan menerima malaikat kecilku’ batin Wendy miris
‘Berarti kau menyadari yah, kalau kau itu memang orang yang tak baik, dan bodohnya aku selama ini sangat mencintaimu Adnan’ batin Wendy yang mencoba menahan tangisannya
•
•
•
Beberapa jam sebelumnya
Adnan melamun memikirkan tentang hidupnya sebelumnya ia tak pernah memikirkan hal seperti ini kecuali bekerja dengan giat untuk masa depan keluarganya kelak. Dulu ia membayangkan jika ia nanti memiliki keluarga ia harus dengan giat bekerja demi istrinya dan anak-anaknya kelak nanti.
__ADS_1
Sekarang ia baru tersadar bahwa hidupnya terlalu monoton. Adnan tak pernah menjalin hubungan dengan sangat serius sampai memperkenalkan kepada keluarganya. Tetapi, sebenarnya ia menjalin hubungan serius dengan Leta gadis yang ia temui waktu ia kuliah.
Hubungan mereka sangat baik-baik saja tanpa ada masalah sedikitpun, walaupun keduanya tak diketahui oleh kedua orang tuanya jika mereka memiliki suatu hubungan serius. Hingga pada waktu itu hubungan mereka digoyahkan tepat saat Adnan ingin mengenalkan Leta kepada keluarganya
Ibu Adnan yaitu Bela ingin sekali jika Adnan menikahi Wendy gadis yang ia tolong waktu itu, tanpa alasan apapun Adnan hanya bisa menyimpulkan jika Wendy ingin mengincar harta keluarganya yang termasuk harta miliknya. Berbeda dengan Leta yang mencintainya dengan tulus. Padahal semua itu hanya prasangka buruk Adnan yang tanpa bukti sedikitpun. Padahal Wendy sendiri pun tak ingin menikah dengan Adnan sebelum benih-benih cinta muncul didalam diri Wendy
Hingga membuat Adnan menyakitinya dari fisik mau pun batin. Adnan hanya bisa memberi luka tanpa terlewat sedikitpun untuk Wendy. Sebut saja jika Adnan kejam ya, itu memang sifat asli Adnan. Yang selalu berspekulasi tanpa mencari jawaban sedikitpun.
Wendy kini hanya bisa berbaring sambil mengelus perutnya dengan pelan. Tatapan matanya sangat kosong dan terus mengeluarkan lelehan air mata yang tak kunjung berhenti
“Sayang—maafkan mama yah, papahmu sudah meninggalkan kita. Maafkan mama kamu harus tumbuh tanpa sosok seorang papah. Semua ini salah mama, jangan benci mama yah sayang—“ bisiknya sambil menahan isakan
“Tahan sebentar saja yah sayang, biarkan mama menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu. Baru kita akan memulai hidup kita, jangan rewel yah. Mama akan selalu ada disisimu”
“Bertahanlah didalam sana”
•
•
__ADS_1
•
Beberapa hari kemudian, Wendy yang masih menetap diapartemen milik suaminya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan suami. Mengurus semua kebutuhannya oleh dirinya sendiri, sampai masalah morning sickness pun ia lalui sendiri.
Ibu mertuanya Bela sedang tak ada di Australia, yang sekarang sedang menemani suaminya yang sibuk dengan perusahaan di Inggris. Wendy selalu kepikiran bagaimana reaksi ibu mertuanya jika ia dan Adnan akan berpisah? Atau bagaimana jika mengetahui Wendy menghilang sampai kepelosok dunia pun...apakah mereka akan merasa sangat kehilangan?
“Sabar ya, sayang mama lagi bikin bubur buat kamu” sambil mengelus - elus perutnya itu
Ting—tong
Aktivitasnya seketika terhenti, bel apartemen berbunyi nyaring. Wendy termenung ketika melihat seorang kurir yang mengirimkan suatu amplop dokumen kepadanya
Tersenyum miris tanpa membuka amplop tersebut karna ia sudah mengetahui isinya
“Semuanya akan dimulai sekarang sayang, sekarang hanya kita berdua yah”
“Mari kita bertahan berdua saja yah sayang”
Surat penceraian yang sudah ditanda tangani oleh Adnan.
__ADS_1