Pernikahan Yang Tak Diharapkan

Pernikahan Yang Tak Diharapkan
Chapter 22


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan



“ADNAN PRATAMA!! BERANINYA KAMU MEMPERMALUKANKU SEPERTI INI!!” Adnan bahkan memilih berdiam diri saat Adam melangkahkan kakinya ke hadapannya. Wajah berwibawanya nampak memerah meanandakan seberapa besar murka nya sang ayah saat ini.


Plak


Bela yang baru saja akan masuk untuk menahan suaminya agar tak lepas kendali namun sepertinya ia terlambat. Lantas Bela hanya bisa bergeming diposisinya.


Adnan menundukkan wajahnya sebentar—-ia merasa kecewa akan sikap sang ayah. Baru pertama kalinya selama ia hidup bersama Adam, ayahnya baru pertama kali bermain tangan begini. Ia mengangkat kepala—balas menatap Adam datar.


“Masih berani kamu menatapku seperti itu, mau kupukul lagi!?” Ia sudah berniat mengangkat tangannya kembali memukul Adnan sebelum tiba-tiba Bela berdiri dihadapan Adnan, seolah ia melindungi Puteranya.


“Pukul saja sekali lagi, maka aku takkan segan mengajukan surat cerai padamu. Seharusnya bukan Adnan yang kamu tampar tapi wanita ular yang ada di altar sana!!” Bela bahkan berteriak didalam ruangan itu.


Tak bisa berkutik lagi, Adam memilih melangkah pergi dari ruangan tersebut. Adnan jelas bahagia ia bahkan menatap punggung sang ibu penuh tatapan iba dan haru.

__ADS_1


“Semua ini tak gratis, bawa Wendy pulang maka aku akan mencoba memaafkan semua kesalahanmu” lirih Bela berlalu dari sana, bahkan sebelum mendengar balasan Puteranya.


Adnan tersenyum penuh syukur menatap sang ibu, sebelum tatapannya berubah menjadi dingin ketika melihat sosok Leta.


“Ini kan yang kamu mau, menikah dengan ku? Aku sudah mengabulkan permintaanmu, jadi jangan salahkan apa yang dulu Wendy rasakan akan menimpamu juga—-bahkan mungkin lebih parah lagi. Jadi selamat datang di nerakamu sayang.”




Tapi, saat ia kembali ia menemukan Wendy yang tengah meringkuk sambil menangis lirih.


“Wen sudahlah, kamu jadi jelek kalau menangis seperti ini. Memangnya kenapa? Pemeran utama dalam drama favoritmu meninggal lagi?” Tanya Alex sabar. Yang ia dapatkan hanya gelengan dan kembali terisak nangis.


“Lalu kenapa?” Menghela nafas penuh kesabaran


Perlahan Wendy membenarkan posisi tubuhnya menjadi duduk, menatap Alex dengan wajah penuh luar biasa kacau. Alex yang melihatnya sedikit hatinya terenyuh. Ingin sekali mendekap wanita yang ada dihadapannya namun ia sadar pada posisinya saat ini. Jadi, yang ia lakukan hanya menunggu Wendy mencurahkan semua kegundahan isi hatinya padanya.

__ADS_1


“Alex——ayo menikah!”




Alex jelas mematung—tak percaya jika dengan permintaan konyol Wendy. Menurutnya ya konyol. Bagaimana tidak—seorang wanita tengah melamar pria setelah melihat acara pernikahan mantan suaminya langsung yang ditayangkan melalui televisi.


Dan adakah acara lamaran diselingi isakan tangis kencang dengan air mata yang membasahi kedua pipi serta hidung penuh ingus?


Jika ada—dan itu pastinya hanya Wendy orangnya.


Menghela nafas lelah sembari memijit pelipis seolah ia adalah orang yang paling Frustasi saat ini. Alex terlalu dramatisir keadaan. Bahkan ia sudah jelas melihat raut wajah Wendy malah berharap Alex akan menolaknya mentah-mentah


Tapi—-entah Alex sekarang terlihat bingung.


“Wen, aku tau kamu sekarang sedang patah hati, tapi tak perlu menjadikan aku sebagai pelampiasan. Aku tau kalau aku ini ya bisa dibilang jomblo, tapi aku tak berminat untuk memiliki hubungan serius denganmu. Maafkan aku, tapi aku menolakmu kali ini Wen” ujar Alex sembari menampilkan mimik muka seolah ia merasa bersalah pada Wendy.

__ADS_1


__ADS_2