Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 12


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Zara daritadi hanya bisa mondar mandir dengan keadaan cemas di depan ruang emergency. Menunggu dokter yang tengah memeriksa Wendy yang membuat khawatir dan cemas ialah sudah satu jam ia menunggu.


“Kumohon Wendy bertahanlah...kamu kuat. Kamu dan bayimu kumohon bertahan kalian pasti bisa bertahan jangan buat aku cemas seperti ini kumohon” lirih Zara sembari menatap pintu tempat Wendy diperiksa dengan sendu dan penuh harap.


Kurang dari satu jam lebih dokter pun keluar, Zara sontak menghampiri dokter tersebut untuk bertanya tentang keadaan Wendy dan bayi yang dikandungnya.


“Dok..bagaimana keadaan adik saya Wendy? Dan keadaan bayinya juga?” Sedikit gemetar dan lemas ketika sang dokter menghelakan napasnya gusar.


“Untuk saat ini mereka masih baik-baik saja, namun karena ia mengalami pendarahan yang cukup hebat dan ini berdampak fatal untungnya tak merenggut nyawa dalam kandungannya. Saranku, jangan sampai Wendy stress atau banyak fikiran jika ia mengalami hal seperti ini lagi mungkin kandungannya tak akan bisa bertahan lagi. Dan juga peran seorang suami sangat penting ketika kondisinya seperti ini. Jadi, tolong sampaikan kepada suaminya agar bisa lebih memperhatikan keadaan istrinya ini” ucap dokter yang memeriksa Wendy


Wendy mencoba membuka matanya ia tak terlalu ingat apa yang terjadi pada dirinya,yang ia ingat adalah dimana ia berada didalam kamar dan tiba-tiba merasakan perutnya yang sakit luar biasa sebelum sesuatu mengalir dari lubangnya.

__ADS_1


Ingin rasany menjerit tetapi ia tak mampu karna terlalu lemas dan lemah mendapati lelehan darah yang terus merembes sangat banyak hingga rasa pusing mulai melingkupinya. Hingga saat diambang kesadaran ia melihat bayangan mantan suaminya Adnan yang berjalan bergandengan bersama kekasihnya Leta. Yang meninggalkannya begitu saja.


Dan ada hal yang terakhir ia ingat ketika ia terbangun ditempat yang cukup luas dan serba putih.


“Permisi apakah ada orang disini?” Mengitari tempat yang serba putih itu, mencari jika ada orang lain ditempat ini. Hingga akhirnya ia mendengar suara tangisan bayi Wendy pun dengan segera mencari arah suara tangisan bayi itu.


Alangkah terkejutnya Wendy, ia menemukan seorang bayi berwajah perpaduan antara tampan dan juga manis.


“Hei bayi manis kenapa kamu sendirian disini? Mana Orangtuamu” sebari menggendong bayi tersebut. Tak terduga Wendy pun menitikan air matanya ketika menggendong bayi itu.


“Apakah ini yang disebut kebetulan atau takdir. Jika memang seperti itu aku akan merasa bahagia jika diberikan bayi sepertimu. Mama sangat Menyayangimu, hiduplah bersama mama ya sayang”



__ADS_1



Entah apa yang sedang terjadi pada Adnan ia merasa gelisah. Terlalu pening dengan pekerjaannya yang sangat menumbuk. Tapi, masalahnya bukan hanya ini banyak sekali peraturan yang ia langgar hingga akhirnya ia seperti ini.


“Astaga...jika terus seperti ini lama-lama aku bisa gila” Adnan dengan sangat Frustasi. Jika seperti ini dulu, biasanya Wendy akan menenangkannya dengan masakan rumahan yang Wendy buat. Namun seperti khusus sekarang mungkin kedepannya tidak akan seperti waktu itu. Ya waktu ketika ia bersama Wendy.


Seketika mengingat Wendy membuat setitik perasaan rindu muncul dan membuat dadanya sesak luar bisa namun dengan buru-buru ia tolak.


“Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini” sambil mengusak rambutnya kasar


Hallo pembaca!


Saya dan keluarga saya mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin🙏🏻🤗


Maaf yah jika saya memiliki kesalahan terhadap kalian. Namanya juga manusia tak luput dari kesalahan🤗

__ADS_1


Dan terimakasih atas semua SUPPORT kalian🥺❤️


__ADS_2