Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 7


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



Adnan terus memandang penuh kasihan terhadap sang kekasih, ia terus menyalahkan dirinya sebab kekasihnya sakit seperti ini gara-gara ia. Merasa amat bersalah telah menyakiti hati seseorang yang sangat berharga baginya.


Dan ada satu hati yang mungkin sudah sakit berkeping-keping atas perlakuanmu Adnan. Sadarlah


“Sayang...maafkan aku...maafkan aku...aku tak akan menyakitimu lagi” ucap Adnan dengan lembut lalu mengecup dahi sang kekasih


“Aku sangat mencintaimu....sangat menyanyangimu kumohon jangan lakukan hal seperti ini lagi” merengkuh kekasihnya kedalam pelukannya dan kemudian memejamkan matanya untuk berlayar kealam mimpi


Leta sekejap membukakan kedua kelopak matanya dan melihat ke arah Adnan


“Adnan kau milikku....kau miliki ku. Tak boleh seorangpun yang berani merebut milikku”


Adnan yang terlelap di dekapan sang kekasihnya, mengabaikan seseorang yang sedang khawatir menanti kepulangannya ke rumah dari sejak pagi.




Wendy yang dari tadi bulak-balik tak jelas dengan rasa cemas menunggu kepulangan sang suami yang daritadi tak terlihat batang hidungnya.


Pesan Wendy pun daritadi tak ada balasan dari Adnan, membuat ia semakin cemas. Bahkan suami yang kau tunggu sedang tertidur lelap bersama wanita lain. Jika saja Wendy mengetahui mungkin hatinya perasaannya sudah sangat hancur berkeping-keping


Kala ponselnya berdering perasaan lega melanda dirinya; Adnan meneleponnya dengan senyum yang manisnya ia mengangkatnya tapi seketika senyumnya pudar

__ADS_1


‘Halo...’


‘Tolong jangan ganggu lagi kekasihku, sebaiknya kau mundur saja kekasihku tentu saja tak bahagia hidup bersamamu. Sadar dirilah supaya kau tau kalau kau itu tak pantas untuk Adnan, entahlah sekarang juga Adnan sama sekali tak menginginkanmu. Jadi jangan berharap lebih dan terlalu tinggi.’


Tuuttt......


Hampir saja ponsel yang Wendy pegang terjatuh


“Hahahah..seharusnya aku tak perlu mengkhawatirkannya”


“Buat apa aku bertahan dan mencintai seseorang yang bahkan tak mencintaiku” pelannya sambil mengelus perut ratanya. Mungkin saja hati yang tadinya Wendy pertahankan dengan sangat kokoh sedikit demi sedikit hati ini hampir hancur berkeping-keping yang dulunya sudah hancur akan semakin hancur tak terbentuk





Tapi, disisi lain ia harus melakukan tugasnya ini karena ia seorang istri harus melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri walaupun makanan yang ia buat sekarang hanya akan berakhir ditempat sampah


“Sayang kamu mau makan iya? Atau mau minum susu? Bentar ya mama buatkan buatmu” sambil mengelus perutnya itu. Ia menatap dalam perutnya; berharap mungkin dengan kehadirannya bisa merubah kehidupan rumah tangganya mungkin.


Wendy tengah mengandung; usianya baru tiga bulan. Ia baru mengetahui beberapa hari yang lalu, ingin rasanya jujur kepada suaminya bahwa ia sedang mengandung anaknya tapi ia menunggu waktu yang pas. Berharap Adnan akan berubah jika mengetahui ia sedang mengandung anaknya


Dan Wendy berharap lagi jika Adnan akan memilih ia dan calon buah hatinya daripada kekasihnya itu


Iya, hanya bisa berharap semoga saja.

__ADS_1


Terdengar suara pintu yang terbuka, senyum Wendy pun mengembang tanda ia tahu jika itu adalah suaminya. Ia amat merasa sangat bahagia mengetahui Adnan pulang


“Adnan kau sudah pulang?” Seru Wendy dengan senyum yang masih mengembang


“Wendy ada yang ingin aku bicarakan denganmu” perintah Adnan dingin. Terkejut mendengar perintah Adnan yang tiba-tiba berubah membuat perasaan Wendy tak nyaman namun ia mencoba menepis segala hal-hal negatif yang ia pikirkan. Namun, ia lebih terkejut melihat Leta ada disamping suaminya. Membuat ia tersenyum miris melihat dua orang yang sangat serasi itu


“Eh ada Leta juga, apakah kalian sudah sarapan? Mau aku siapkan?”





Berakhir mereka bertiga duduk disofa ruang tengah; Leta menolak untuk sarapan bersama karena dibilang kalau mereka berdua sudah sarapan sebelum datang kesini.


“Jadi apa yang akan Adnan bicarakan kepadaku?” Wendy bertanya ragu, Adnan dan Leta pun malah sibuk dengan diri mereka masing-masing seperti Wendy tak terlihat dimata mereka


Adnan pun langsung mendongak dan saat itulah mata mereka saling bertatapan. Adnan meras atak nyaman ketika melihat tatapan Wendy yang sangat datar dan dingin terhadapnya tidak seperti sebelum-sebelumnya yang menatap ia dengan tatapan yang sangat antusias terhadapnya kini hanya tatapan kosong,dingin tanpa minat. Membuat sedikit hatinya tersengat sakit


Ia mencoba menepis semua yang ia rasakan, ia tak mau egois sebab baginya ini adalah yang terbaik. Tanpa ia tau jika ada suatu hal yang mungkin akan ia sesali dikemudian hari


“Wendy ayo kita berpisah...”


“Kamu taukan kalau aku tak mencintaimu, aku mencintai seseorang yang ada disamping ku ini” hati Wendy tentu saja sangat sakit, ia tak tau harus berbuat apa


Adnan mengenggam tangan wanita itu dan menatap wanita itu dengan penuh cinta.

__ADS_1


“Jadi, untuk apa jika pernikahan ini terus dipertahankan, mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua aku tak ingin jika nanti kau yang tersakiti jadi lebih baik kita berpisah saja” ucap Adnan dengan serius; kau pikir selama ini aku tak tersakiti atas semua perlakuanmu kepadaku Adnan dan sekarang kau seenaknya ingin berpisah haah! Wendy hanya bisa tersenyum miris dengan apa yang diucapkan oleh Adnan


Apakah ini sudah direncanakan? Semuanya hanya setingan kemarin kau berlaku baik kepadaku itu hanya setingan supaya aku bisa menerima perpisahan ini. Wendy sunggu tak percaya atas perbuatan suaminya ini yang sebentar lagi menjadi mantan suami.


__ADS_2