
Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Adnan hanya duduk sambil memainkan ponselnya, raut wajahnya nampak sangat keruh dan bosan. Sementara sang isteri sedang diperiksa oleh dokter.
Adnan mengernyit heran mengapa ia harus ke dokter kandungan, namun karna malas berdebat ia lebih baik tak peduli.
Dan sialnya lagi ia harus terlambat datang masuk kantor karna hal ini, padahal hari ini ada rapat cukup penting. Adnan bisa saja kabur, tapi salahkan Leta yang mengancam Adnan dan akan mengadukannya kepada sang ayah jika ia meninggalkannya sendiri.
Jadi, akhirnya berakhir seperti ini.
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada dia?” Tanya Adnan terhadap dokter yang memeriksa Leta tadi.
“Hmm..aku tak yakin dengan hal ini, tetapi nyonya Leta di diagnosis ada kista tumbuh dalam rahim nya. Tapi agar lebih jelas, kita harus melakukan serangkaian tes untuk memastikannya dengan pasti.” Ujar dokter tersebut, wajah Adnan tetaplah datar seperti sebelumnya.
Membuat sang dokter nampak bingung dengan ekspresi Adnan
“Dok..apakah ini berbahaya pada rahimku? Apakah aku masih bisa hamil?” Leta bahkan sampai bergetar menanyakan hal tersebut.
__ADS_1
“Tergantung jenis kista yang berada didalam rahim nyonya. Jika seperti kistadenoma itu sama sekali tak akan mempengaruhi kesuburan, tapi yang saya takutkan adalah sejenis Endometriosis karna ini termasuk kista ganas yang menyebabkan kesulitan hamil. Jadi, menurut pendapat saya nyonya lebih baik mengikuti serangkaian test terlebih dahulu untuk bisa mengetahui hasilnya”
•
•
•
“Adnan, tunggu aku” Leta berusaha mengejar Adnan yang berjalan begitu cepat dari hadapannya.
Bahkan Leta berlari sambil menekan perut bagian kanannya yang masih terasa sangat nyeri
“Adnan tunggu sebentar, apa yang harus kita lakukan setelah ini?”
Dan pertanyaan Leta sukses membuat Adnan menghentikan langkahnya, wajahnya bahkan sudah mengeras emosi yang sejak tadi oh-bahkan sejak lama ia pendam.
Membalikkan tubuhnya begitu saja membuat Leta spontan terkejut mundur dan takut akan wajah mengeras suaminya.
Adnan murka.
__ADS_1
“Apa maksudmu KITA? Sejak awal kan ini semua hanya sandiwaramu, dan aku hanyalah boneka yang kamu peralat agar semua sandiwaramu itu berjalan lancar bukankah begitu? Karna ini sandiwaramu maka fikirkanlah sendiri, bukan diriku!!” Adnan kembali melangkahkan kakinya menjauh dari Leta yang daritadi sudah mematung dalam posisinya.
Bahkan wanita cantik tersebut sudah menangis tersedu-sedu
“Tapi saranku, lebih baik kamu akhiri semuanya sebelum semua ini menjadi lebih rumit. Ingat apa yang terjadi padamu mungkin inilah teguran dari Tuhan atas segala yang telah kamu perbuat”
Mendengar perkataan suaminya itu, Leta kini semakin menangis meraung.
•
•
“Alex, bayiku ingin makan buah anggur tapi buahnya habis dan juga ingin susu pisang”
Alex yang baru saja menginjakkan kakinya di kediaman Wendy jelas menghela nafas pelan. Ia harus ekstra sabar agar tak terpancing emosi saat menghadapi Wendy yang sedang ngidam.
“Akan kubelikan tunggu sebentar okey!”
Ia baru saja membalikkan tubuh berniat membelikan apa yang diingin Wendy, sebelum kalimat selanjutnya membuat Alex ingin menangis keras.
__ADS_1
“Mau mie goreng juga, tapi sop ayam kayaknya enak, mau chicken wings juga yah ah iya jus alpukat jangan lupa. Terus es krim rasa vanilla yang besar. Alex belikan yah..soalnya bayi mau makan itu”